Manfaat BlockChain pada Produk Kopi

  • Whatsapp

Manfaat BlockChain pada Produk Kopi – PERNAHKAH Anda memikirkan dari mana kopi di cangkir Anda berasal? Di mana ia ditanam, bagaimana ia diperdagangkan, disangrai, sampai akhirnya tersaji di hadapan Anda? Dapatkah kita memperoleh informasi itu? Bisa, yaitu melalui aplikasi Thank My Farmer. Tapi tak semua kopi dapat kita cari informasinya. Konsumen modern lebih memerhatikan kesehatan. Mereka menginginkan kudapan yang benar-benar higienis, ditangani dan diolah dengan baik, tidak mengandung zat-zat kimia, seperti pestisida, dan zat pengawet nonmakanan. Selain itu, kaum milenial sekarang lebih memiliki kesadaran akan pelestarian lingkungan. Mereka menginginkan penanganan dan pengolahan makanan tidak berdampak negatif terhadap lingkungan. Masalahnya, bisakah memastikan hal tersebut pada makanan yang akan kita konsumsi? Pada sebagian besar makanan, kita tidak tahu asal-usul dan proses produksinya. Tetapi kini, hal itu bukannya tidak Sejumlah teknologi penyimpanan (storage) diciptakan sehingga pengelolaan data menjadi lebih mudah, fleksibel, dan efisien . Memahami Perjalanan Kopi  mungkin, setidaknya setelah kemunculan aplikasi yang bisa memberikan informasi bagaimana bahan makanan ditanam, dipanen, diperdagangkan dan diolah hingga sampai di hadapan konsumen. Adalah IBM bersama dengan mitranya, Farmer Connect, yang baru-baru ini memperkenalkan aplikasi Thank My Farmer. Aplikasi tersebut memberikan informasi mengenai kopi, mulai dari penanaman dan lokasi, perdagangan, pengolahannya, hingga kopi tersebut tersaji di hadapan penikmatnya.

Baca Juga  Aplikasi Sosmed Terbaru Buatan Indonesia

 

Thank My Farmer sementara ini baru dapat dijalankan di iPhone. Dengan memindai QR Code yang ada di kemasan kopi melalui aplikasi tersebut, informasi asal-usul dan “perjalanan” kopi ditampilkan. Informasi tersebut disajikan dalam sebuah peta interaktif. Perjalanan kopi cukup panjang karena melibatkan supply chain global yang cukup panjang. Sejak ditanam di kebun dan kemudian dipanen, kopi mulai melalang buana, dari koperasi, ke eksportir, pengirim, importir, pengolah (roasters), distributor, hingga pe ngecer, sebelum akhirnya sampai ke meja konsumen. Melalui aplikasi tersebut konsumen dapat memastikan kopi yang diminumnya ditanam dengan cara yang baik, tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang dapat memengaruhi kesehatannya dan tidak merusak lingkungan. Melihat perjalanan kopi dari kebun hingga diperdagangkan melintas batas wilayah dan negara sebelumnya akhirnya tersaji di hadapan kita, menjadi pengetahuan yang menarik. Kita akan menyadari banyak pihak yang bekerja dan berperan sehingga kopi siap disajikan. Selain itu pengguna aplikasi juga dapat lebih memahami tentang pertanian kopi, perdangan, pengolahan, dan branding, serta belajar tentang sustainability project pada komunitas kopi. Pengguna diberi kesempatan untuk mendukung proyek tersebut.

Menggunakan Blockchain

Di belakang aplikasi tersebut terdapat teknologi blockchain yang menyatukan para pihak di dalam jaringan supply chain produk kopi. Sebelumnya blockchain telah banyak digunakan untuk mendayai rantai pasokan produk di berbagai sektor industri. Pa da komunitas kopi ini digunakan teknologi blockchain yang dikembangkan oleh IBM. Setiap partisipan di dalam jaringan rantai pasokan memiliki salinan informasi yang tepat yang disimpan di blockchain. Masingmasing pihak menambahkan data mereka saat menangani produk kopi. Setiap pihak di dalam jaringan, sesuai dengan tingkat permission-nya, dapat melihat informasi baru yang ditulis pihak lain. Informasi tersimpan secara permanen dan tidak dapat diubah. Teknologi blockchain menyederhanakan pertukaran dan pelacakan informasi serta pembayaran yang dapat menimbulkan tingkat kepercayaan lebih tinggi. Blockchain menciptakan rantai transaksi yang terdigitalisasi secara permanen.

Baca Juga  Tarif Internet 4G Termurah All Operator Telkomsel Indosat XL Smartfren Tri Axis

Petani, wholesaler, trader, dan retailer dapat berinteraksi lebih efisien dan memiliki akses data secara nyaris real-time. Aplikasi Thank My Farmer mengambil informasi dari blockchain dan penggunanya memperoleh informasi tentang asal-usul dan perjalanan produk yang mereka konsumsi. Thank My Farmer diluncurkan pertama di Amerika Serikat dan Kana da tahun 2020 ini. Sementara QR Code terdapat pada kemasan produk kopi dari Beyers Koffie. Perusahaan dengan produk lainnya akan menyusul. Thank My Farmer menurut penggagasnya merupakan cikal bakal dari rantai pasokan global dan industri blockchain, serta perusahaanperusahaan kopi, seperti Beyers Koffie, Colombian Coffee Grower Federation, ITOCHU Corporation, Jacobs Douwe Egberts, JM Smucker Company, Rabobank, RGC Coffe, Volcafe, Sucafina, dan Yara International.

Melacak Produk Selain Kopi

Selain kopi, produk-produk lain yang dijual oleh peritel besar, seperti Carrefour SA dan Walmart, dilengkapi juga dengan QR Code untuk melacak asal-usul produk tersebut. Tahun lalu Carrefour telah memanfaatkan sistem blockchain yang dibangun bersama dengan IBM agar para konsumennya dapat melacak asal-usul makanan yang dijualnya. Untuk keperluan ini, Carrefour bekerjasama dengan sejumlah peritel, perusahaan logistik, dan petani. Carrefour telah menyediakan informasi blockchain untuk berbagai produk seperti ayam, telur, susu murni, jeruk, anggur, daging dan keju.

Baca Juga  Laptop Core i5 Murah Terbaik dari Lenovo

Melalui QR Code, konsumen dapat melihat informasi rinci berkaitan dengan produk, seperti kapan dipanen atau dikemas, lokasi pertanian, siapa petaninya, berapa lama produk tersebut ditransportasikan, dan juga bagaimana menyiapkannya. Menurut pihak Carrefour, anggur yang telah dilengkapi dengan informasi blockchain lebih laku daripada sebelumnya. Begitu juga dengan produk ayam dengan blockchain yang memberi dampak lebih positif ketimbang ayam tanpa informasi blockchain. Manfaat lain dari informasi produk tersebut adalah apabila ada produk yang terkontaminasi dengan kuman penyakit. Beberapa waktu lalu, ada satu kejadian di mana produk daun selada (lettuce) yang dijual di peritel besar di AS diketahui mengandung virus. Dengan blockchain, tempat produk terkontaminasi dapat dilacak dengan lebih mudah dan cepat. Teknologi blockchain dari IBM dikembangkan dari open source Hyperledger Fabric dari Linux Foundation. Selain IBM, vendor teknologi lain yang juga mengembangkan sistem b lockchain untuk rantai produk di sektor pertanian adalah Infosys

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.