Contoh Penerapan AI di Tahun 2020 ini

  • Whatsapp

Contoh Penerapan AI di Tahun 2020 ini – pada tahun ini, Artifcial Intelligence (AI) akan menjadi mainstream. Begitu hasil riset bertajuk 2020 Workplace Learning Trends Report yang baru-baru ini dirilis oleh platform pembelajaran daring Udemy. Pada tahun 2020, kita akan melihat AI diimplementasikan pada hampir semua aspek bisnis. Bagian Pemasaran menggunakan AI untuk memperoleh wawasan tentang perilaku pelanggan sehingga dapat membuat penawaran yang sesuai. Divisi HR mulai menggunakan AI untuk merekrut, menyaring, dan mewawancarai kandidat. Divisi Keuangan menggunakan AI dan machine learning untuk mengurangi pengeluaran biaya perjalanan perusahaan. Dan makin banyak penggunaan AI dalam berbagai aspek dalam bisnis akan kita saksikan.

Namun, laporan Udemy tersebut juga mengatakan bahwa sebagian besar perusahaan belum siap menyambut datangnya era AI. Dari 4.000 perusahaan yang disurvei, 65% mengatakan bahwa AI dan robotics adalah isu penting dan paling penting dalam pengembangan human capital. Tapi hanya 26 persen dari responden menyatakan bahwa organisasi mereka siap untuk menghadapi dampak dari teknologi ini. Dalam 3 tahun terakhir, Udemy mengamati meningkatnya minat terhadap beberapa keahlian (skill) yang terkait dengan AI dan data science. Ketika melihat skill yang paling populer di tahun 2020, Udemy menemukan tren yang sama. Meisia Chandra Head of Accounts & Consulting, Storm Benefits Indonesia Twitter: @mei168 pENULIS Soft Skills, Makin Penting di era aI Banyaknya permintaan untuk keahlian AI dan data science (Python, machine learning, deep learning), serta kemampuan untuk web development frameworks (React, Angular), dan cloud computing, serta sertifkasi TI lainnya (AWS, CompTIA). Menariknya, laporan ini juga menyebutkan bahwa pada tahun 2020, selain AI akan menjadi mainstream, manusia pun akan makin menyadari potensinya sebagai manusia. Lebih dari sebelumnya adalah tentang “sisi manusia” dari tenaga kerja kita.

Baca Juga  Harga Camcorder 4k Terbaik saat Ini

Ketika AI mengambil alih tugas-tugas yang bisa diotomatisasi, pekerja manusia dapat kian fokus pada tugas-tugas yang membutuhkan keunggulan unik manusia, seperti kreativitas, kecerdasan emosional, dan kemampuan storytelling. Shelley Osborne, Vice President of Learning, Udemy, mengatakan bahwa ia memerhatikan peningkatan minat terhadap beberapa keahlian yang membutuhkan elemen manusia, seperti critical thinking dan kecerdasan emosional (emotional intelligence). Keahlian seperti inilah yang membedakan manusia dengan mesin. “Orang-orang semakin menyadari bahwa soft skills menjadi kian relevan, dan soft skills ini tidak bisa digantikan oleh teknologi. Kreativitas dan inovasi, contohnya, adalah hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh mesin,” ujar Osborne seperti dikutip dari CNBC. Elon Musk pernah mengatakan bahwa akan tiba waktunya ketika mesin telah menjadi demikian canggih sehingga mereka bisa memprogram dirinya sendiri. Dan ketika hal itu terjadi, dalam beberapa kasus, hanya bisnis dan pekerjaan yang fokus pada interaksi manusia yang akan terus bertahan.

relevansi SteM Menurun

Kebijaksanaan konvensional tentang keahlian yang dibutuhkan di abad ke- 21 mengatakan bahwa para pelajar perlu mengusai bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Math) dan bahkan belajar coding untuk persiapan masa depan karena banyaknya lowongan di bidang-bidang tersebut. Namun data dari Google justru menemukan hal yang sebaliknya. Google menggelar Project Oxygen pada tahun 2013. Melalui proyek ini, Google mengumpulkan data dari setiap rekrutmen, pemecatan, dan promosi yang dilakukan oleh Google sejak berdirinya perusahaan tersebut pada tahun 1998. Google menemukan delapan kualitas paling penting untuk karyawan Google, dan ternyata keahlian STEM berada pada urutan kedelapan. Ternyata, tujuh karakteristik teratas yang perlu dimiliki agar sukses berkarier di Google semuanya tergolong soft skills.

Baca Juga  Daftar Aplikasi Wajib untuk IOS Terbaik

Tujuh skill tersebut adalah menjadi coach yang baik, berkomunikasi dan menjadi pendengar yang baik, memiliki wawasan tentang orang lain (termasuk nilai dan sudut pandang orang lain yang berbeda), memiliki empati dan bersikap mendukung rekan kerja, menjadi critical thinker dan problem solver, dan mampu membuat hubungan di antara gagasan-gagasan kompleks. Dan Schawbel, pengamat tren di tempat kerja setiap tahun menulis di LinkedIn daftar tren di tempat kerja yang perlu diperhatikan pada tahun itu. Pada tahun 2020 Schawbel meramalkan kembalinya bidang studi seni budaya (liberal arts). “AI akan mengotomatiskan keahlian-keahlian teknis (technical skills) dan mendorong kebutuhan untuk soft skills, seperti kreativitas, komunikasi, dan empati,” tulis Schawbel di laman LinkedIn-nya. Ia menambahkan, beberapa tahun terakhir memang perusahaan berfokus merekrut pekerja dengan keahlian STEM, tapi relevansi bidang ini akan terus menurun, dan digantikan oleh bidang seni. Sejak tahun 2009, lulusan STEM dipercaya akan memiliki stabilitas dalam bekerja, mendapatkan gaji yang tinggi, sementara lulusan seni sulit mencari pekerjaan.

Schawbel menambahkan bahwa kini lulusan seni memang mendapat gaji permulaan yang lebih rendah, tetapi gaji mereka meningkat lebih cepat daripada para lulusan STEM. Ia mencontohkan, saat ini separuh dari team leader Slack Technologies berasal dari lulusan seni. Laporan McKinsey menganalisis pekerjaanpekerjaan yang rentan terhadap automasi dan menemukan bahwa pekerjaan yang memanfaatkan soft skills pekerja adalah pekerjaan yang paling aman dari automasi. Misalnya, pekerjaan yang melibatkan pengelolaan (managing) dan pengembangan (developing) potensinya untuk diautomasi hanya 9%. Kembali ke laporan Udemy, berikut adalah daftar 10 soft skills yang paling cepat bertumbuh pada tahun 2020.

Baca Juga  PC Desktop, All in One, Terbaik, Murah, Acer Aspire X3-780

Yuk, kita belajar keahlian berikut untuk menjadi semakin sukses di tempat kerja!

  • 1 Growth mindset kemampuan untuk terus : belajar dan bersedia beradaptasi terhadap perubahan.
  • 2 Creativity mengembangkan gagasan- : gagasan baru, mengaplikasikan solusi baru untuk mengatasi masalah yang ada.
  • 3 Focus mastery memanfaatkan konsentrasi : untuk membuat keputusankeputusan jangka pendek dan panjang dengan lebih baik.
  • 4 Innovation membuat perbaikan pada : gagasan, konsep, proses, atau metode yang sudah ada untuk mencapai hasil yang diinginkan.
  • 5 Communication skills menafsirkan informasi melalui : berbicara, mendengar dan mengamati.
  • 6 Storytelling mengorganisasikan pikiran : dan data menjadi naratif yang komprehensif dan holistik.
  • 7 Culture awareness kemampuan untuk berinteraksi, : bekerja, dan mengembangkan hubungan bermakna secara efektif dengan orang-orang dari berbagai latar belakang budaya dalam organisasi.
  • 8 Critical thinking analisis dan evaluasi obyektif : dalam rangka membuat penilaian terhadap sebuah topik.
  • 9 Leadership memberikan bimbingan dalam : organisasi.
  • 10 mempraktikkan kontr motional intelligence ,: ekspresi dan observasi hubungan interpersonal di antara orang orang di tempat kerja

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.