Aplikasi Streaming Musik Online Terbaik di Android dan IOS

  • Whatsapp
[Total: 0    Average: 0/5]

Aplikasi Streaming Musik Online Terbaik di Android dan IOS

Ingat kembali terakhir kali Anda pergi ke toko untuk membeli CD musik. Jika Anda tidak ingat kapan itu, Anda pasti tidak sendirian. Dua dari layanan musik streaming yang paling menonjol – Apple Music dan Spotify – keduanya memiliki total lebih dari 90 juta pengguna, dan kami yakin bahwa Anda salah satu dari mereka. Dengan lebih dari 75 juta pengguna saja, Spotify merupakan salah satu layanan yang paling populer. Jim Grifn, sebagai seorang pengusaha media digital dan mantan eksekutif rekaman juga menggunakan Spotify, “Spotify dan yang lainnya telah menjadi musik radio yang baru. Kenyataannya, tidak berada di Spotify sepuluh tahun yang lalu seperti tidak berada di radio, dan itu adalah masalah “Ya, masalah – untuk seniman, untuk Spotify dan para pesaingnya juga. Meningkatnya layanan streaming sebenarnya telah membawa pergeseran seismik dalam industri musik. Penjualan CD telah merosot 80% selama beberapa dekade terakhir, dan dalam industri ini di mana penjualan album fsik memberikan sebagian pendapatan untuk label rekaman dan artis. Dalam nada yang sama, menurut asosiasi industri rekaman America, streaming – yang sebelumnya diabaikan – kini mencapai 32% dari pendapatan tahunan label. Bukan rahasia umum lagi bahwa seniman berpikir layanan streaming tidak akan mampu membayar mereka. Taylor Swift, salah satu artis terkaya di dunia menarik semua musiknya dari Spotify pada 2014, dia pikir itu tidak cukup untuk membayar musisi dan produser. Sebagai bagian dari seluruh bencana, Spotify absen pada album Swift 1989, yang akhirnya album tersebut terjual 1,29 juta kopi dalam minggu pertama dan menjadi album terbesar tahun 2014.

Baca Juga : Daftar Harga 11 Kamera Digital Pocket Saku Terbaik dan Murah

Baca Juga  Ultrabook Asus Murah Terbaru dan Terbaik Zenbook 3

Lagulagu Swift sekarang tersedia di Apple Music, bahkan sebelumnya ia berhasil memaksa Apple untuk membayar artis selama masa percobaan gratis selama tiga bulan layanan. Masuk ke tahun 2015, beberapa artis populer lainnya terus menjaga albumnya agar tetap mengudara di radio dan televisi. Beberapa jam menjelang rilis album 25, sejak album pertama Adele pada tahun 2011, muncul laporan tentang album 25 tidak akan tersedia untuk layanan streaming (bahkan tidak untuk Apple Music), ini setelah keberhasilan “Hello”, album singel pertamanya dan menjadi orang pertama yang albumnya telah diunduh lebih dari satu juta kali. Satu hal yang membuat frustrasi layanan streaming adalah mereka mengetahui akan kehilangan rilis awal, atas apa yang telah mereka perkirakan album tersebut akan menjadi salah satu album terlaris dalam kurun waktu lama. Billboard bahkan mengatakan bahwa album 25 bisa memiliki penjualan tertinggi pada minggu awal debutnya, sejak Nielsen SoundScan memulai pelacakan penjualan album tahun 1991. Namun Swift dan Adele bukan satu-satunya orang yang tidak menerima tawaran streaming. Kembali pada tahun 2013, Beyonce menunda rilis album eponymous-nya di Spotify selama berbulanbulan, bukan karena memilih untuk rilis di iTunes secara eksklusif. Seperti Coldplay juga telah terlibat dalam sesuatu yang dikenal dalam istilah industri sebagai “windowing”, di mana rilis album pada layanan streaming ditunda untuk menghindari kebimbangan penjualan album. Keputusan Adele sangat signifkan karena melihat dampak dan tindakan selanjutnya.

Sebagai salah satu artis paling sukses pada masanya, langkahnya bisa berpotensi memberi preseden bagi seniman lain untuk melakukan hal yang sama. Adapun artis lainnya seperti Taylor Swift, Beyonce, dan Adele mereka akan menutup layanan Spotify dan layanan lainnya karena mereka memiliki sumber daya keuangan dan penonton yang rela membayar pertunjukan musiknya, sebuah kemewahan yang tidak semua artis miliki. Meningkatnya jumlah pengguna streaming tidak dibarengi dengan pembayarannya yang tak adil, dimana banyak artis yang kurang populer juga mendapat pembayaran tambahan. Pendapatan Streaming dan layanan berlangganan lain yang serupa diproyeksikan akan meningkat menjadi US$ 8 miliar pada 2019, sedangkan pendapatan mengunduh dan penjualan CD diperkirakan turun sebesar masing-masing 39% dan 44%. Ini berarti bahwa streaming dan layanan berlangganan bisa mencapai 70% dari seluruh pendapatan digital, jelas bukan angka yang harus diabaikan. Pergeseran ke arah streaming sebenarnya berkaitan dengan penurunan pendapatan bagi produsen dan musisi.

Baca Juga  Inilah Smartphone Terbaik untuk Vlog Harga Murah 1 Jutaan

Laporan penelitian MIDiA tahun 2014 menyebutkan bagaimana streaming telah merubah industri musik dan konsumen sudah jarang membeli album. 23% dari konsumen musik streaming biasanya membeli album sebanyak dua kali dalam sebulan, tapi sekarang tidak lagi. Selanjutnya, pengguna layanan streaming sebagian besar datang dari orang-orang yang sama, mengunduh musik berbayar, tindakan itu sungguh menyakiti penjualaan album. Masalah tersebut juga tidak cukup diselesaikan dengan para pelanggan yang membayar. Kebanyakan layanan berbiaya sekitar US$ 9.99/bulan, penurunan yang cukup curam dari US$ 20 sampai US$ 30 untuk menghabiskan biaya bulanan membeli album. Namun, berkaitan dengan penolakan terhadap album 25 untuk layanan streaming, Mark Mulligan, seorang analis media digital di MiDiA research mengatakan, “ini adalah masalah kecil bagi Adele, tapi masalah besar bagi layanan streaming”. Memang, ketika Anda terlewatkan oleh album 1989 dan 25, kedua album terbesar baru-baru ini (rilis yang tertunda dari album-album lainnya), seberapa jauh Anda berpendapat bahwa album tersebut layak Anda miliki untuk pustaka musik pribadi?

Ketika berbicara tentang artis seperti Taylor Swift, dia mungkin tidak membutuhkan layanan streaming, malah justru layanan streaming itu yang membutuhkannya. Jonathan Dickins, manajer Adele, mengatakan bahwa keberatan terbesar mereka untuk streaming ialah ketersediaan musik yang luas musik dan didukung iklan gratis, sebuah sentimen yang dibagikan kepada orang-orang yang menggantungkan hidupnya dari musik. Kami telah mengatakan sebelumnya bahwa kesuksesan Spotify itu adalah masalah juga, dan itu karena sulitnya menyeimbangkan tekanan dari para artis untuk melenyapkan akses gratis ke musik mereka dan harus menghindari ditinggalkan para pengguna. Hanya 20 juta dari 75 juta pengguna Spotify yang membayar langganan, dan angka tersebut berlaku sama sekitar 6,5 juta dari 15 juta untuk Apple Music. Layanan streaming membutuhkan artis, tetapi mengalah pada tuntutan artis untuk membuatkan konten eksklusif untuk para pelanggan bisa berakhir ditinggalkan mayoritas pelanggan mereka. Masalahnya mungkin bahwa banyak pengguna melihat streaming sebagai radio versi abad ke-21, kesan yang tidak dibantu oleh layanan radio- seperti Pandora and rhapsody.

Baca Juga  Printer dengan Wifi Harga Murah dan Terbaik

Radio gratis, sehingga mereka tidak melihat mengapa mereka harus membayar untuk streaming ketika ada versi gratis yang tersedia yang berjalan cukup baik. Sayangnya, itu adalah persepsi keliru, streaming merupakan gangguan besar dalam industri musik dan jauh lebih dari sekedar cara alternatif untuk mengkonsumsi musik. Alih-alih memiliki salinan dari album dan lagu, konsumen saat ini hanya mampu mengakses lagu yang sama secara online dari sumber yang sama. CD tampak sangat kuno, tetapi jika layanan streaming yang akan menggantikan mereka sebagai sumber pendapatan yang layak, mereka harus memulainya dengan biaya lebih, dan mencabut akses musik gratis. Adele dan Taylor Swift memanfaatkan popularitasnya karena sedang banyak diperbincangkan, mereka mengungkapkan pesannya dengan jelas: streaming bagus, namun tak ada yang gratis. Jika Anda harus membayar untuk menonton konten di Net?ix, mengapa Anda tidak membayar untuk mendengarkan musik? Layanan streaming harus mengevaluasi kembali strategi bisnis mereka, tapi mungkin perubahan terbesar harus datang dari konsumen, yang harus menerima aturan baru untuk membayar jasa streaming

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.