Mengapa Kamera Pocket / Saku Semakin tidak Laku?

  • Whatsapp
[Total: 0    Average: 0/5]

Menurut laporan terbaru oleh Camera & Imaging Products Association (CIPA), pengapalan total kamera dan produk terkait menurun 18,5% dari tahun ke tahun di 2015 ke angka 35,4 juta unit. Tahun lalu terus menunjukkan tren penurunan yang telah menghantam industri kamera sejak resesi global 2009. Meski demikian, dibandingkan 30,9% kontraksi dalam pengapalan 2014, penurunan 2015 jauh lebih rendah. Itu disebabkan oleh permintaan yang stabil terhadap Interchangeable Lens Camera (ILC) atau kamera dengan lensa yang bisa ditukar pasang dengan porsi total pengapalan 37%. Pengapalan kamera digital dengan lensa terintegrasi (alias kamera saku), di sisi lain, menunjukkan penurunan 24,5% dari tahun ke tahun ke angkat 22,3 juta unit. Angka tersebut kurang dari angka 80% yang diperoleh di 2014

 kamera digital compact, fitur dslr


Mengapa kamera saku tersungkur

Ada dua alasan yang mengakibatkan penurunan drastis kamera saku – satu dikarenakan oleh menurunnya harga kamera ILC secara dramatis dari tahun ke tahun, sehingga lebih masuk akal untuk membeli ILC dibandingkan dengan kamera saku. Kini, ILC berukuran cukup kecil dan menawarkan performa lebih baik dibandingkan dengan kamera saku. Jadi, mengapa tidak membelinya jika sedang membutuhkan kamera baru? Alasan kedua – dan mungkin menjadi yang terbesar – adalah kamera yang tertanam pada smartphone kian membaik performanya. Fungsi kamera tingkat lanjut sudah menjadi fiur yang biasa. Beberapa smartphone menawarkan opsi menyimpan gambar dalam format RAW, sedangkan lainnya menawarkan efek fiter, mode pemotretan panorama, dan bahkan kemampuan merekam video 4K.

Baca Juga  Mobil Mewah Murah Seperti Alphard

 

Media sosial menjadi album foto baru

Smartphone memiliki dua keunggulan utama dibandingkan dengan kamera saku, yakni selalu ada di dalam genggaman tangan dan memungkinkan Anda membagikan secara instan gambar apapun yang diambil kepada khalayak ramai: internet. Melakukan posting-an di media sosial kini serupa dengan mencetak foto untuk dipamerkan. Ada banyak pilihan sosial media, mulai dari Facebook, Tumblr hingga Instagram, yang jauh lebih cepat dibandingkan menunggu proses cetak foto, gratis pula. Lagipula, foto telah tersimpan di dalam smartphone yang terkoneksi ke internet, sehingga Anda hanya perlu mengetuk beberapa tombol pada layar. Beberapa kamera kompak memiliki fungsionalitas serupa, tapi bagi kebanyakan pengguna, kualitas foto smartphone mereka sudah mencukupi, terutama untuk online dan perpesanan, lalu mengapa harus menjinjing gadget lainnya?

Baca Juga  Kecanggihan Kamera Asus Zenfone 2, Hp dengan Kamera Terbaik

 

Bagaimana kamera saku mampu bertahan di tengah badai.

Portofolio kamera saku hanya bisa bertahan dalam tiga bentuk: kamera aksi/segala cuaca untuk kondisi di mana Anda tidak bisa menggunakan smartphone, kamera saku dengan super zoom bagi penggguna yang mengingingkan jangkauan lebih panjang, dan kamera saku premium yang menawarkan sensor lebih besar untuk memperoleh kualitas gambar mendekati ILC.

 

Kamera paling populer adalah – tebak apa?

Angka statistik menunjukkannya. Meskipun terjadi penurunan jumlah pengapalan kamera dari tahun ke tahun, namun jumlah foto yang diambil dan dibagikan secara online meningkat tajam. Menurut 2014 Wordwide Image Capture Forecast oleh InfoTrends menyatakan bahwa sekitar 810 miliar foto telah diambil di seluruh dunia di 2014. Angka tersebut akan terus bertambah hingga 1 triliun foto di 2015. Lalu darimana foto-foto itu muncul? Semua berasal dari smartphone yang ada digenggaman semua orang. Year in Review 2015 oleh Flickr menunjukkan bahwa 42% penggunanya menggunakan iPhone untuk memotret, dibandingkan dengan hanya 27% yang menggunakan Canon EOS, dan 16% kamera Nikon. Bahkan, beragam versi iPhone menyusun 8 hingga 20 kamera teratas yang digunakan di Flickr. Sudah jelas bahwa kamera pada smartphone menjadi kamera yang menggerakkan fotograf saat ini. Para pabrikan kamera harus memperhatikan tren tersebut. Alih-alih mencoba membuat kamera yang sama namun lebih besar, mereka seharusnya fokus untuk membantu konsumen meningkatkan kemampuan, sehingga akan beralih ke ILC untuk memperoleh kualitas lebih tinggi. Itu, atau mengikuti jejak Carl Zeiss dan beralih menciptakan aksesoris semacam lensa clip-on untuk smartphone. Apapun itu tampak jelas bahwa saat ini terdapat sumber daya khusus bagi kamera saku untuk membuatnya bisa digunakan lebih baik dengan cara yang berbeda.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.