Contoh Usaha Makanan Ringan Unik

  • Whatsapp
[Total: 0    Average: 0/5]

Contoh Usaha Makanan Ringan Unik – Pilihan menu banyak dan tempat strategis, membuat Septian (29) di Cibinong, Bogor, yakin usahanya bisa balik modal setelah 3 bulan. Setelah sukses membuka gerai gerobakan, ECOS membuat terobosan baru, dengan membuka gerai mini resto. Septiawan atau Koko, panggilannya, di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, langsung mengambil kesempatan peluang usaha ini. Agak berbeda dengan ECOS gerobakan, yang banyak menjual khas Meksiko, ECOS mini resto, menambahkannya dengan menu “makan besar” . Bebek bakar, iga bakar, pisang bakar, dan ketan duren, merupakan menu-menu yang bisa menjadi andalan resto ini. Selain menu kebab, roti maryam, tachos, dan buritos yang sudah terkenal lebih dulu ada di gerai ECOS. “Di Cibinong, belum ada resto yang menjual menu perpaduan seperti ini. Apalagi saya lihat, menu-menu yang disajikan, sedang banyak disukai masyarakat,” tutur Koko. Menu-menu yang ada di ECOS merupakan perpaduan dari makanan Eropa, Timur Tengah, Amerika Latin (Meksiko), dan Indonesia.

Baca Juga  Kamera Anti Air Terbaik Tahun ini Harga Murah

Margin Keuntungan 100%

Mini resto milik Koko ini, merupakan gerai kedua ECOS. Sebelumnya sudah berdiri, mini resto ECOS di Balikpapan, Kalimantan Timur. Koko optimis, usahanya ini bisa balik modal dalam rentang 3 bulan. Ia melihat, lokasi usahanya strategis. Berada di Jalan Raya Bogor KM 45, Cibinong, Bogor. Letaknya tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Bogor. Kenapa memilih mini resto? Koko membidik segmen keluarga. Selain karena menu makanan yang disajikan bisa untuk anak, dan orang tua, tempatnya juga besar sehingga bisa menampung banyak orang. Sekadar informasi, mini resto milik Koko ini menempati area seluas 120m2. Untuk itu, koko menanamkan investasi sebesar Rp60 juta. Modal tersebut, tidak termasuk tempat. Karena tempat milik sendiri. “Prosesnya tidak lama, saya ngobrol dengan Pak Sukidi.

Baca Juga  Aplikasi dan Games Wajib Penting Saat Bulan Ramadhan

Apa yang saya mau, ternyata juga sepemikiran dengan Pak Sukidi. Dalam tempo 2 bulan, mini resto ini berdiri,” jelas Koko, yang sebelumnya meminta pertimbangan istri, dan kedua orang tuanya saat membuka usaha. Kebetulan ia pun mempunyai toko sembako, yang letaknya tidak jauh dari usaha barunya ini. Alhasil, para pelanggan tokonya, menjadi segmen kedua yang diincarnya. Koko juga mempromosikan usahanya, kepada kenalankenalannya di berbagai tempat. Tidak lupa, para tetangganya yang berada satu perumahan dengannya di Cibinong. Istrinya sendiri, membantu Koko mempromosikan usaha lewat media sosial. Hasilnya, begitu pembukaan ECOS, mini restonya langsung banyak didatangi pengunjung. Sukidi, pemilik merek usaha ECOS mengungkapkan, ia memberi kesempatan kepada mitra usahanya, untuk mendapatkan margin keuntungan sebanyak-banyaknya. Setidaknya, minimal mitra bisa mendapatkan keuntungan 100%.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.