Siapa itu Aaron Levie

  • Whatsapp

Siapa itu Aaron Levie

Ketajaman Aaron Levie melihat masa depan industri cloud storage meraih sukses besar. Box yang dirintis bersama tiga kawan sekolah menengahnya kini menjadi salah satu perusahaan start up paling sukses di dunia. Listing perdana Box di Wall Street bahkan mampu mencatat kenaikan harga yang fantastis karena harapan yang tinggi dari para investor. Initial Public Offering (IPO) Box pada 23 Januari 2015 lalu sangat fenomenal karena kenaikan harga yang mencapai 73,12 persen pada hari pertama perdagangannya. Padahal, di kala itu, pasar saham sedang dilanda kelesuan.“Kami sangat senang dan takjub menjadi sebuah perusahaan publik,” kata Levie seperti dilansir Forbes. Levie membangun Box bersama tiga kawan sekolahnya di Mercer Islan, Washington yakni Dylan Smith, Sam Ghods, dan Jeff Queisser. Mereka tetap berteman baik meskipun kemudian menjalani jalan hidup masing-masing sebelum akhirnya bertemu lagi untuk membangun Box. Anak muda kelahiran 27 Desember 1984 itu mendapatkan ide membuat Box ketika menuntut ilmu bisnis di University of Southern California pada tahun 2003.

Levie mengakui bahwa ide untuk membuat Box tidak datang secara tiba-tiba, melainkan seperti serangkaian puzzle. “Ide tentang Box ini tidak hadir seperti sebuah petir yang menyambar kepala, dan tiba-tiba Anda menjadi sangat terobsesi dengan masalah penyimpanan fle secara online. Ini melibatkan serangkaian faktor,” katanya seperti dilansir Techrepublic. Penggalan pertama puzzle muncul ketika Levie dan kawan-kawannya mengerjakan banyak hal dari komputer, bekerja sama dalam sejumlah proyek, dan mengakses fle dari berbagai tempat, termasuk perpustakaan, ruangan kelas, dan kamar asrama. “Saya merasa terbebani untuk berbagi data melalui sejumlah sistem yang berbeda dan dengan orang yang berbeda. Sepertinya semua orang membutuhkan semacam solusi yang lebih sederhana,” ungkap Levie. Kepingan puzzle berikutnya hadir ketika ia mendapat tugas untuk mengevaluasi sejumlah industri. Levie memilih industri penyimpanan online yang mulai muncul ketika itu. Tugas itulah yang memunculkan kesadaran Levie tentang potensi besar pasar cloud storage. Box secara resmi diluncurkan pada tahun 2005. Levie sendiri akhirnya tidak menuntaskan kuliahnya dan memilih menekuni bisnis cloud storage. Indra penciuman Levie bekerja dengan baik karena pasar cloud storage ternyata tumbuh pesat. Pada tahun 2007, Levie dan Smith memutuskan untuk mengalihkan Box dari jasa consumer penjualan ke bisnis. Sejak itulah pertumbuhan Box sangat mengesankan.

Baca Juga  Aplikasi Android Terbaik pengganti Twitter tanpa Root

 

Kesuksesan Box tidak bisa lepas dari ketajaman Levie melihat masa depan. Pada Januari 2010, ketika Steve Jobs berdiri di panggung dan mengumumkan iPad, Levie menyadari bahwa komputer tablet itu akan mengubah segalanya. Pada musim semi tahun 2010, Levie memanggil para developer dan memerintahkan mereka untuk membuat apps Box untuk iPad secepatnya, karena komputer tablet itu akan segera tersedia di toko-toko. “Aaron berjalan ke dalam ruang pertemuan dan mengatakan: ‘kita mempertaruhkan perusahaan pada hal ini. Ini adalah pertaruhan besar’,” kata Josh Stein (Managing Director Draper Fisher Jurvetson, menirukan ucapan Levie). Pada 24 Maret 2010, seminggu sebelum iPad dirilis atau dua bulan setelah permintaan pertamanya pada developer, Levie mengungkapkan bahwa dirinya baru saja melihat masa depan apps Box di iPad. Box sendiri terus bertumbuh pesat. Pendapatan perusahaan mencapai dua kali lipat setiap tahun dan menyentuh nilai US$100 juta pada akhir tahun 2013. Nilai perusahaan mencapai US$1,7 miliar ketika melaksanakan IPO. Pada triwulan I tahun 2015, Box berhasil membukukan pendapatan hingga US$65,6 juta atau melebihi ekspektasi analis yang hanya sebesar US$63,7 juta. Angka tersebut juga berarti pertumbuhan pendapatan mencapai 45 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun 2014. Pada tahun 2014, Box mengklaim 40 persen perusahaan yang masuk Fortune 500 telah menggunakan jasanya. Jumlah karyawan Box berlipat-lipat ganda dan kini mencapai seribu orang di berbagai belahan dunia.

Baca Juga  Smartphone Terbaru Terbaik Murah Dari Acer

 

Pencapaian Box menempatkan Levie dalam jajaran daftar technopreneur muda kaya. Hartanya ditaksir hampir mencapai US$ 100 juta setelah IPO Box menuai sukses. Majalah Inc pada tahun 2013 menobatkannya sebagai “Entrepreneur of The Year”. Levie menyadari persaingan cloud storage sangat ketat. Box harus berhadapan dengan pemain-pemain besar lainnya seperti Accellion, Citix, Huddle, Google, Hightail, IBM, Oracle, dan tentu saja Microsoft. Kerja keras adalah satu hal yang wajib bagi sosok Levie. Meskipun dikenal humoris, Levie sangat serius mengurus Box. Ia biasa memulai hari kerjanya pada pukul 11.00 siang. Sebanyak 90 persen waktunya di siang hari dihabiskan untuk rapat ataupun wawancara. Di sore hari, Levie menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan aktivitasnya membalas ratusan e-mail. Sekitar pukul 03.00 dini hari, Levie baru beranjak tidur. “Rambut saya makin beruban. Saya bahkan beruban sebelum Obama,” kelakarnya seperti dilansir dari Inc.com. Kesuksesan Box tidak membuat Levie lupa pada misinya semula untuk membantu para developer. Pada April 2015, Box mengumumkan rencana pendanaan hingga US$40 miliar untuk para startup yang dibangun berbarengan dengan jasanya. Untuk pendanaan ini, Box menggandeng Bessemer Venture Partners dan Emergence Capital Partners.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.