Profil dan Kisah SUkses Elon Musk

  • Whatsapp

Profil dan Kisah SUkses Elon Musk

Elon Musk: Pemikir, Pemimpi, Pebisnis Ulung

 

Elon Reeve Musk lahir pada 28 Juni 1971 di Pretoria, Afrika Selatan. Ayahnya Errol Musk dan ibunya orang Kanada, Maye. Menurut Errol yang masih tinggal di Afrika Selatan sampai sekarang, sejak kecil Elon memang pemikir. Kalau mereka ke pesta,semua orang ngobrol, bercanda, sambil minum-minum, tapi Elon lebih asyik bereksplorasi di perpustakaan rumah itu.

Ketika masih berusia tiga – empat tahun, Elon bertanya,”Di mana sih (yang disebut) ‘seluruh dunia’ itu?” Pertanyaan semacam itu membuat Errol (insinyur, pilot, dan pelaut), menyadari, anaknya yang satu ini agak lain. Errol dan Maye bercerai ketika Elon baru 10 tahun. Setelah bercerai, Elon, Kimball (adik laki-laki), danTosca (adik perempuan) ikut ayah (sumber lain mengatakan, setelah mereka remaja). Di sekitar tahun 1980-an, Errol bekerja sebagai konsultan dan developer properti di Pretoria. Elon dan Kimball sekolah di Pretoria Boys High School (PBHS). Menurut Gavin Ehlers, ketua angkatan Elon yang juga lulus pada tahun 1988, si pemikir ini tidak menonjol.

Tapi ia lulus dengan pujian untuk fisika dan komputer. Programer otodidak Komputer. Masa itu betapa menakjubkan! Elon jatuh cinta setengah mati. Begini kisah Errol kepada Jay Caboz, dari Forbes Afrika: Waktu itu komputer baru di tingkat awal sekali. Elon minta diperbolehkan ikut kursus komputer. Ada sebuah kursus komputer yang mendatangkan pakar-pakar komputer dari Inggris dan negara lain. Sayang bukan untuk anak kecil. “Elon bersikukuh pingin ikut,” tutur Errol.

Beruntung sebagai insinyur Errol dapat juga memesan satu kursi dalam acara pembukaan untuk anaknya. Tempatnya di Universitas Witwatersrand, Johannesburg. Maka diantarnya si kecil Elon dengan dresscode yang ditentukan: jas, celana panjang flanel, dan dasi. Panitia sempat berpesan, Elon duduk di pinggir saja dan harus diam. Errol dan Kimbal meninggalkan Elon sendirian untuk mendengarkan ceramah yang lamanya tiga jam. Setelah selesai, semua orang sudah keluar, Elon tak juga muncul. Mereka menemukannya di aula, dengan dasi dan jas sudah dilepaskan, lengan baju digulung ke atas. Anak yang tingginya baru sekitar 1,3 m itu sedang berbincang serius dengan para pakar komputer dari Inggris! Melihat sang ayah datang mendekat, salah satu profesor langsung memberi tahu bahwa “anak ini perlu segera dibelikan komputer.” Maka Errol membelikan. Elon belajar sendiri dengan Disk Operating System, DOS, untuk membuat program. Setahun kemudian ia menjual software buatannya yang pertama, Balstar. Usianya baru 12 tahun.

Baca Juga  Headphone Kualitas Terbaik, Sennheiser Momentum

Ada sisi lain perihal hubungan Elon dengan ayahnya. Menurut Elon Musk: Tesla, SpaceX and the Quest for a Fantastic Future yang ditulis oleh Ashlee Vance, hubungan antara Elon dan ayahnya tidak baik. Elon sampai bersepakat dengan mantan istrinya, Justine, untuk tidak mengizinkan kelima anak mereka berkenalan dengan Errol. Disangka tuli Maye Musk menyandang dua ijazah S2 di bidang nutrisi. Tapi ahli gizi ini punya pencaharian lain yang unik untuk wanita seusianya: menjadi model, yang ditekuninya sampai kini di usianya yang 68 tahun. Maye lahir di Kanada, tapi dibesarkan di Afrika Selatan. Maye suka membaca dan sains. Tapi sejak masih gadis ia juga bekerja sebagai model, di agensi milik teman ibunya. Setelah lulus sebagai ahli gizi dari Universitas Pretoria, dia menikah dengan Errol Musk.

Dalam waktu tiga tahun, ia melahirkan tiga anak. Kepada Fortune ia menuturkan sempat khawatir Elon tuli karena begitu pendiamnya. Kemudian baru ia menyadari, kalau Elon diam berarti dia sibuk berpikir. Tak heran Elon sering jadi sasaran perundungan. Biasanya, Tosca maju membela kakaknya. Ketika Elon berumur 17 tahun, ia memutuskan untuk beremigrasi ke Kanada. Maye ikut, apalagi ia masih menyandang kewarganegaraan Kanada. Kedua adik Elon pun dibawa serta. Elon mula-mula kuliah di Queens University, tapi pada tahun 1992 ia transfer ke University of Pennsylvania di Philadelphia, Pasadena. Di sana ia mengambil program S-1 jurusan bisnis dan fisika sampai lulus.

Setelah lulus, Elon dan Kimbal pindah ke California untuk mendirikan perusahaan Zip2 Corp. Zip2 menyediakan panduan kota secara online. Tak lama, Zip2 sudah menjadi content provider bagi situs webbaru koran-koran besar New York Times dan Chicago Tribune. Selain itu, Elon sudah mendaftarkan diri untuk mengambil program S-3 untuk bidang fisika energi di Stanford University, California, salah satu universitas unggulan di AS. Di tengah serunya perkembangan bisnis dan kemajuan internet waktu itu, selamat tinggal program S-3! Setiap enam minggu, Maye terbang dari Toronto menengok kedua jagoannya.

Baca Juga  3 HP Samsung Terbaru RAM 2gb 2016

Waktu itu Elon dan Kimbal tidur di kolong meja kantor dan numpang mandi di gedung penginapan YMCA. Multimilyuner Pada tahun 1998, Elon dan Kimball memberi ibu mereka hadiah ultah ke-50 miniatur mobil dan rumah dari kayu. Mereka berjanji, “Kapan-kapan kami akan membelikan Ibu rumah dan mobil beneran.” Ternyata mereka tidak omong kosong. Setahun kemudian, pada 1999, CompaqComputers membeli Zip2 seharga AS$307 juta tunai plus AS$34 juta berupa opsi saham! Elon masih pemuda berumur 27 tahun dan baru sekitar lima tahun tinggal di AS. Dengan modal di tangan, pada tahun yang sama Elon Musk mendirikan perusahaan kedua. Kali ini merupakan perusahaan jasa keuangan online. Namanya X.com. Pada tahun 2000, X.com mengakuisisi sebuah perusahaan lain lalu berdirilah PayPal yang terkenal itu.

Hanya dalam waktu dua tahun, pada tahun 2002, PayPal diakuisisi oleh eBay dengan harga AS$1,5 milyar dalam bentuk saham. Sebelum transaksi tersebut, Elon Musk sudah menguasai 11% saham PayPal. Dengan gerak cepatnya, pada tahun yang sama, Elon Musk mendirikan perusahaan ketiga. Space Exploration Technologies Corporation, disingkat SpaceX, didirikan dengan tujuan untuk mendirikan pesawat luar angkasa untuk perjalanan komersial. Enam tahun kemudian, pada 2008, perusahaan ini memenangkan kontrak dengan NASA untuk menangani transportasi kargo dari Bumi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Menyusul kontrak itu, 22 Mei, 2012, roket Falcon 9 buatan SpaceX mengukir sejarah baru: sebuah roket tanpa awak swasta pertama meluncur untuk mengantarkan pasokan seberat 500 kg bagi astronot yang sedang bekerja di Station Luar Angkasa Internasional.

Elon Musk konon berkata, “Saya merasa seperti menang lotere …!” Falcon 9 berangkat lagi pada Desember 2013, kali ini menggendong sebuah satelit yang akan mengorbit mengelilingi Bumi. Februari 2015, Falcon 9 berhasil mengantarkan satelit pemantau cuaca Deep Space Climate Observatory. Minat Elon tak hanya “mainmain” di luar angkasa. Ia juga mempunyai “mainan” bernama Tesla Motors, perusahaan mobil listrik yang didirikan pada tahun 2003. Tujuannya memproduksi mobil listrik secara massal dan murah. Lima tahun kemudian Tesla menelurkan Roadster, mobil sport yang bisa berakselerasi dari 0 ke 60 mph hanya dalam waktu 3.7 detik! Tesla juga sudah memproduksi mobil sedan listrik Model S dan mendapat penghargaan Car of the Year 2013 dari Majalah Motor Trend.

Baca Juga  Shopious Pilihan Belanja Online Fitur Lengkap

Namun, menurut Forbes, perusahaan itu belum menguntungkan. Pada Agustus 2016, Elon Musk menandatangani kontrak yang mengawinkan Tesla Motor Inc. dengan perusahaan SolarCity Corp milik saudara sepupunya. Banyak investor memandang skeptis langkahnya tersebut. Langkah Musk memang tak selalu mulus. Bulan Mei 2016, sebuah Tesla-nya menabrak traktor trailer. September lalu, roket SpaceX terbakar saat sedang mengisi bahan bakar. Tapi dapat dipastikan, penyandang No. 34 dalam Forbes 400 Orang Terkaya Di Dunia 2016 ini akan terus berlari kencang mengejar mimpimimpinya.

Bersaing Dengan “Istri Pertama”

Pepatah yang mengatakan “There is no free lunch” berlaku juga bagi Elon Musk. Bintangnya yang cemerlang di dunia bisnis tidak disertai keberuntungan yang sama di rumah tangga. Pada Januari 2000, setelah akuisisi Zip2 oleh Compaq Computer, Elon Musk menikah dengan Justine, teman semasa kuliah di Queens University di Toronto. Justine yang kini penulis itu kelihatannya tak siap menjadi pendamping pria yang beralih dari sekadar pebisnis start-up menjadi milyuner dalam waktu sangat cepat. Lama-kelamaan, dengan semakin suksesnya bisnis Elon Musk, dan perannya di masyarakat, Justine menyadari ia tak siap menjadi “trophy wife”: penurut, cantik jelita, siap tampil sebagai pendamping di publik, tapi tidak ada suara sama sekali dalam relasi di rumah. Pada 2008, mereka bercerai. Keduanya dianugerahi lima anak lakilaki.

Sesuai dengan perjanjian sebelum pernikahan, Justine tidak memperoleh apa-apa kecuali rumah. Tahun 2008 Elon Musk menikahi aktris Inggris, Talulah Riley. Dua tahun kemudian mereka bercerai. Lalu menikah lagi Juli 2013, untuk akhirnya bercerai lagi pada 2016. Mereka tidak mempunyai anak. Tidak seperti Justine, Talulah mendapatkan pesangon cerai sebesar AS$ 16 juta. Kini Justine sedang berjuang di meja h? au untuk memperoleh pesangon cerai pula. Dengan jam kerjanya yang 100 jam kerja per minggu, Elon mengaku bangun pukul 07.00 dan tidur pukul 01.00 dini hari. Ketika bersama anak-anaknyapun ia tetap ber-multi-tasking dengan mengirim email. Sepertinya siapa pun yang menjadi istri Elon Musk harus menerima, bahwa mereka tak dapat mengalahkan “istri pertama” Elon, yaitu bisnisnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.