Beginilah Cara Kerja Printer 3D

  • Whatsapp

Cara Kerja Printer 3D – Mesin cetak 3 dimensi atau biasa disebut 3D Printer mulai memasyarakat dan banyak dipakai untuk berbagai macam keperluan. Dengan adanya mesin cetak 3 dimensi, sekarang kita bisa mewujudkan gambar digital apapun menjadi nyata. Bagaimana asal muasal 3D Printer dan benda apa saja yang bisa kita cetak? mari kita bahas. Mesin cetak 3 dimensi atau 3D Prin ter sudah tidak asing di telinga ki ta. Bahkan perusahaan riset te— knologi informasi Gartner, memprediksi penjualan unit 3D Printer akan meningkat dua kali lipat setiap tahun sampai tahun 2019. Gartner juga memprediksi penjualan 3D Printer akan mencapai angka 5,6 juta unit di tahun 2019. Jumlah yang sangat besar tersebut tentu menimbulkan pertanyaan, mengapa mesin 3D Printer begitu populer?

Teknologi cetak 3 dimensi sebenarnya sudah ada lebih dari 30 tahun yang lalu, tepatnya sejak tahun 1983 dipatenkan oleh Charles (Chuck) Hull. Chuck menemukan proses Stereolithography (SLA), teknologi yang menjadi cikal bakal “Additive Manufacturing“ (AM) atau istilah populernya “3D Printing”. Chuck kemudian dinobatkan sebagai Bapak 3D Printing setelah dia mempatenkan teknologi 3D Printing, dan mendirikan perusahaan bernama 3D System. Di penghujung tahun 1980-an, seorang inovator bernama Scott Crump menciptakan teknologi cetak 3 dimensi dengan metode Fused Deposition Modeling atau FDM. Teknologi 3D Printer dengan metode FDM adalah teknologi 3D Printer yang banyak kita temui sekarang ini.

Scott mempatenkan metode FDM dan mendirikan perusahaan bernama Stratasys pada tahun 1988. Teknologi FDM ini merupakan metoda paling ekonomis di dalam proses cetak 3 dimensi sampai saat ini. Ketika paten FDM milik Scott Crump berakhir di tahun 2009, era baru mesin 3D printer dimulai. Hal tersebut ditandai dengan munculnya berbagai merek mesin 3D Printer yang murah dan mudah digunakan oleh orang awam. Setelah sebelumnya penggunaan mesin cetak 3 dimensi terbatas hanya di lingkungan industri saja. Reprap (Replicating Rapid-prototiper) mengawali era bangkitnya 3D Printer.

Reprap mempunyai misi untuk membuat mesin yang dapat menduplikasi dirinya sendiri. Perusahaan yang didirikan oleh Adrian Bowyer pada tahun 2004 ini mengawali revolusi mesin cetak 3 dimensi murah dengan metode FDM, sama seperti metode yang ditemukan oleh Scott Grump. Mesin 3D Printer lainnya yang mengusung metode FDM adalah Makerbot. Mesin cetak 3 dimensi yang cukup terkenal ini dibuat oleh Bre Pettis, seorang guru di Seattle yang juga youtuber di channel Make: Weekend Project. Makerbot menjadi populer karena awalnya dibuat dengan konsep Open-Source Hardware.

Baca Juga  Tutorial Cara Root Android Tanpa PC

Prinsip Kerja Mesin Cetak 3 Dimensi

Dimulai dengan membuat desain 3 dimensi dari benda yang ingin kita cetak. Desain 3 dimensi tersebut dibuat dengan software CAD (Computer Aided Design). Ada banyak software CAD yang dapat digunakan, dari yang open source, gratis sampai yang berbayar. Antara lain: Autodesk Tinkercad, Autodesk 123D Design, SketchUp, Autodesk Fusion 360, Blender, Autodesk 3DS Max, SolidWorks, sampai Autodesk Inventor. Desain benda 3 dimensi yang sudah jadi tidak bisa langsung dicetak.

Perlu dipotong-potong (slicing) ke dalam bentuk lapisan-lapisan horisontal yang memuat informasi yang dapat dibaca oleh mesin cetak 3 dimensi. Sebuah desain 3 dimensi bisa dipotong menjadi puluhan, ratusan atau bahkan ribuan lapis. Proses slicing ini harus dilakukan oleh software khusus. Software slicing yang popular antara lain: Cura, CraftWare, Repetier, Slic3r dan Simplify3D. Jadi ada 2 pemrosesan melalui perangkat lunak sebelum kita bisa mencetak benda 3 dimensi. Kecuali, kita sudah memiliki desain 3D nya terlebih dahulu. Ada banyak desain 3 dimensi yang dibagikan secara gratis di thingiverse.com. File yang dihasilkan oleh proses slicing ini kemudian dikirim ke dalam mesin cetak 3 dimensi. Mesin cetak 3 dimensi kemudian akan membaca setiap lapisan pada desain 3D dan pada akhirnya mencetak obyek 3 dimensi sesuai dengan desain yang sudah kita buat.

Bahan Baku 3D Printer

Untuk mencetak benda 3 dimensi dengan mesin 3D Printer, ada beberapa pilihan material. Pilihan material ini didasarkan pada kebutuhan akhir dari benda yang akan dicetak dan tipe mesin cetak 3 dimensi yang digunakan. Umumnya, mesin cetak 3 dimensi menggunakan plastik sebagai bahan bakunya. Hal ini dikarenakan harganya yang terjangkau, tahan lama dan banyak tersedia di pasaran. Jenis plastik yang biasa digunakan adalah Acrylonitrile butadiene styrene (ABS) dan Polylactic Acid (PLA). ABS mempunyai karakteristik tahan terhadap benturan, keras dan tahan terhadap panas.

Baca Juga  Daftar Software Wajib dan Terbaik untuk Edit Foto di Laptop Windows dan Mac OS

Sedangkan PLA adalah plastik yang dapat terurai (biodegradable) yang dihasilkan dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui, seperti tepung kanji dari jagung, akar umbi-umbian dan tebu. Itu sebabnya bila kita mencetak menggunakan PLA baunya harum seperti bau manis minyak yang dipakai untuk memasak. PLA tidak terlalu tahan panas. Pada suhu 60 derajat celcius, PLA mulai berubah melebur. Tidak disarankan meletakkan hasil cetak berbahan plastic PLA di dalam mobil yang sedang diparkir diluar. Selain plastik, ada bahan lainnya seperti resin dan nilon. Resin adalah material berbentuk cairan yang dapat mengeras bila terkena sinar ultraviolet dan biasanya dipakai pada mesin cetak 3 dimensi SLA.

Resin sangat cocok digunakan jika kita menginginkan hasil cetak yang sangat detil dan mempunyai banyak sudut serta permukaan yang halus. Sedangkan nylon adalah bahan berbentuk bubuk yang biasa digunakan pada 3D Printer standar industri. Hal tersebut karena nilon adalah material yang sangat sempurna (tidak ada batasan dari sisi desain, kuat dan flexible). Nilon cocok digunakan apabila kita ingin membuat suatu produk dengan desain yang cukup rumit. Hal ini dimungkinkan karena bubuk yang tidak dipakai pada proses mencetak akan berfungsi sebagai penopang. Bagian-bagian yang menggantung tetap dapat dicetak dengan hasil yang bagus. Tapi proses tersebut, menyebabkan percetakan menggunakan bahan nylon menjadi lama, karena obyek yang sudah selesai perlu waktu untuk didinginkan. Perbandingan lama waktu yang dibutuhkan antara nylon dan plastik adalah 1:5 jam.

Masa Depan 3D Printer

Setelah mesin-mesin cetak 3 dimensi mulai terjangkau harganya dan tidak lagi terbatas di kalangan industri saja, berkembanglah ide-ide yang makin memperkaya inovasi teknologi cetak 3 dimensi ini. Hal-hal yang tadinya tidak kita bayangkan bisa dicetak 3 dimensi, sekarang sudah bisa menjadi kenyataan. Makanan adalah salah satu hal yang sekarang dapat dicetak dengan mesin cetak 3 dimensi. Walaupun masih terbatas pada beberapa bahan dan jenis makanan. Namun dengan riset yang masih terus berjalan, tidak lama lagi kita akan mempunyai mesin yang dapat mencetak makanan sesuai dengan yang kita inginkan.

Salah satunya adalah inovasi dari seorang Amerika keturunan India bernama Anjan Contractor dengan perusahaannya BeeHex. BeeHex mendapatkan dana dari NASA untuk membuat prototype mesin pembuat makanan yang akan digunakan oleh para astronot di luar angkasa. Dunia medis juga sudah memanfaatkan kecanggihan teknologi cetak 3 dimensi ini. University Medical Centre Utrecht di Belanda berhasil memasang implant plastic hasil cetak 3 dimensi berbentuk bagian atas tengkorak kepala kepada seorang wanita berusia 22 tahun yang mempunyai penyakit penebalan tengkorak kepala. Operasinya berlangsung selama 23 jam dan sukses. Replika diri juga sudah menjadi salah satu trend aplikasi cetak 3 dimensi. Dengan mengambil foto diri dari berbagai sudut dan kemudian menggunakan software khusus untuk menggabungkan foto-foto tersebut, lalu dibuatlah bentuk 3 dimensi dari diri kita. Bentuk 3 dimensi ini dapat dicetak dengan mesin cetak 3 dimensi dan setelah diwarnai akan menjadi replika diri yang dapat dipajang.

Baca Juga  Smartphone Terbaik Himax Himax Buatan Mana?

Selain replika diri, replika dari binatang peliharaan kita juga sudah dapat dibuat. Perusahaan 3D Petshop dan PetPrints3D menyediakan jasa untuk mencetak replika dari hewan peliharaan anda. Cukup kirimkan favorit dari hewan peliharaan anda, nanti akan dibuatkan bentuk 3 dimensinya. Apabila sudah sudah sesuai anda tinggal memesan cetak 3 dimensinya. Di dunia otomotif, cetak dimensi sudah cukup lama diaplikasikan. Antara lain banyak digunakan oleh tim Formula 1 untuk membuat prototipe dan melakukan testing. Koenigsegg, perusahaan pembuat mobil dari Swedia, bahkan sudah menggunakan teknologi cetak dimensi untuk membuat turbocharger dari salah satu model mobil mereka. Divergent Microfactories, perusahaan dari California, membuat klaim bahwa mereka sudah membuat Supercar yang diproduksi menggunakan bagian-bagian yang dicetak secara 3 dimensi.

Blade, nama Supercar tersebut, disebutkan mempunyai akselerasi yang lebih cepat dari McLaren P1. Saat ini di dunia pendidikan, mesin cetak 3 dimensi sudah masuk ke kampus-kampus perguruan tinggi bahkan sekolah menegah di Indonesia. Berbagai macam jurusan sudah memakai mesin cetak 3 dimensi. Sebut saja fakultas desain dan fakultas teknik yang cukup sering memakai mesin cetak 3 dimensi untuk kebutuhan pembuatan prototipe dari produk yang akan dibuat. Tidak dapat dihindari, perkembangan teknologi cetak 3 dimensi semakin berkembang dan masuk di segala aspek kehidupan kita. Kita harus sudah mulai menyadarinya dan sebisa mungkin memanfaatkannya di segala aspek agar nantinya tidak tertinggal jauh dibandingkan dengan orang lain..

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.