Dampak Banjir di Jakarta dari Sisi Ekonomi

  • Whatsapp

Dampak Banjir di Jakarta dari Sisi Ekonomi – Banjir dan longsor yang melanda Jabodetabek serta Kabupaten Lebak, Banten, tak hanya menyisakan kerugian material dan nonmaterial, namun juga duka atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka. Merujuk rekapitulasi data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) (6/1), sebanyak 66 orang meninggal dunia dan 2 orang hilang. Soal nyawa memang utama, harta benda masih bisa dicari. Namun patut dicatat setidaknya ada banyak kendaraan, baik roda dua dan roda empat yang terdampak banjir. Jika sudah begitu, tentu perlu penanganan. Untungnya, pabrikan hingga dealer sigap menggelar program penanggulangan banjir, yang tentu meringankan beban korban. Data spesifk mengenai jumlah kendaraan yang menjadi korban banjir Jabodetabek dan Lebak, memang belum direkapitulasi BNPB. Apakah bisa menuntut ganti rugi dan bagaimana prosesnya jika bisa? “Soal berapa kerugian kendaraan yang terdampak banjir kami belum bisa sebutkan berapa pastinya. Tim kami masih menghitung. Yang jelas pasti besar sekali, bisa miliaran itu. Apalagi jumlah kendaraan di Jabodetabek kan banyak tuh, jutaan,” ungkap Agus Wibowo, Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat (Kapusdatin Humas) BNPB.

Agus melanjutkan soal ganti rugi, “Itu bukan ranah kami. Coba tanyakan ke lembaga bantuan hukum,” ujar pria yang menggantikan (alm) Sutopo Purwo Nugroho ini. Berdasarkan laporan yang dihimpun dari BNPB, cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir di wilayah Jabodetabek menimbulkan banyak kerusakan serta korban jiwa sejak Selasa (1/1). Derasnya air yang memasuki permukiman dan fasilitas umum membuat sekitar 62.453 orang mengungsi di 308 titik pengungsian tersebar di 49 Kelurahan dan 34 Kecamatan Provinsi DKI Jakarta. Total data rekapitulasi, sebanyak 501.567 orang mengungsi, dari 147.394 KK di wilayah Jabodetabek dan Lebak (Detailnya lihat infografs rekapitulasi data dampak banjir) (6/1). Atas kejadian ini, warga Jakarta yang jadi korban banjir awal tahun 2020 ini akan menggugat Pemprov DKI Jakarta secara perdata di pengadilan. Gugatan difasilitasi Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020. Yakni melayangkan gugatan class action atau gugatan perwakilan kelompok terhadap Pemprov DKI Jakarta. Pemprov DKI dinilai lalai dan tidak mampu mengatasi permasalahan banjir. “Kami menilai banyaknya permasalahan yang terjadi, kemudian begitu besarnya kerugian yang diterima masyarakat akibat dari suatu dugaan perbuatan melawan hukum yang telah dilakukan. Sebab itu, kami mengajak teman-teman yang lain (korban banjir) untuk melakukan gugatan class action ini sendiri,” bilang Juru Bicara Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020, Alvon Kurnia Palma, seperti dikutip dari Kompas. com (5/1)

Baca Juga  Laptop Netbook Murah di Bawah 1 Juta Terbaru Terbaik

TITIK BANJIR

Titik Banjir BNPB mencatat setidaknya ada 182 titik banjir yang menggenangi Jabodetabek dan Lebak, Banten. Hal ini disampaikan Agus Wibowo, Kepala Pusat Data Informasi dan hubungan Masyarakat BNPB, seperti dikutip dari Kompas.com (3/1). Jumlah terbanyak tercatat di Kota Bekasi sebanyak 58 titik. Kemudian, berikutnya ada di Jaksel, yaitu 39 titik; disusul Kabupaten Bekasi sebanyak 27 titik banjir. Dilanjut, terdapat masing-masing 13 titik banjir di Kab. Lebak dan Jaktim. Di Kab. Bogor terdapat 12 titik banjir, disusul Jakbar sebanyak 7 titik. Lalu, titik banjir di Kota Tangerang Selatan sebanyak 5 titik, sedangkan Kota Tangerang sebanyak 4 titik banjir. Adapun, di Jakput dan Jakut masing-masing terdapat 2 titik banjir. Masih menurut data BNPB, jumlah wilayah terdampak banjir berjumlah 109 kecamatan dan 303 kelurahan yang tersebar di Jabodetabek dan Lebak, Banten. Adapun penyebab banjir bandang di Kab. Lebak, Banten, akibat meluapnya Sungai Ciberang yang berhulu di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). ? Harryt Kepala BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofsika), Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc, Ph.D, mengumumkan perkembangan prediksi cuaca terkini dan potensi bencana dalam dua pekan kedepan yang patut diwaspadai. Dalam penjelasannya aliran udara basah dari Timur Afrika diperkirakan menuju wilayah Indonesia dan dapat mengakibatkan potensi hujan ekstrem pada 10-15 Januari. “Aliran udara basah masuk ke Indonesia diperkirakan tanggal 10-15 Februari 2020 dan siklus berulang pada akhir

Baca Juga  Harga Kamera DSLR Canggih Bisa Rekam 4k Ukuran Kecil

HUJAN EKSTREM HINGGA FEBRUARI

Januari hingga pertengahan Februari 2020,” ungkap Dwikorita. Sejumlah wilayah di Indonesia yang diprediksi akan terdampak hujan dengan intensitas tinggi hingga ekstrem tersebut menurut prediksi BMKG meliputi Sumatera bagian tengah, Jawa, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi bagian selatan hingga tenggara. “Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mempersiapkan segala sesuatu sebagai antisipasi kemungkinan bencana yang dapat berpotensi terjadi,” imbuh wanita cantik berhijab ini.

1.500 UNIT TAKSI BLUE BIRD TERENDAM

Banjir turut merendam armada taksi milik PT Blue Bird. Hal itu membuat armada tersebut tak bisa beroperasi. “Untuk unit yang terendam kemarin total ada sekitar 1.500 unit dari 3 pool, yaitu pool Kramat Jati, pool Puri 1 dan Puri 2. Paling parah pool Kramat Jati, banjirnya sampai seatap mobil,” ujar Steven Sanjaya selaku Assistant Manager of Public Relations PT Blue Bird. Ia menambahkan, semua unit yang terendam tersebut akan mengalami perbaikan. Dan semua biayanya ditanggung asuransi. “Semua armada kami sudah diasuransikan, termasuk untuk force majeure seperti banjir ini. Jadi untuk sementara bagi para sopir yang unitnya terendam bakal pakai unit lain dari pool yang aman buat dipakai ‘narik’,” tambah Steven.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.