Begini Perkembangan Sistem Transportasi di Masa Depan

  • Whatsapp

Begini Perkembangan Sistem Transportasi di Masa Depan

Sistem Tansportasi Multimoda Wujudkan Transportasi 4.0 Selalu terkoneksi kini menjadi kata kunci. tuntutan untuk selalu terkoneksi dalam sebuah perjalanan pun mulai merambah sektor transportasi. Teknologi kini bergerak ke arah multimodal transportation system, sebuah sistem yang memampukan terciptanya fully connected experience bagi pengguna moda transportasi. Teknologi semacam itu sudah ada. Namun sebagian besar masih dihantarkan kepada pelanggan dengan cara-cara yang justru tidak terkoneksi (disconnected) atau satu demi satu (piecemeal). Misalnya, ketika melakukan perjalanan dari kota A ke kota B, pengguna transportasi harus menggunakan moda berbeda, yaitu bus, kereta, dan feri. Penumpang harus membeli tiket secara terpisah dari operator yang berbeda pula.

Transportasi 4.0

Semua tren yang terlihat saat ini mengarah pada masa depan berupa transportasi multimoda yang mengintegrasikan aneka moda transportasi dalam satu interaksi tunggal untuk menyelenggarakan satu perjalanan door-to-door lengkap. Berbekal satu tiket, penumpang dapat bepergian dengan aneka moda transportasi. Perjalanan akan lebih efsien, lebih aman, lebih ramah lingkungan, dan tidak ribet. Waktu perjalanan lebih optimal dan biaya lebih minimal di sisi pelancong. Aplikasi dan situs web perencanaan perjalanan yang membantu pelancong bepergian sudah tersedia. Namun hal itu masih dilakukan melalui provider dan sistem intermoda berbeda. Di masa depan, kita akan melihat layanan booking untuk keseluruhan perjalanan dalam satu aplikasi.

Baca Juga  HP Sony Xperia 4G LTE Fingerprint Desain Mewah

Pelancong cukup melakukan sekali pencarian dan pembayaran. Smart-ticketing dan e-ticketing sudah tak asing lagi. Tahap selanjutnya dari boarding pass di smartphone atau mesin kartu di bus adalah menawarkan satu tiket untuk semua bentuk perjalanan. Sistem ticketing seperti ini akan menyederhanakan perjalanan bagi penumpang dan bermanfaat bagi operator moda transportasi karena informasi yang dikumpulkan oleh sistem cerdas itu dapat dianalisis untuk meningkatkan layanan. Single token travel adalah pengembangan selanjutnya dalam multimodal travel. Biometric dan data perjalanan penumpang digunakan untuk membuat catatan digital dan dilindungi dengan sistem autentikasi. Teknologi ini akan memangkas waktu untuk pemeriksaan kemanan, check-in, dan boarding. Mewujudkan multimodal travel, sistem transportasi harus terkoneksi secara fsik dan operasional. Hal itu membutuhkan infrastruktur untuk mendukung sistem informasi berkualitas tinggi dan secara real time mengkoneksikan rute, jadwal, dan harga tiket.

Tetap Terkoneksi

Salah satu faktor penting dalam sebuah perjalanan adalah komunikasi agar para pelancong dapat menikmati pengalaman perjalanan yang lebih baik. Smartphone, laptop, dan komputer tablet, dan tentu saja koneksi WiFi publik, sudah tersedia di mana-mana. Ada pula aplikasi pemandu wisatawan untuk menemukan toko, departure gate, atau bahkan mencari letak mobil. Namun itu saja belum cukup. Value nyata terletak pada kemampuan meminta bantuan secara real time. Collaboration services pada aplikasi—melalui CPaaS (Communications Platform as a Service)—memampukan pihak berwenang menyediakan komunikasi real time, dalam bentuk perpesanan, suara, atau video, untuk menyajikan update jadwal, informasi perjalanan, interaksi real time dengan staf, penumpang, dan notifkasi keadaan darurat melalui satu aplikasi tunggal.

Baca Juga  Pengertian Autonomous Database dan Penerapannya

Menggunakan open Data dan aPi

Jumlah data yang berasal dari trafc management systems, kamera CCTV, detektor kendaraan, dan aneka perangkat lainnya, seperti IoT, akan terus meningkat. Apalagi ketika transportasi semakin cerdas. Nilai nyata dari kumpulan data ini terletak pada data sharing dan proses operasional untuk menciptakan sistem transportasi yang benar-benar terkoneksi. Infrastruktur berbasis open data dan API penting untuk mendorong inovasi transportasi dan solusi mobilitas. Multimodal transportation melibatkan aneka operator yang secara bersama-sama mewujudkan suatu perjalanan yang lebih baik. Namun hal itu tidak dapat terwujud tanpa para operator ini memahami apa yang terjadi di sekelilingnya.

Mengamankan Jaringan

Keamanan atau security tetap menjadi tantangan. Pertumbuhan Internet of Things dan peningkatan jumlah perangkat terkoneksi yang digunakan operator transportasi untuk memperluas jaringan juga akan menambah titik-titik lemah terhadap akses ilegal jika tanpa pengamanan yang cukup. Serangan siber dan penerobosan data menjadi perhatian utama departemen TI saat ini. Akan sangat penting bagi para operator untuk mengamankan data karena risikonya adalah kehilangan kepercayaan pengguna transportasi dan keuntungan dari layanan perjalanan yang efsien. Satu solusi untuk masalah ini adalah IoT containment, sebagai bagian dari pendekatan keseluruhan keamanan berlapis. Dengan menempatkan perangkat IoT dalam beberapa lingkungan tervirtualisasi di jaringan, perusahaan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya serangan di jaringan karena ancaman sudah dibatasi agar tidak menyebar lebih luas. Strategi keamanan siber yang konsisten adalah kunci bagi terciptanya keamanan platform komunikasi dari serangan siber dan kepastian layanan, dengan dukungan embedded protection pada sistem dan aturan-aturan berbasis smart best practice. Transportasi multimoda akan sepenuhnya mengubah cara kita melakukan perjalanan. Teknologinya sudah ada, sehingga penawaran tiket, pembayaran, dan itinerary tunggal antarmoda transportasi dapat diwujudkan. Namun pekerjaan pokoknya— jaringan dan sistem yang mengkoneksikan itu semua— th harus disiapkan saat ini juga

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.