Contoh Usaha yang Langka tapi Menguntungkan

  • Whatsapp

Contoh Usaha yang Langka tapi Menguntungkan – Sirup ini tak hanya terasa segar, namun berkhasiat sebagai antioksidan dan antikanker menjadi terobosan di produk minuman kesehatan. Sebuah upaya mulia. Bukan hanya mencetak laba, tapi juga menebarkan kesehatan dan kesembuhan bagi masyarakat. B elakangan topik yang menjadi pembicaraan pecinta makanan sehat. Yakni gerakan untuk mengonsumsi ada makanan slow food, sebuah cara makan yang berprinsip tidak terburuburu, berbahan segar, dan organik. Gerakan ini dimulai tahun 1986 oleh Carlo Petrini, pria asal Italia, sebagai perlawanan atas globalisasi masakan fast food. Kini, tuntutan konsumen atas bahan pangan juga mulai bergeser. Bahan pangan yang diminati tidak hanya bergizi, bercita rasa, menggugah selera, tetapi juga mempunyai fungsi fisiologis tertentu bagi tubuh. Tuntutan konsumen tersebut memunculkan peluang baru. Prof Dr. I Dewa Ngurah Suprapta Msc, Guru Besar pada Fakultas Pertanian, Universitas Udayana – Bali adalah salah satu yang menangkap peluang tersebut. Meski awalnya dimulai secara tak sengaja. Tahun 2004, ayah I Dewa Ngurah terkena kanker prostat. Dalam upaya mencari kesembuhan, ia mendapati bukti, zat antosianin yang terdapat dalam ubi ungu bersifat antikanker. Dari sini, lewat berbagai tahap lahirlah produk sirup, yang tak hanya segar dikonsumsi tetapi juga berkhasiat sebagai antioksidan dan membantu penyembuhan penyakit kanker.

Sirup ubi ungu pun kemudian diperkenalkan ke publik dengan nama Sweet IMO tahun 2012. Kemunculannya melengkapi beragam sirup yang mengusung aneka rasa buah sebagai pembeda. Sedangkan sirup ubi ungu muncul dengan memanfaatkan kepopuleran khasiat ubi ungu (Ipomoea batatas). Memperluas Segmen Pasar Selain Sweet IMO, Dewa juga membuat produk baru yang dinamakan Sweet Wine. Khasiatnya sama, hanya saja pada Sweet Wine ada sedikit kandungan alkohol, sekitar 5%. Perubahan nama IMO Sirup menjadi Sweet IMO serta diluncurkannya Sweet Wine tidak lain bertujuan untuk memperluas segmen pasar. Menurut Dewa, ia tidak hanya ingin memikat para pecinta produk herbal saja, tapi semua lapisan masyarakat. Menurut Dewa, jika mendengar kata sirup, bisa jadi orang berpikir, produk tersebut hanya boleh dikonsumsi saat sedang sakit saja. Akan tetapi, kalau dengan kata “jus”, masyarakat akan merasa, bisa dikonsumsi kapanpun. Dan memang Sweet IMO dapat dikonsumsi kapanpun baik oleh anak-anak, dewasa, ataupun lansia. Sedangkan Sweet Wine arahnya lebih ke pariwisata dan bisnis kuliner. Menurutnya, Sweet Wine dapat dicampurkan atau menjadi salah satu bahan pembuatan kue, minuman, ataupun berbagai jenis makanan.

Pada Mulanya

Bila ditelisik lebih jauh, lahirnya minuman ini berawal sejak tahun 2002. Waktu itu, Prof Dewa mendapat kabar bahwa ayahnya terkena kanker prostat dan sudah stadium 4. Setelah cukup lama rawat inap di rumah sakit, ternyata kondisi ayah beliau tidak menunjukkan peningkatan signifikan. Prof. Dewa yang sedang berada di Jepang untuk melanjutkan studi, mulai mencari tahu berbagi cara untuk pengobatan kanker. Akhirnya diketahuilah bahwa zat antosianin yang terdapat pada blueberry mampu melawan sel-sel kanker secara efektif. Ketika pulang ke Tanah Air pada 2004, Prof. Dewa semakin intensif meriset zat antosianin. Ternyata zat tersebut banyak terdapat pada ubi jalar ungu dengan kandungan dua kali lipat. Sebuah komoditas pertanian yang cukup mudah didapatkan di Indonesia. Prof. Dewa mengaku sejak mulai penelitian hingga berhasil meluncurkan produk IMO Syrup ke publik, tidak kurang menghabiskan dana sebesar Rp300 juta.

Dalam memasarkan produknya, Dewa memilih tempat praktik dokter sebagai pintu pemasaran utama. Harapannya, konsumen merasa lebih percaya ketika mendapat penjelasan langsung dari dokter. Selain itu pasien merasa yakin, kalau produk herbal tersebut benar-benar aman dikonsumsi. Sebotol Sweet IMO 750 ml dijual Rp50.000, sedangkan yang lebih kecil dengan volume 275 ml dibandrol Rp20.000. Sedangkan Sweet Wine 750 ml dijual Rp110.000 per botol. Khusus penjualan di Bali saja, Sweet IMO dan Sweet Wine laku lebih dari 100 botol per harinya. “Mau sehat tidak harus minum obat,” ujar Prof. Dewa. Dari sisi bahan baku, menurut Dewa, keberadaan ubi ungu cukup melimpah di Indonesia. Tanaman ini tumbuh dengan baik pada ketinggian 400 – 800 m dpl. Semakin ungu warnanya, semakin banyak kandungan zat antosianinnya, sebuah zat yang dipercaya sebagai antioksidan dan antikanker. Khusus di Bali, bahan baku sirup ubi ungu diperoleh dari berbagai desa di Kecamatan Petang, Badung sebelah Utara. “Sampai saat ini belum pernah terjadi kekurangan bahan baku,” jelas Dewa. Balai Penelitian Tanaman Kacangkacangan dan umbi-umbian memiliki tiga klon ubi jalar ungu dengan potensi hasil 20,0-27,5 t/ha. Di Indonesia, 89% produksi ubi jalar digunakan sebagai bahan pangan dengan tingkat konsumsi 7,9 kg/kapita/tahun.

Ayamurasaki dan Yamagawamurasaki adalah dua varietas ubi jalar berwarna ungu asal Jepang, yang ditanam di Jawa Timur dengan hasil 15-20 ton/ha. Beberapa varietas lokal juga memiliki daging umbi berwarna ungu, hanya intensitas keunguannya masih di bawah kedua varietas introduksi tersebut. Saat ini di balai penelitian tersebut terdapat tiga klon harapan ubi jalar berwarna ungu. Salah satunya, memiliki kadar antosianin 560 mg/100 g umbi, ini jauh lebih tinggi dari ubi jalar ungu asal Jepang varietas Ayamurasaki dan Yamagawamurasaki berkadar antosianin kurang dari 300 mg/100 g. Berbicara mengenai peluang pasar, Prof. Dewa mengatakan bahwa peluangnya terbuka lebar. Apalagi dengan naiknya pamor produk-produk herbal dan mudahnya mendapatkan bahan baku ubu jalar ungu, ia optimis produknya akan semakin banyak diminati masyarakat. Menguntungkan dan menyehatkan. Mau!

Ide Bisnis Adviser

• Penganan berbahan ubi sebenarnya sudah bukan sesuatu yang asing bagi masyarakat. Itu artinya, tak ada kendala berarti, jika bahan ini kemudian dipakai untuk membuat aneka makanan anyar. Apalagi bila produsen memasukkan unsur khasiat (antosianin sebagai antioksidan dan antikanker) sebagai senjata pemasaran, maka mereka yang sadar sehat dengan mudah akan tertarik.

• Untuk Anda yang berminat membuat bahan makanan dari ubi ungu, disarankan dimulai dengan membikin tepung ubi ungu terlebih dahulu. Agar antosianin tidak hilang SEAFAST (South East Asia Food and Agriculture Science & Technology) CENTER, IPB, Bogor menyarankan agar ubi tersebut dikukus selama 5-7 menit setelah sebelumnya dipotong-potong dengan ketebalan 0,5 cm. Setelah dikukus, kemudian dikeringkan menggunakan oven dengan suhu 60°C selama 9 jam. Lalu digiling dan diayak untuk disimpan dalam bentuk tepung. Lantas dari tepung ini bisa dibuat sweet potato flakes untuk sarapan, es krim puter dan produk bakery macam muffin, brownies, pancake, dan puding.

Khasiat dan Kegunaan

1. Menghambat pertumbuhan sel – sel kanker payudara,mkanker rahim, dll.
2. Efek antioksidan sehingga menunda penuaan.
3. Meningkatkan daya tahan tubuh.
4. Menurunkan kadar kolesterol dan asam urat.
5. Menurunkan tekanan darah tinggi.

Alamat usaha:

Sweet Imo PO. Imo Syrup
Denpasar, Bali.
Telp: (0361) 465915.
Jl. Soka. Gg. Kerthapura IV No, 16 DPS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.