Strategi Nokia Menghadapi Persaingan

  • Whatsapp

Strategi Nokia Menghadapi Persaingan

 

Betapa jayanya Nokia bisa kita tengok dari situs ZDNet yang merangkum dari berbagai sumber untuk menentukan 10 ponsel terlaris dalam kurun waktu dari tahun 2000 hingga kini. Hasilnya? Tujuh seri Nokia masuk dalam daftar itu, bahkan merebut posisi 1-2-3. Namun jangan kaget jika ponsel Nokia yang masuk 10 ponsel terlaris masih tergolong ponsel dasar. Anak Gen-Y pasti akan mengernyitan dahinya melihat sosok ponselponsel laris buatan Nokia itu.

Toh tak bisa dipungkiri pada masanya ponsel itu sangat digemari. Posisi pertama dari 10 ponsel terlaris sepanjang masa itu adalah Nokia 1100, yang terjual lebih dari 220 juta unit. Ponsel ini diluncurkan kuartal ketiga tahun 2003. Disusul Nokia 3310/3330 (terjual lebih dari 136 juta) dan Nokia 2600 (terjual lebih dari 135 juta) yang masing-masing diluncurkan pada 2000/2001 dan Maret 2008. Empat seri lain menduduki peringkat 5 (Nokia 1600, lebih dari 130 juta), peringkat 6 (Nokia 1208, lebih dari 100 juta), peringkat 7 (Nokia 6010/6020/6030, lebih dari 75 juta), dan peringkat 8 (Nokia 5130 XpressMusic, lebih dari 65 juta). Jika ditotal semua seri Nokia maka lebih dari 861 juta unit telah terjual. Sebagai pelengkap, terselip dua merek ponsel di daftar 10 ponsel terlaris sepanjang masa.

Di peringkat empat ada Motorola Razr yang terjual lebih dari 130 juta. Lalu di peringkat sembilan ada iPhone 4S dengan total penjualan lebih dari 60 juta, dan posisi paling bawah adalah Motorola C139 yang terjual lebih dari 60 juta. Kamera depan semakin bagus Tentu persaingan ponsel sekarang sudah sangat berbeda dengan masa Nokia berjaya. Meski menurut Heri SW, pengamat gawai asal Surabaya, tidak banyak perkembangan di tahun 2017 nanti jika dikaitkan dengan ponsel dalam fungsinya sebagai alat komunikasi. “Perkembangan maksimal yang akan terjadi, populasi ponsel yang mendukung native VoLTE (fungsi telepon via jaringan 4G LTE-red) akan meningkat dibandingkan tahun ini. (2016 – Red.),” kata Heri. Tren yang lebih mungkin adalah soal kamera. Khususnya kamera depan yang dikhususkan untuk swafoto (selfie). Jika sebelumnya cenderung ala kadarnya, kamera ini akan terus ditingkatkan. Gejalanya sudah terlihat pada tahun ini dengan mulai bermunculannya ponsel dengan kamera depan memiliki resolusi yang justru lebih besar daripada kamera belakang. Satu hal yang bertahun-tahun silam tak pernah terjadi.

Bukan tak mungkin jika kemudian kamera depan ini memiliki fitur yang lebih mumpuni. Misalnya autofocus otomatis dan lampu kilat, serta memiliki aneka mode tambahan ala kamera profesional. Meski sebagai konsumen kita perlu hati-hati soal angka resolusi itu. Jangan lantas menganggap bahwa ponsel dengan kemera depan 13 megapiksel pasti jauh lebih bagus dibandingkan dengan kamera 8 megapiksel. “Banyak konsumen tak sadar bahwa hasil jepretan sebuah kamera ditentukan oleh kualitas lensa, sensor, dan masih banyak lagi. Tak sematamata karena ukuran megapiksel,” jelas Heri. Hal serupa berlaku untuk prosesor dan RAM. Banyak yang menganggap prosesor octa core lebih bagus daripada quad core. Begitu juga dengan RAM 4 GB dianggap pasti lebih cepat daripada RAM 2 GB. Padahal, kenyataannya tidak selalu begitu. Ada banyak hal yang perlu kita pertimbangkan dalam menilai hal tersebut. “Prosesor kan ada kelas-kelasnya.

Baca Juga  Proyektor yang bisa untuk Nonton Film dan Main Game 3D

Octa core entry level kalau diadu dengan quad core kelas atas ya bakal keok. Sedangkan soal RAM, selain ada pengaruh dari chipset, manajemen firmware juga berpengaruh. Ada firmware dari ponsel merek tertentu yang dikenal rakus RAM. Baru sekadar dinyalakan saja sudah mengonsumsi RAM 50% dari ukuran total. Nah, yang begitu kalau diadu dengan firmware ponsel lain yang dikenal lebih ringan RAM – meskipun RAM bawaan lebih kecil – bisa kalah,” terang Heri. Kecepatan koneksi dua kali lipat Selain soal kamera depan, Heri juga memperkirakan tahun 2017 bakal bermunculan ponsel dual SIM dengan kemampuan 4G/3G dan 3G secara bersamaan, bukan lagi 4G/3G dan 2G. Hal itu ditopang dengan munculnya chipset yang mendukung terjadinya hal itu. “Dengan demikian, problem susah ditelepon saat berada di jaringan 2G dapat diminimalkan.” Bagi mereka yang jarang berkomunikasi lewat suara, kondisi di atas bisa jadi tidak terlalu berpengaruh. Namun bagi mereka yang memerlukan komunikasi suara langsung, kondisi di atas sangat mengganggu. Mungkin ada yang pernah mengalami sinyal di ponsel penuh tapi tidak bisa menelepon.

Atau merasa tidak berada di daerah blankspot tapi ada teman yang bertanya kemana saja kok ditelepon tidak bisa-bisa. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Heri menjelaskan begini. Berbagai operator seluler beroperasi di Indonesia. Masing-masing memiliki alokasi frekuensi yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai regulator. Anggaplah frekuensi itu ibarat jalan. Ada operator yang memiliki jalan lebar, ada pula yang mempunyai jalan sangat lebar. Dulu jalan itu hanya dipakai untuk layanan 2G dan 3G. Ketika operator mulai menawarkan layanan 4G, sebagian jalan digunakan pula untuk menggeber layanan 4G LTE. Pengaturan ini-itu yang dilakukan operator membuat jalan yang disediakan untuk layanan 2G makin menyempit.

Baca Juga  Ini Bocoran Xiaomi Redmi Note 2, Smartphone Gahar, Harga Terjangkau

Dampak nyata yang mulai dirasakan pengguna, biarpun sinyal penuh, saat berada di jaringan 2G nomor milik pengguna sulit dihubungi. Penelepon mendapatkan notifikasi kalau nomor tujuan tidak aktif, di luar service area, sedang sibuk, bahkan tidak terdaftar. Pengguna berpotensi kehilangan peluang bisnis maupun terlambat menerima kabar penting. Adanya ponsel dual SIM yang memungkinkan dua nomor secara simultan berada di minimal jaringan 3G memberikan keuntungan ekstra. Sebab, jalan yang disediakan operator untuk layanan 3G biasanya lebih lebar daripada jalan untuk layanan 2G. Dengan demikian, tingkat keberhasilan panggilan masuk otomatis lebih tinggi. Peluang bisnis bisa diraup, kabar penting pun tak terlewatkan.

Selain banyaknya ponsel dual SIM 4G/3G dan 3G, tahun 2017 juga diwarnai dengan implementasi LTE Advanced atau carrier aggregation di wilayah tertentu. Nantinya, konsumen bisa mendapatkan kecepatan koneksi yang lebih tinggi. Secara teori, peningkatan yang terjadi bisa dua kali lipat. Menurut Heri, operator yang paling siap menerapkan LTE Advance adalah Smartfren. Papan ketik virtual Meski ponsel pintar sudah memiliki layar jembar, namun kehadirannya belum bisa menggeser laptop sama sekali. Memang, penjualan laptop mengalami banyak penurunan. Tak bisa disangkal bahwa sebagian tugas laptop saat ini sudah bisa dilakukan di ponsel pintar maupun pablet dan tablet.

Gawai-gawai ini memang lebih portable dan siap diakses kapan saja dibandingkan dengan laptop. Akan tetapi, tidak semua pekerjaan bisa diambil alih ponsel pintar karena laptop tetap memegang peranan kunci. Di sinilah yang membuat laptop pun berkembang seiring tahun. Tahun 2017 akan diwarnai dengan banyaknya laptop model hibrida. Maksud hibrida di sini, selain berfungsi sebagai laptop pada umumnya, gawai ini bisa berfungsi sebagai tablet (baik dengan model lipat atau papan ketik bisa dipisahkan). Microsoft getol memperkenalkan model hibrida ini melalui proyek Surfacenya. Bentuk hibrida itu akan lebih dieksplor dari sekadar dilipat atau melepas papan ketik, tapi juga dengan hadirnya layar kedua yang dikenalkan Apple. “Atau papan ketik virtual sekaligus bisa ditulisi seperti yang ditawarkan oleh Lenovo Yoga Book,” kata Lucky Sebastian, pengamat dunia gawai. Selain model hibrida, ditawarkan juga laptop dual OS dengan mesin virtual, misalnya Windows dengan Android.

Baca Juga  Review, Spesifikasi, Motherboard Gaming,1 jutaan, ECS GANK Z97-MACHINE

Dari sisi perangkat keamanan, pengaman sidik jari atau pindai bola mata akan menjadi pelengkap di banyak laptop papan atas karena sistem keamanan seperti ini sudah biasa ada di ponsel pintar. Bahkan ponsel pintar dan laptop pun akan “menyatu” . Misalnya dengan menampilkan layar ponsel pintar di laptop atau sebaliknya sehingga bisa bekerja secara simultan. Inteligensi buatan seperti asisten yang bisa diajak bercakap-cakap dan perintah suara pun akan lebih umum juga dipergunakan di laptop. Untuk mengejar ukuran yang kompak, beberapa jenis laptop kelas atas menyederhanakan port pada laptopnya. Akan mulai banyak laptop menggunakan standar port baru USB-C dan meniadakan beberapa tipe port yang sudah ketinggalan zaman, seperti VGA port dan modem port. Soal kinerja tentu akan semakin meningkat.

Penggunaan prosesor terbaru yang tak hanya memiliki performa tinggi dalam kinerja tapi juga irit baterai. (Apalagi paruh kedua 2017 akan muncul prosesor generasi berikutnya. Intel, misalnya, akan mengeluarkan Cannon Lake meneruskan generasi Kaby Lake. Ukurannya 10 nm sehingga lebih kecil namun lebih kencang dan irit baterai serta tingkat kepanasannya rendah.) Ini didukung oleh teknologi cakram keras yang tidak lagi mekanikal tapi SSD yang terus berkembang semakin cepat dan murah. Dipadu dengan resolusi layar yang semakin tinggi, ukuran yang kompak karena layar yang semakin kecil bezelnya, papan ketik yang tipis atau malah virtual, dan baterai lebih awet maka sosok laptop pun mendekati ponsel pintar saat ini: enteng dibawa, bertenaga, dan siap kapan pun.

Untuk sistem operasi, Windows dan MacOS memiliki saingan. Munculnya laptop sederhana dengan ChromeOS yang sekarang banyak digunakan di dunia pendidikan terus berkembang. Apalagi Google mulai menggabungkan ChromeOS ini dengan kemampuan untuk menggunakan aplikasi Android. Bisa jadi tahun 2017 akan mencatat penggabungan ChromeOS dan Android yang dikenal sebagai Andromeda. Dengan makin banyaknya orang tergantung dengan Internet dan akses internet yang lebih cepat, plus cakupan yang luas, besar kemungkinan orang kesengsem dengan sistem operasi baru ini. Toh sebagian besar pekerjaan kita sekarang saat menggunakan laptop sudah didominasi penggunaan peramban. Menarik untuk melihat bagaimana gawai-gawai itu akan semakin memudahkan hidup kita. Perkembangan teknologi memang harus memudahkan hidup kita. Seperti jargon Nokia dulu yang ingin kembali lagi: teknologi yang mengerti Anda

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.