Sering di Gunakan Sebar Hoax Oleh Kampret Facebook Hapus 1 Milyar Akun Palsu

  • Whatsapp

Sering di Gunakan Sebar Hoax Oleh Kampret Facebook Hapus 1 Milyar Akun Palsu

JAKARTA – Facebook, jejaring sosial global yang berbasis di California, Amerika Serikat, mengaku telah menghapus 1,55 miliar akun palsu selama dua kuartal terakhir, terdiri atas 800,4 juta pada kuartal II dan sebanyak 753,7 juta pada kuartal III-2018. Sebagian besar akun palsu dibuat dengan motivasi komersial yang berusaha membuat akun secara massal. VP of Product Management Facebook Guy Rosen mengatakan, Facebook sekarang bisa menghapus sebagian besar akun palsu dalam beberapa menit saja setelah akun didaftarkan. “Jumlah akun palsu pun kini tetap stabil di persentase 3-4% dari pengguna aktif per bulan, sebagaimana dilaporkan dalam temuan kuartal III tahun ini,” ujar Rosen, dalam keterangannya, akhir pekan lalu. Dia juga menyampaikan, pihaknya telah menghapus 15,4 juta konten yang memuat gambaran kekerasan pada kuartal III-2018. Jumlah tersebut bertambah lebih dari 10 kali lipat dibandingkan penindakan konten yang sama pada kuartal IV-2017. Facebook pun diklaimnya tidak hanya telah membuat kemajuan dalam menemukan konten buruk, tetapi juga menghapusnya.

“Peningkatan ini disebabkan oleh terus meningkatnya teknologi kami yang memungkinkan penerapan tindakan yang sama secara otomatis untuk konten yang sangat serupa, atau identik,” tambahnya. Rosen menyampaikan, sebagaimana pengumuman pekan sebelumnya, ada peningkatan signifikan dalam jumlah konten terorisme yang dihapus oleh Facebook pada kuartal II-2018. Facebook pun terus memperluas penggunaan sistem pencocokan media, sebuah teknologi yang dapat secara proaktif mendeteksi foto yang sangat serupa dengan konten yang melanggar di database untuk menghapus gambar lama propaganda teroris. “Sebagian peningkatan (hasil baik) ini karena kami telah memperbaiki bug (celah keamanan) yang tadinya membuat kami tidak bisa menghapus beberapa konten yang melanggar kebijakan kami,” tambahnya. Data-data tersebut merupakan bagian dari Laporan Penegakan Standar Komunitas kedua yang diterbitkan oleh Facebook. Laporan kali ini memperlihatkan upaya penegakan kebijakan Facebook dalam menghapus gambaran kekerasan, ketelanjangan orang dewasa dan aktivitas seksual, propaganda teroris, ujaran kebencian, spam, serta akun palsu, selama enam bulan dari April hingga September 2018. Sebelumnya, pada Mei lalu, Facebook juga telah mengeluarkan statistik yang memperlihatkan berapa banyak konten melanggar yang telah dideteksi agar orang dapat menilai perkembangan Facebook dalam menegakkan Standar Komunitas.

Kategori Baru

Sementara itu, ada data dari dua kategori baru yang kali ini ditambahkan dalam laporan tersebut, yakni perundungan serta ketelanjangan anak dan eksploitasi seksual anak. Keduanya diklaim akan berfungsi sebagai titik awal yang dapat digunakan untuk JAKARTA – IBM Indonesia, perusahaan solusi kognitif dan cloud platform terdepan, menggelar IBM BP Solutions Summit 2018 di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, pekan lalu. Acara yang diselenggarakan kedua kalinya ini merupakan sebuah ajang untuk meningkatkan kolaborasi antara mitra dan IBM Indonesia. Beberapa mitra yang terlibat di antaranya AGIT, Anabatic Technologies, Bina Data Mandiri, Binareka Tata Mandiri, Blue Power Technology, Intikom Berlian Mustika, Lintasarta, Multipolar, Perkom, Sinergi Wahana Gemilang, dan Tech Data. Ajang yang diadakan kali ini bertujuan untuk memberikan layanan terbaik yang dapat membantu pelanggan menjalankan transformasi digital agar lebih mudah diprogram dan menjadi lebih cerdas. Mengusung tema Put Smart to Work, kegiatan bertujuan untuk menggabungkan talenta dan teknologi untuk merubah cara berbisnis di era digital saat ini.

Baca Juga  Apa itu Netflix? Berapa Biaya Langganan NetFlix

“Kami memberikan keleluasaan kepada partner kami untuk berinovasi menggunakan teknologi kami dalam menawarkan layanan terbaiknya bagi para pelaku bisnis agar dapat diterapkan dengan mudah, efisien, dan cerdas,” ungkap Novan Adian, country manager one channel IBM Indonesia. IBM Indonesia mengajak para peserta summit untuk membangun potensi bisnis di masa depan dengan memanfaatkan teknologi terkini, antara lain kecerdasan buatan (artificial intellgence/AI), komputasi awan (cloud), blockchain, dan internet of thing (IoT). Semua teknologi ini diyakini akan merubah dunia di masa depan. Karena itu, lanjut dia, diperlukan pelatihan yang efektif dan terpercaya, serta implementasi yang baik untuk memanfaatkan teknologi-teknologi tersebut. Melalui solusi-solusi yang diperkenalkan, para pelaku industri diharapkan dapat mengembangkan implementasi business to business (B2B) ser ta membangun masa depan bisnis dengan lebih cerdas. Dalam acara itu, para mitra IBM Indonesia yang terlibat tidak hanya saling berbagi pengetahuan (sharing knowledge), tetapi juga memanfaatkan fasilitas teknologi yang telah ada, atau melakukan inovasi guna menciptakan dan meningkatkan nilai bisnis kepada pelanggan.

Anabatic Menjawab tuntutan kebutuhan pelaku bisnis keuangan di Indonesia yang akan branchless banking, e-money, mobile banking, customer application, serta aplikasi yang digunakan para agen asuransi, PT Anabatic Technologies, sebagai salah satu mitra IBM Indonesia, mengembangkan Pocket Bank untuk melayani bankbank di Indonesia, regional Asean, dan di Timur Tengah. Anabatic sudah lebih dari 10 tahun menjadi mitra IBM Indonesia dan memanfaatkan teknologi IBM. Perusahaan pun telah teruji bisa mengembangkan solusi yang bermanfaat bagi para pelanggannya. Direktur PT Anabatic Technologies Adriansyah Adnan mengatakan, Pocket Bank memiliki fitur unggulan yang mendukung proses transaksi nonfinansial seperti registrasi nasabah, pembukaan rekening, profiling nasabah, dan juga customer service. Selain itu, Pocket Bank mendukung independensi terhadap sistem yang sudah di miliki oleh pelanggan. “Untuk industri perbankan, Pocket Bank memudahkan pengoperasiaanya tanpa harus memiliki banyak cabang dengan investasi tinggi. Solusi ini membantu bank untuk mengakses pangsa pasar melalui sistem core banking yang ada di saku nasabah,” tutur Adriansyah. (lm) BANDUNG – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) terus menambah karyawan berusia milenial, atau yang berusia antara 23-36 tahun. Hal ini dilakukan karena talenta digital untuk saat ini, terutama dari generasi milenial, merupakan keniscayaan yang tidak bisa dicegah sesuai perkembangan zaman.

Baca Juga  Daftar Gadget Laptop Terbaik Bulan ini

“Saat ini zaman telah berubah, era disrupsi sudah nyata terjadi. Air BnB dan Uber tak perlu punya hotel dan kendaraan, namun mereka sudah jadi big business dalam waktu singkat, sehingga kita perlu percepatan talenta digital,” kata Chief Human Capital Officer (CHCO) Telkom di Bandung, Jumat (16/11) pekan lalu. Menurut dia, saat ini, Indonesia masih kekurangan talenta digital di semua industri, sehingga perlu sinergi percepatan antarpihak. Kebutuhan tersebut membuat pihaknya kini sudah memiliki komposisi karyawan usia milenial secara grup keseluruhan mencapai 80% serta Telkom sebagai induk usaha sebesar 35%. “Atau terjadi kenaikan di BUMN ini sebesar 15% dari komposisi awal saat saya menjabat CHCO tahun 2015 lalu masih 20%,” tambahnya. Salah satu strategi yang dijalankan Telkom adalah dengan saling belajar sekaligus berbagi pengalaman antarpara pihak melalui forum PluggedIn yang bertema PluggedIn, Corpu Indonesia Learn & Share di Telkom Corporate University (Corpu). Forum tersebut bisa diakses para pegiat human capital management (HCM), khususnya yang berada di BUMN. Saat ini, Herdy kebetulan juga menjabat sebagai ketua umum Forum Human Capital Indonesia. Dia melanjutkan, perubahan sosial dan prilaku masyarakat dan industri membuat karyawan selalu mengutamakan kepraktisan beraktivitas termasuk saat belajar.

Secara simultan, hierarki bos dan bawahan makin memudar seiring tren kolaborasi dan interpreneurship, sehingga lingkungan kerja menjadi lebih fleksibel. “Harapan kami, melalui PluggedIn, proses pembelajaran dan berbagi menjadi lebih fun, lebih luas aksesnya, serta seperti yang kami alami, mampu memberikan dampak kepada performa bisnis perusahaan,” katanya. Sementara itu, SGM Telkom Corpu Rina D Pasaribu mengatakan, acara tersebut diadakan untuk menyinergikan semua pihak. Karena itu, hadir di lokasi sedikitnya 300 perwakilan dari 74 entitas yang berasal dari 60 BUMN, lima lembaga pemerintahan, dua universitas, dan tujuh perusahaan swasta. “Maka, kami tulis PluggedIn Corpu Indonesia, bukan Telkom saja, karena kami ingin berbagi. Tak hanya memberi, tapi juga diajarkan pengalaman dari BUMN lain,” tutur Rina. Dia menyampaikan, pihaknya merasa punya kompetensi dalam bidang digital, sehingga menginisiasi platform digital untuk semua pihak yang tertarik meningkatkan kompetensi sumber daya manusianya (SDM). Deputi SGM Telkom Corpu Bambang Budiono menuturkan, selama ini, pihaknya selalu menjadi rujukan studi banding dengan intensitas kunjungan nyaris tiap pekan, baik dari BUMN, TNI, kementerian, hingga negara asing. “Kami adakan acara PluggedIn ini sebagai bentuk open house agar lebih banyak yang bisa mempelajari Corpu, untuk nanti diterapkan di tempatnya masing-masing,” katanya.(ant) mengukur kemajuan Facebook seiring berjalannya waktu. Perundungan dan pelecehan cenderung bersifat personal dan spesifik konteksnya. Karena itu, dalam banyak kasus, orang harus melaporkan perilaku tersebut sebelum Facebook dapat mengidentifikasi, atau menghapusnya.

Baca Juga  Swiss Tag Heuer Smartwatch Terbaik untuk Pebisnis

Ini mengakibatkan tingkat deteksi proaktif yang lebih rendah daripada jenis pelanggaran lainnya. Pada kuartal III-2018, Facebook telah menindak 2,1 juta konten yang melanggar kebijakan tentang perundungan dan pelecehan, ser ta menghapus 15% di antaranya sebelum dilaporkan. “Kami menjelajahi konten ini secara proaktif selagi mencari jenis pelanggaran lain,” tutur Rosen. Standar komunitas Facebook dipastikan melarang eksploitasi anak. Guna menghindari potensi penyalahgunaan, Facebook juga menghapus konten nonseksual, misalnya foto anak sedang mandi yang bersifat polos, yang dalam konteks lain mudah untuk disalahgunakan. Pada kuartal yang sama, Facebook pun sudah menghapus 8,7 juga konten yang melanggar kebijakan tentang ketelanjangan anak atau eksploitasi seksual anak, 99% di antaranya dihapus sebelum ada yang melaporkannya. Baru-baru ini, Facebook telah mengumumkan teknologi baru untuk memerangi eksploitasi anak yang diyakini dapat membantu untuk mengidentifikasi lebih banyak konten ilegal dengan lebih cepat. Pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan akan terus membantu Facebook dalam mendeteksi dan menghapus konten buruk. “Untuk membantu, kami mengevaluasi proses dan metodologi data bersama Data Transparency Advisory Group (DTAG), kelompok pakar pengukuran dan tata kelola. Kami akan terus meningkatkan data ini seiring waktu agar lebih akurat dan bermakna,” tambah Rosen.

Rasa Aman

Rosen menyampaikan, orang hanya akan merasa nyaman berbagi di Facebook jika merasa aman dan relatif bebas dari konten-konten negatif. Karena itu, selama dua tahun terakhir, Facebook telah banyak berinvestasi dalam teknologi dan sumber daya manusia agar konten negatif dapat dihapus dari platform lebih efektif. Dia pun mengaku, Facebook telah mengalami kemajuan dalam mengidentifikasi konten yang melanggar secara proaktif, sebelum ada yang melaporkannya, khususnya untuk ujaran kebencian dan gambaran kekerasan. Tetapi, Facebook juga masih harus berusaha lebih keras pada bidang yang lain. Sejak laporan terakhir, jumlah ujaran kebencian yang Facebook deteksi secara proaktif, sebelum ada yang melaporkannya, meningkat lebih dari dua kali lipat dari 24% menjadi 52%. Sebagian besar posting-an yang dihapus ditemukan sebelum ada yang melaporkannya kepada Facebook. Hal itu merupakan pekerjaan yang amat penting dan Facebook terus berinvestasi besar serta terus meningkatkan kinerja dalam bahasa yang kurang umum digunakan. Tingkat deteksi proaktif untuk gambaran kekerasan pun dilaporkan meningkat persentasenya sebesar 25%, dari 72% menjadi 97%.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.