Begini Cara Mengendarai Mobil AGS atau AMT

  • Whatsapp

Begini Cara Mengendarai Mobil AGS atau AMT

Meski tadinya transmisi AMT (Automated Manual Transmission) masih dipandang aneh, kini sudah mulai banyak yang terbiasa dengannya. Buktinya belakangan ini mobil-mobil dengan transmisi tersebut, makin banyak sliweran di jalan. Sebut saja Suzuki Wagon R atau Ignis yang nama transmisinya AGS (Auto Gear Shift), serta Wuling Cortez 1.8 i-AMT. Memang cara beroperasinya transmisi manual yang diotomatiskan ini, agak sedikit berbeda dari transmisi otomatis konvensional (torque converter) maupun CVT. Bila tidak tahu triknya, perpindahan gigi yang terjadi akan terasa gak nyaman, seperti ada jeda agak lama. Bahkan akan jadi kurang sip buat menanjak di tanjakan yang cukup curam. Terlebih bila membawa muatan banyak. Tapi tenang sob! Sebenarnya mudah kok‘menaklukkan’ transmsi model ini (AMT atau AGS). Ini berdasarkan pengalaman kami yang sudah menjajal mobil bertransmisi ini jalan jauh. Bahkan Wuling Cortez 1.8L Lux+ i-AMT yang dimensi dan bobotnya besar, sempat kami jajal mendaki ke kawasan Gunung Bromo di Jawa Timur, hingga masuk ke kawasan Lautan Pasir Berbisik-nya. Untuk yang pernah ke sana, tentu tahu dong kondisi tanjakannya seperti apa. Padahal saat itu mobilnya bermuatan 4 penumpang dewasa, ditambah barang bawaan masingmasing yang lumayan berat.

Baca Juga  4 Tips Memilih Mobil Bekas

  • PERLAKUAN DI JALAN LURUS

Perlu diketahui terlebih dulu, transmisi otomatis baik itu jenis AMT, torque coverter maupun CVT, dirancang untuk memudahkan penggunanya agar tidak perlu lagi pindah-pindah gigi ketika melewati suatu kondisi jalan. Namun antara ketiganya, punya karakter yang berbeda saat mengalami perpindahan rasio gigi. Pada transmisi AMT, bila kita asal main bejek gas, dapat kami pastikan perpindahan gigi yang terjadi bakal terasa gak nyaman, seperti ada jeda sepersekian detik, alias laju mobil seperti ‘nahan’ sesaat. Kondisi ini bisa jadi riskan loh ketika kita hendak menyalip kendaraan di depan. Dari beberapa kali eksperimen yang OTOMOTIF lakukan, saat dalam kondisi jalan lurus tanpa hambatan, perpindahan gigi akan terasa smooth tanpa jeda yang panjang, bila Anda terapkan langkah berikut.yaitu, usai pedal gas diinjak agak dalam sampai mencapai putaran 3.000 – 4.000 rpm, kemudian kendurkan pedal gas sampai rpm turun sedikit, maka gigi akan berpindah naik dengan halus. Berbeda bila hendak menyalip kendaraan di depan, yang butuh akselerasi sigap tanpa ada gejala nahan atau ngelag. Kami merekomendasikan untuk memposisikan transmisi pakai mode manual. Karena pada mode ini, Anda seperti menggunakan transmisi manual biasa, sehingga bisa memposisi gigi yang ideal. Hanya saja, cara perpindahan tuas transmisinya cuma perlu tekan ke depan untuk naik gigi, dan ke belakang untuk turun gigi. Sementara kalau Anda tetap ingin menggunakan mode otomatis buat menyalip kendaraan di depan, “Sangat disarankan untuk menggunakan mode Sport. Karena pada mode ini, respons putaran mesin akan lebih tinggi dan posisi gigi turun seperti menggunakan overdrive pada transmisi otomatis konvensional,” jelas Arief Ramadhi, Product Planning Specialist Wuling Motors Indonesia. Tapi, untuk menghindari atau meminimalkan terjadinya jeda panjang ketika terjadi perpindahaan ke gigi tinggi, tetap lakukan trik yang tadi disebutkan.yaitu kendurkan sedikit injakan gas sampai gigi berpindah, baru kemudian bejek lagi pedal gasnya. Namun bedanya, posisi putaran mesin dikondisikan sedikit lebih tinggi dari 3.000 – 4.000 rpm.

  • MENANJAK

Saat Anda harus melewati jalan mendaki yang lumayan curam, apalagi bila harus melakukan stop and go di kondisi jalan seperti itu, “Disarankan menggunakan low gear,” saran Arief lagi. Sebab pada posisi gigi rendah, torsi mesin lebih kuat ‘menghela’ roda. Atau kalau mau aman, pindahkan mode berkendara menggunakan mode manual. Karena pakai mode ini, posisi giginya fx seperti transmisi manual, sehingga kita bisa atur di gigi berapa yang kuat dan ideal untuk menghadapi tanjakan yang dilewati. Caranya, dengan cukup menaikkan atau menurunkan tuas transmisi. oh iya, yang wajib diperhatikan bila mobil Anda berpenggerak roda depan, saat menanjak di tanjakan curam, sebaiknya urut gas perlahan-lahan dan cari jalur yang sedikit lebih landai. Terutama ketika menghadapi tikungan patah atau ‘U Turn’ di tanjakan ekstrem. Karena dari pengalaman kami jika mobil sempat berhenti di tikungan patah yang menanjak tajam, ban depan cenderung mudah slip bila gas terlalu dibejek dalam. Apalagi bila permukaan jalannya licin atau basah. Selamat mencoba ya! Semoga perjalanan Anda dan keluarga tak mengalami kendala apa pun, amin.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.