Bahayanya Virus Malware

  • Whatsapp

Virus Malware

Pada akhir 2015 lalu peneliti Kaspersky Lab menemukan adanya sebuah program malware tidak biasa yang ditemukan saat percobaan serangan. Targetnya adalah sebuah bank di Singapura. Kaspersky menyebut, program tersebut ditemukan pada fi le .jar berbahaya yang dilampirkan pada e-mail spear-phishing yang ditujukan kepada karyawan dari bank yang menjadi objek serangan. Kemampuan malware memang beraneka rupa. Hal inilah yang dipercaya bakal memudahkan malware masuk dan beroperasi di berbagai platform. Belum lagi fakta yang menyebut bahwa malware tidak mampu dideteksi oleh antivirus. Namun demikian, malware tetap menarik perhatian para peneliti. Kaspersky Lab Global Research and Analysis Team (GReAT) pun melakukan penelitian yang mendalam terhadap Adwind Remote Access Tool (RAT).

Baca Juga  Kecanggihan Kamera Asus Zenfone 2, Hp dengan Kamera Terbaik

Adwind RAT dikenal sebagai malware multifungsi serta cross-platform yang dikenal dengan nama AlienSpy, Frutas, Unrecom, Sockrat, JSocket dan jRat, dan didistribusikan melalui malwareas-a-service platform. Malware ini beroperasi di platform Windows, OS X, Linux dan Android sehingga memiliki kemampuan untuk mengontrol desktop, mengumpulkan data, dan data exfi ltration dari jarak jauh. Hampir dua ratus contoh serangan spear-phishing yang diteliti oleh Kaspersky terdeteksi dilakukan oleh penjahat tak dikenal untuk menyebarkan malware Adwind. Dari penelitian tersebut, GReAT berhasil mengidentifi kasi industri yang menjadi target Adwind RAT, di antaranya: manufaktur, keuangan, teknik, perencanaan, retail, pemerintahan, logistik, telekomunikasi, perangkat lunak, pendidikan, makanan dan minuman, kesehatan, media, dan energi. Berdasarkan informasi Kaspersky Security Network, terdapat dua ratus contoh serangan spear-phishing yang diamati dalam jangka waktu enam bulan, antara Agustus 2015 sampai Januari 2016.

Baca Juga  Pengalaman Menggunakan Macbook

Distribusi geografi s dari pengguna yang diserang dan terdaftar oleh KSN selama periode ini menunjukkan bahwa hampir setengah dari korban (49%) tinggal di negara berikut ini: Uni Emirat Arab, Jerman, India, Amerika Serikat, Italia, Rusia, Vietnam, Hong Kong, Turki dan Taiwan. Para peneliti Kaspersky Lab juga berhasil mengidentifi kasi pengguna Adwind RAT, yakni scammer yang ingin naik tingkat ke level berikutnya (menggunakan malware untuk penipuan yang lebih canggih), persaingan yang kotor, tentara cyber bayaran (mata-mata yang dapat disewa), serta perseorangan yang ingin mematamatai orang yang mereka kenal.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.