Inilah Peranan Teknologi Informasi di Berbagai Macam Lini Bisnis di Indonesia

  • Whatsapp

Inilah Peranan Teknologi Informasi di Berbagai Macam Lini Bisnis di Indonesia

Tahun lalu saya pergi ke Macau dan mencari kantor pos untuk membeli serta mengirimkan kartu pos ke Indonesia. Ternyata di Macau pun kantor pos sepi, jarang sekali orang yang membeli kartu pos, walaupun banyak turis yang berkunjung ke sana. Rupanya para turis lebih suka menggunakan smartphone untuk mengambil foto dan mengunggahnya ke media sosial. Menurut teori Clayton Christensen, seorang profesor dari Harvard Business School yang terkenal dengan teori inovasi, kita harus mengetahui “what job to be done”. Pekerjaan yang ingin dilakukan seseorang tidak akan berubah dari tahun ke tahun, yang berubah adalah cara menyelesaikan pekerjaan yang diinginkan. Clayton memberi contoh, bahwa pada masa Julius Caesar, ketika ingin mengirimkan pesan, sang Kaisar akan menyuruh prajuritnya menggunakan kereta untuk mengirim pesan. Di jaman Ratu Victoria dari Inggris, pesan dikirim dengan kereta api dan telegraf. Sedangkan Winston Churchil menggunakan pesawat terbang untuk mengirimkan berita, dan Pak Jokowi bisa menggunakan JNE atau WhatsApp.

Cermati Perkembangan Teknologi Baru

Pekerjaannya sama, yaitu mengirim pesan. Namun dari masa ke masa, cara menyelesaikannya berubah sesuai kemajuan teknologi. Setiap orang pasti mempunyai pekerjaan yang ingin diselesaikan, dan banyak perusahaan memberi kemudahan pada karyawan untuk menyelesaikan pekerjaannya. Dengan perkembangan teknologi, cara-cara lama bisa saja ditinggalkan, karena ada cara baru yang lebih efsien sehingga bisa lebih murah. Pergeseran sedang terjadi, seperti yang menimpa toko buku ternama di AS, Barnes & Noble. Pada saat Amazon memperkenalkan konsep membeli buku online, toko buku konvensional tidak merasa pasarnya diambil. Namun sedikit demi sedikit pasar toko buku konvensional diambil oleh Amazon. Membeli buku di Amazon lebih nyaman karena ada beberapa hal yang bisa diperoleh pembeli di toko buku online tapi tidak ada di toko konvensional. Misalnya, pembeli bisa melihat banyak judul buku dan sekilas isinya, lengkap dengan sinopsis dan ulasan pembaca. Amazon dapat menyediakan banyak judul buku, tanpa harus menyediakan stok buku. Dengan adanya mesin cetak digital dan mesin penjilid buku, Amazon tidak harus memiliki stok buku. Bila ada yang membeli, buku baru dicetak. Sekarang, mencetak satu atau sepuluh buku biayanya tidak berbeda.

Baca Juga  Spesifikasi Harga SSD Sandisk 240Gb

Sementara toko buku konvensional harus menyediakan tempat untuk menyimpan stok buku akibatnya biaya menjadi besar. Belum lagi jumlah pelayan di toko buku yang harus ditambah jika bisnis makin berkembang. Hal ini akan menambah biaya operasional yang pada akhirnya dibebankan ke harga buku. Pebisnis toko buku konvensional tak menyadari bahwa perkembangan internet dapat menjadikan Amazon toko buku online terbesar di dunia, dengan pelanggan dari seluruh penjuru dunia. Banyak perusahaan penguasa pasar tidak menyadari adanya ancaman yang dapat membuat bisnisnya jatuh, karena mereka tidak melihat perkembangan teknologi, terutama yang dapat menggeser posisi mereka di kancah bisnis. Kodak yang dulu menguasai bisnis alat fotograf kini sudah tidak terdengar lagi, ambruk oleh teknologi fotograf digital. Kodak sudah membuat kamera digital yang pertama, tetapi karena saking takutnya bahwa teknologi yang ditemukan dapat mengancam kekuasaan Kodak di bidang fotograf, maka teknologi tersebut disimpan rapat-rapat. Kodak lupa bahwa teknologi tidak dapat dibendung, akhirnya ada perusahaan lain yang membuat kamera digital. Contoh lain adalah Microsoft dan Netscape. Pada saat perkembangan dunia internet mulai terlihat, Netscape mulai menguasi pasar browser (peramban). Sebagai pemimpin pasar sistem operasi, Microsoft merasa terancam. Jika peramban menguasi pasar, maka komputer tidak perlu lagi menggunakan sistem operasi. Microsoft pun mengerahkan jurus untuk memenangkan pasar peramban, dengan mengeluarkan Internet Explorer (IE). Dalam waktu singkat, IE dapat menyamai bahkan melebihi ftur Netscape. Bahkan kemudian Microsoft mem-bundling IE dengan Windows 95, sehingga setiap orang yang membeli Windows 95 mendapatkan browser IE. Pasar Netscape pun digerus oleh IE, dan akhirnya Netscape harus menutup perusahaannya. Dalam hal ini, Microsoft jeli dengan perkembangan teknologi sehingga dapat mempertahankan pasar sistem operasi. Seandainya saat itu Microsoft lengah mungkin Netscape akan menjadi perusahaan yang besar sekarang ini.

Baca Juga  Earphone yang Suaranya Jernih

Yang Mapan Dihantam Pendatang

Untuk mengimplementasikan teknologi baru dalam bisnis, dibutuhkan pemikiran-pemikiran baru. Misalnya begini, di beberapa bank yang cukup besar dan punya nama, untuk mentransfer gaji melalui internet banking, saya harus melakukannya sebelum jam 2 siang. Setelah jam 2 siang saya sudah tidak dapat lagi melakukan transaksi untuk mengunggah data transfer gaji. Kalau kita cermati sebetulnya secara teknis tidak ada masalah kapan saja saya mau melakukan upload data gaji untuk ditransfer. Aturannya saja yang diubah. Nasabah seperti saya lebih nyaman kalau dapat melakukan upload kapan saja, dan transfernya yang dimundurkan, daripada saya dibatasi pada saat melakukan upload. Aturan tersebut terlihat sederhana, tetapi kalau dicermati sebenarnya banyak opportunity loss dialami bank tersebut. Kadang saya melakukannya di bank lain yang dapat menerima transfer gaji. Saya masih melihat, terutama pada calon customer yang menggunakan komputer dengan membuat software, hanya memindahkan proses manual ke komputer. Yang seharusnya dilakukan adalah me-review proses bisnis. Banyak tahapan yang dapat dihilangkan dengan komputer sehingga prosesnya menjadi lebih sederhana, dan tentunya akan mengurangi biaya. Dengan melihat proses maka dapat terjadi perubahan model bisnis, seperti yang terjadi pada taksi online yang memakan banyak pasar taksi tradisional. Dengan adanya taksi online, penumpang merasa lebih nyaman dan mudah memesan taksi. Tarifnya pun bisa lebih murah, karena memang lebih efsien. Perusahaan taksi online tidak harus menyediakan pool yang luas untuk armadanya dan tidak perlu ada karyawan untuk pemeliharaan mobil. Organisasinya menjadi ramping dari segi operasional. Perusahaan taksi online memiliki lebih banyak tenaga marketing dan business development.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.