Apa itu Dolby Atmos di XXI

  • Whatsapp
[Total: 0    Average: 0/5]

Apa itu Dolby Atmos di XXI

Dolby Atmos merupakan suatu standard kualitas suara yang saat ini di gunakan di bioskop di Indonesia seperti pada Bioskop XXI, Cinemax, E-Plaza dan lain lain.

Dolby Sound memang mampu membuat merekamereka yang gemar menonton di bioskop menjadi terpukau, tapi menjual Dolby Atmos dalam pasar home cinema. bukanlah pekerjaan mudah. Bisakah musik dance menjadi kunci masa depan sebuah teknologi? Atmos sebagai yang belum lama ini diperkenalkan Dolby ternyata berhasil menuai standar sukses, baik ditinjau dari sisi komersil maupun dalam aspek kreativitas, format ini sangat cocok untuk dipakai perusahaan yang ingin menghadirkan `state of the art` sebuah cinema dengan suara surround yang berkualitas bagus. Tetapi meskipun bioskop yang dilengkapi format Atmos mampu menyuguhkan suara yang diinginkan berbeda dibandingkan dengan bioskop yang tidak dilengkapi Atmos, sedikit sulit untuk memastikan imbas yang telah diberikan Atmos pada home cinema. Daftar Harga iPhone Termurah 2018 Resmi iBox Distributor Indonesia

Baca Juga  Resmi, Ini Harga Xiaomi Redmi Note 2 4G

Memperhitungkan

Tidak heran jika para pabrikan receiver AV masing-masing sedang disibukkan membuat produk yang dilengkapi sertif kasi Atmos – bahkan peranti smartphone dan tablet tidak mau ketinggalan melakukan hal yang sama. Tapi pertanyaan yang lebih penting adalah seberapa banyak mereka-mereka penggemar home cinema yang cukup bersemangat untuk menambahkan 2 atau 4 speaker yang ditempatkan di langitlangit sebagai bagian dari set-up yang mereka miliki, atau memperbanyak speaker yang mereka miliki saat ini dengan modul `upward-f ring` untuk memantulkan suara dari langit-langit Dolby Atmos DJ membuat audien benar-benar merasa senang ditempatkan di tengah-tengah suara dan kurang begitu peduli dengan keaslian performa yang disuguhkan. Pemasangan Dolby Atmos DJ yang pertama (dan sampai sekarang merupakan satu-satunya) adalah di London selatan yang begitu dibanggakan Ministry of Sound. Dengan semua kehebatan Superclub yang masih bisa diperdebatkan, MoS telah menggaet Martin Audio sebelum menggunakan Dolby, di bawah arahan product manager (mantan sound engineer) Gabriel Corry dengan menggunakan tak kurang dari 16 speaker Martin Audio yang ditempatkan dilangit-langit.

Baca Juga  HP Oppo RAM 2gb Termurah, Oppo Mirror 5s

Sensasi audio

Jumlah total speaker yang ada di ruangan meningkat menjadi 60, melintasi 22 channel diskret. DJ dan artis dadakan – dimana sebagian besar dari mereka tidak perlu diundang untuk kedua kalinya untuk beraksi di balik deck MoS untuk mulai unjuk kebolehan – memiliki mainan anyar yang menyenangkan untuk dimainkan dan penggemar MoS bisa disuguhi sensasi audio yang mengagumkan untuk dinikmati. `Atmosisasi` mulai merambah dunia studio, dimana lagu bisa dibagi ke dalam `stems` – sebuah elemen khusus yang bisa dirubah 360º kedalam lingkungan Atmos. Plug-in Dolby untuk ProTools (pilihan software rekaman dan mixing untuk para DJ) memungkinkan DJ untuk memilih stems tersendiri dan memprogram sebelumnya dimana dan kapan mereka ingin menggunakannya asalkan masih dalam lingkungan audio.. Campuran yang sudah selesai kemudian diunduh ke dalam aplikasi Dolby Atmos DJ. Aplikasinya sendiri terdiri dari 3 bagian: nada yang ditempatkan di masing-masing sisi dengan daftar stems yang bisa diperluas yang ditempatkan pada bagian bawah serta visual real-time yang mewakili ruangan (dengan berbagai stems yang dimilikinya) yang ditempatkan di tengah.

Baca Juga  Daftar Harga Kamera Pocket Saku Tahan Air Murah Terbaru Terbaik

 

Teknologi masa depan

Mengingat Dolby Atmos saat ini jelas-jelas merupakan perlengkapan profesional, mungkin tidak dalam waktu singkat Dolby akan mempunyai kartu as lain yang diunggulkan untuk memenangkan persingan, tapi karena ia mampu menimbulkan gairah bagi audien yang lebih muda untuk mereka yang menyukai musik elektronik/dansa, tidak seperti format musik suara surround yang telah ditinggalkan (seperti The Doors dalam format 5.1, ada lagi? Steely Dan? Bukan?) dan karena teknologi yang dipakainya benar-benar mudah disukai, ada kemungkinan yang cukup memadai jika generasi musik dansa berikutnya yang membuat mereka `bergerak dan bergoyang` tentu menginginkan sebuah `home studio` dengan beberapa channel overhead sehingga memungkinkan mereka menghadirkan sebuah racikan Atmos. Dan begitu para `clubbers` ini mulai diperkenalkan dengan pengalaman Atmos DJ merka pasti ingin mengulang sensasi tadi dirumah mereka, diikuti menikmati f lm-f lm kesukaan mereka.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.