Jenis file MP3 yang Suaranya Bagus di Mobil

 News



[Total: 0    Average: 0/5]

File Menentukan Kualitas Suara

 

File musik ternyata memiliki peran penting untuk menentukan kualitas musik di mobil. Apa yang menjadi faktor penting dari file musik digital? Sekarang adalah eranya digital. Perkembangan teknologi audio pun tak lepas dari digitalisasi. Mungkin Anda merasakan ketika memiliki mobil tahun pembuatan sebelum 2008, Anda disajikan sistem audio yang hanya dapat memutar musik melalui kepingan CD. “Saat itu, format lagu awal ialah WAV yang berasal langsung dari recording



File ini masih dalam bentuk gabungan dari berbagai track (nada). File ini diubah formatnya menjadi CDA (CD) agar tersedia informasi detail seperti bit rate, durasi, format dan lain-lain. Dan terciptalah sebuah CD yang Anda putar di player selama ini,” ujar Darmo S Soedirman, Editor Majalah What Hi-Fi? Indonesia. Nah saat ini, era digital membuat semua hal yang berhubungan dengan pemutar musik menjadi lebih simpel. Hanya membutuhkan le digital yang disimpan pada perangkat keras (hardware).

Perangkat keras itu bisa berupa gadget atau ruang penyimpan seperti ashdisk. Meski begitu, untuk menghasilkan kualitas suara yang apik di sebuah mobil, tidak hanya bermodalkan headunit dan speaker semata. Jenis le lagu juga memiliki peran penting untuk menghasilkan suara yang sesuai sebagai teman di perjalanan. Meski memiliki kualitas suara yang baik, ukuran le audio dengan format WAV masih sangat besar. Dikembangkanlah metode untuk mengurangi ukuran le audio. Dari sini lahir format audio paling populer, yakni MP3. Ukuran le yang kecil hingga memudahkan saat penyimpanan menjadi senjata andalan. Sayangnya, untuk mengurangi ukuran le, harus mereduksi kualitas suara.

Baca Juga  Game PC Petualangan Grafik Bagus

Lalu bagaimana cara memaksimalkan kualitas suara melalui file digital? Berikut ulasannya.

FORMAT FILE

Banyaknya format le yang tersedia sebenarnya memberikan banyak pilihan bagi penggemar audio. Masalahnya, tidak semua player audio mobil bisa memutar format yang beredar di pasaran. Oleh sebab itu, bacalah dulu spek audio mobil Anda sebelum memutuskan format le audio yang akan dipakai. Head unit di mobil kini mampu membaca beragam format le musik. Diantaranya yang umum adalah CDA, MP3, dan WAV. Untuk mendapatkan kualitas audio terbaik, format WAV adalah pilihan yang tepat. Namun Anda harus menerima konsekuensi ukuran le yang besar tentunya.

Oh ya, beberapa sistem audio mobil juga sudah bisa memutar le audio dengan format FLAC. Format le ini sedang digemari penggemar sound quality lantaran memiliki kualitas setara dengan WAV. Meski tetap, dengan ukuran le sangat besar. “Jika ingin tetap menggunakan format MP3, mau tidak mau Anda harus memilih bit rate yang tinggi,” jelas Darmo. Bit rate sendiri ialah istilah yang digunakan untuk menggambarkan jumlah data yang diolah dalam jumlah waktu tertentu. Pengukuran umum dari bit rate biasanya menggunakan istilah kilobyte per second (kbps). Untuk mendapatkan kualitas audio baik meskipun menggunakan format MP3, pilihlah le dengan bit rate 320 kbps. Karena suara yang dihasilkan akan lebih jernih dibandingkan dengan le yang memiliki bit rate 256 kbps.

Baca Juga  Download Game Bola Lucu untuk Anak Anak MOD APK OBB

Namun itu baru bisa Anda lakukan saat ripping dari CD audio atau mengkompresi dari le besar sekelas WAV atau FLAC. Jika sudah terima jadi, bisa dilihat pada properti lenya. Selain MP3 dan WAV, masih ada format le audio lain yang beredar di dunia digital. Sekelas dengan MP3, ada AAC yang dipopulerkan oleh Apple. Di kelas ini, Windows juga memiliki le audio dengan format WMA. Setara WAV, Apple juga memiliki le lossless AIF. UKURAN FILE DIGITAL Sebagai dasarnya, anda harus mengetahui ukuran le lagu yang tersedia untuk memaksimalkan kualitas audio yang akan menghibur Anda. Semakin kecil ukuran le, semakin buruk kualitas audio yang disajikan.

Hal ini berkaitan dengan metode kompresi atau codec. Supaya ukuran file audio bisa kecil, beberapa detail teknis dipangkas. Alhasil, suara yang dihasilkan terdengar tidak lengkap. Cukup terasa bagi Anda penyuka kualitas suara. Masalahnya, kualitas audio yang sudah dikompresi tidak akan mungkin mendekati aslinya. Jadi jangan berharap banyak terhadap kualitas suara. Jika ukuran le di bawah 5 MB, sudah dapat dipastikan kualitas suaranya terdengar buruk. Lebih besar lebih baik. Namun itu membuat le audio semakin besar. Sebagai gambaran, jika ingin tetap menggunakan le audio MP3, simpan yang berukuran sekitar 10 MB. Sudah lebih lengkap sehingga menambah keasikan menikmati musik.

Baca Juga  3 Aplikasi Senter Android Terbaik 2016/2017

Walau masih jauh dari WAV atau FLAC yang mencapai 60-80 MB. Bahkan 100 MB. Ripping Awalnya, ripping berarti mengubah file audio yang berada dalam keping CD ke dalam format digital agar mudah disimpan di media penyimpan digital. Seiring waktu, software untuk ripping juga bisa dipakai untuk mengkonversi format audio. Proses konversi format audio hanya efektif untuk menurunkan format. Misal dari WAV ke MP3. Jika Anda melakukan konversi dari MP3 ke WAV, proses tersebut tidak akan berlangsung optimal lantaran detail suara yang hilang tidak dapat dikembalikan secara digital.

Anda pun tidak mendapatkan kualitas WAV yang sesungguhnya. Untuk melakukan kompresi file atau mengubah format, Anda bisa mengandalkan aplikasi (software) yang bekerja mengubah format melalui komputer (hardware). Aplikasi yang tersedia pun cukup banyak. Bahkan itunes pun menyediakan untuk mengubah format audio. Sesuaikan format file yang dihasilkan dengan kebutuhan Anda. Tentu dengan tetap mempertimbangkan kualitas suara agar tetap optimal.

Artikel yang kamu Cari ga ktemu? Cari disini. Teknorus.com

Author: 

Selamat Datang di Teknorus.com. Btw kenalin ane admin ke 3 di Website teknorus.com ini. Selain sebagai admin teknorus, saya juga sebagai seorang SEO Spesialist di perusahaan tertentu

No Responses

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.