Contoh Penerapan Smart Home Indonesia

  • Whatsapp

Smart Home Indonesia – Salah satu pengembang terkemuka di Indonesia, Paramount Land, yang sudah menyediakan fungsi-fungsi dasar otomasi rumah dalam proyek-proyek terbarunya; Schneider Electric Indonesia, Philips Lighting Indonesia, dan distributor dari kedua merek tersebut PT Graha Anugrah Elektrindo ikut berbincang-bincang mengenai topik ini. Hanadi Rahardja, General Manajer untuk Riset dan Pengembangan dari Paramount Land, menunjukkan produk terbarunya Menteng Village di daerah Serpong yang sudah menggunakan beberapa fitur otomasi rumah. Menurutnya, Menteng Village menjadi favorit tidak hanya karena lokasinya, tapi juga karena fitur-fitur otomasi rumah yang terpasang di cluster tersebut, seperti pagar bom, sensor kebakaran, atau tombol darurat yang terhubung ke posko keamanan terdekat.

Baca Juga  Hot Topic Teknorus 2015

Menambah nilai penjualan, salah satunya otomasi rumah, menjadi sebuah daya tarik penjualan sekarang, terutama di masa ekonomi yang melemah sekarang ini jika Anda mau tampil beda di pasar. Schneider Electric Indonesia yang sudah menyediakan “otak prosesor” dari otomasi rumah secara global menyetujui pernyataan dari Rahardja. Gde Sagita Jaya Saputra selaku Solution Architect Lead di Schneider Electric Indonesia, menyebutkan bahwa ada Peraturan Gubernur DKI Jakarta 38/ 2012 yang mendukung kehidupan hijau (green living). Saputra juga melanjutkan bahwa produk-produk otomasi rumah dari Schneider tidak hanya bisa dipasang di rumah-rumah baru, tapi juga bisa di-retrofit-kan ke rumah lama lewat penggantian saklar listrik yang digunakan saja. Dia juga mengatakan kalau komponen dasar dari otomasi rumah yang diatur adalah pencahayaan, karena penggunaan energi terbesar dan termahal adalah di pencahayaan.

Baca Juga  Harga dan Spesifikasi Samsung A9 2018

Sigit Yustinus Dwiyanto selaku Head of Professional Channel dari Philips Lighting Indonesia juga menambahkan kalau tehnologi pencahayaan sudah semakin maju, terutama produkproduk pencahayaan LED dari Philips dari penggunaan rumahan sampai ke industri. Dwiyanto memberikan beberapa contoh monument-monumen bersejarah di beberapa kota besar di Indonesia yang sudah menggunakan tehnologi pencahayaan LED dari Philips, seperti di Monas di Jakarta dan jembatan Suramadu. Presiden direktur dari PT Graha Anugrah Elektrindo, Michael Wirawan Hardinata, menyatakan bahwa permintaan pasar untuk produk-produk otomasi rumah makin meningkat, terutama di dalam lima tahun terakhir, dikarenakan oleh makin menurunnya harga. Fokus kemewahan dari segmen pendapatan menengah dan atas juga makin beralih dari penggunaan pualam menjadi ke tehnologi otomasi rumah. Secara singkat, keinginan mempunyai tehnologi otomasi rumah bukanlah anganangan belaka sekarang, tapi sudah menjadi kebutuhan bagi beberapa segmen ekonomi tertentu. Tehnologi otomasi rumah juga sudah semakin canggih dan komplit pengaplikasiannya, tergantung budjet dan kebutuhannya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.