Inilah Hardisk Wireless Terbaik dengan Harga Murah

  • Whatsapp

Hardisk Wireless Terbaik dengan Harga Murah

Bagi sebagian orang, data adalah aset digital yang sangat berharga. Oleh karenanya, walaupun sudah diletakkan di berbagai media penyimpanan eksternal, banyak yang kembali melakukan backup data secara berkala guna memastikan bahwa datanya tetap aman. Namun hal tersebut tak perlu lagi dilakukan pada WD My Cloud Mirror. Berbeda dengan harddisk eksternal pada umumnya, perangkat ini dibekali dengan dua buah harddisk yang sudah dikonfigurasikan dengan mode RAID 1. Ini artinya, apapun yang ada di dalam harddisk pertama, akan langsung terduplikasi secara otomatis ke dalam harddisk kedua sehingga data yang tersimpan pun bisa lebih aman. Dengan embel-embel “Cloud”, data yang ada di dalam perangkat ini bisa diakses dari mana saja melalui koneksi internet. Agar bisa terhubung dengan internet, Anda cukup mengoneksikannya ke router melalui port RJ-45. Untuk mendukung hal tersebut, pada paket penjualannya juga terdapat kabel ethernet sehingga Anda tak pelu lagi repot-repot untuk membelinya secara terpisah. Tak cuma itu, WD juga menyertakan power adaptor dan quick install guide di dalam kardusnya. Harga iPhone Termurah 2018 Resmi iBox Distributor Indonesia

Desain

Tak jauh berbeda dengan WD My Cloud, bagian luar perangkat ini dibalut dengan material plastik. Hanya saja, dibekali dua buah harddisk membuat bodinya lebih bongsor ketimbang saudaranya. Tak cuma dimensi, bobotnya pun ikut bertambah. Secara keseluruhan, harddisk eksternal ini sendiri memiliki dimensi 99,06 x 154,94 x 171,45 mm dengan bobot sekitar 2 Kg. Untuk menjaga temperatur udara di dalam perangkat, WD sengaja merancang bagian atas dan bawah dengan permukaan yang berlubang untuk sirkulasi udara. Agar bisa terkoneksi dengan jaringan, pada sisi belakang WD My Cloud Mirror terdapat sebuah port RJ-45 yang lengkap dengan lampu LED sebagai indikator perpindahan data. Tepat di sampingnya, terdapat dua buah port USB 3.0 yang bisa mendeteksi berbagai media penyimpanan eksternal seperti flash disk atau harddisk eksternal. Game Ppsspp PSP ISO Terbaik 2017 2018 2019

Baca Juga  Berita Smartphone Terbaru 2016: ZUK Z2

 

Adanya port USB ini bisa Anda manfaatkan untuk memindahkan data atau melakukan backup data ke media penyimpanan eksternal lainnya jika diperlukan. Jika Anda lupa dengan username dan password yang sudah dibuat, pada sisi belakangnya juga terdapat sebuah tombol reset yang bisa mengembalikan akun ke konfigurasi default. Tak jauh dari tombol tersebut, ada lubang kesington lock yang bisa difungsikan untuk mengunci perangkat untuk menghindari pencurian. Sementara pada sisi depan ada tiga buah lampu LED yang masing-masing berfungsi sebagai indikator power, disk 1, dan disk 2. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui apakah seluruh harddisk yang terpasang sedang beroperasi atau tidak. Menariknya, Anda diizinkan untuk mengganti harddisk yang ada di dalamnya. Ini sangat bermanfaat jika terjadi kerusakan pada salah satu atau kedua harddisk yang terpasang. Caranya, cukup membuka tuas yang ada pada bagian atas. WD sendiri menyertakan dua buah harddisk WD Red dengan form factor 3,5 inci pada drive bay My Cloud Mirror. Dengan begitu, Anda bisa membeli harddisk desktop biasa jika ingin menggantinya atau mengupgrade ke kapasitas yang lebih besar.

Baca Juga  Potensi Bisnis Game Mobile di Indonesia

Fitur

Instalasi awal perangkat ini terbilang mudah. Anda hanya perlu menyolokkan power adaptor dan mengoneksikannya ke router. Setelah itu, WD My Cloud secara otomatis akan bergabung ke dalam satu jaringan yang sama. Dengan begitu, Anda bisa melihat keberadaannya melalui File Explorer. Dengan begitu, Anda tidak perlu menginstall aplikasi tambahan untuk bisa mendeteksi perangkat ini. Sementara untuk mengakses control panel, bisa dilakukan melalui browser dengan cara memasukkan alamat IP-nya. Dengan sistem operasi My Cloud OS3, perangkat ini memiliki beberapa fitur seperti layaknya sebuah Network attached-storage (NAS). Pada halaman Home yang berada di control panel, Anda akan menemui berbagai informasi seperti ketersediaan kapasitas harddisk, versi firmware, beban CPU dan RAM, dan berapa perangkat yang sedang terkoneksi. Sementara pada halaman user, Anda bisa mengatur akun pengguna berikut dengan hak aksesnya. Untuk mengelola folder, seperti menambah, menghapus, dan mengatur hak akses, Anda bisa mengunjungi halaman Shares. WD My Cloud Mirror terasa semakin mirip dengan NAS dengan adanya aplikasi pihak ketiga yang bisa terinstall pada perangkat. Secara default, ada empat aplikasi yang sudah terpasang dan siap digunakan oleh pengguna, yakni HTTP Downloads, FTP Downloads, P2P Downloads, dan Web File Viewer. Jika masih kurang, WD sudah menyiapkan beberapa modul yang bisa dinstall, seperti WordPress, Dropbox, aMule, Joomla, phpMyAdmin, dan PlexMedia Server. Jika yang diinginkan tidak tersedia, Anda juga diizinkan untuk menginstall aplikasi lainnya secara manual. Secara default, WD My Cloud Mirror beroperasi pada RAID 1 sehingga mengorbankan satu harddisk untuk backup. Namun jika lebih membutuhkan kapasitas dan performa, Anda bisa mengubahnya ke mode RAID 0 sehingga seluruh harddisk akan digunakan untuk menyimpan data. Selain mode tersebut, Anda juga bisa memilih mode JBOD atau Spanning. Untuk mengganti mode tersebut, Anda bisa membuka halaman Storage pada control panel

Baca Juga  Samsung Galaxy V Plus, Pilihan Smartphone 1 juta dari Samsung

 

DATA TEKNIS

Kapasitas: 4 TB

Jumlah slot: 2

Bobot: 2.075 gram

Feature: JBOD, RAID 0, RAID 1, Spanning

PAKET PENJUALAN Ethernet cable, Adaptor, Quick Install Guide

 

Kelebihan :

+ Menyertakan dua harddisk untuk mode RAID 1 + Bisa digunakan untuk multimedia server + Harddisk bisa diganti jika terjadi kerusakan

Kekurangan :

– Tak bisa mendeteksi USB Wi-Fi Receiver

 

KESIMPULAN : WD My Cloud Mirror tak hanya sebagai berperan media penyimpanan eksternal berbasis cloud, tetapi juga bisa dijadikan multimedia server, web server, bahkan database server. Oleh karena itu, perangkat ini bisa dijadikan pilihan alternatif bagi Anda yang ingin membeli NAS namun memiliki budget terbatas. Berbekal dua buah drive bay, perangkat ini bisa beroperasi pada beberapa mode seperti JBOD, RAID 0, RAID 1, dan Spanning, sesuai dengan keinginan pengguna apakah lebih membutuhkan backup atau kapasitas. Menariknya, Anda juga diizinkan untuk mengganti harddisk yang terpasang pada drive bay

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.