BeritaKesehatan dan Gaya HidupNewsParenting

Tantrum adalah, Definisi Temper Anak Tantrum Adalah

Tantrum adalah – Perilaku yang tidak menyenangkan dan mengganggu atau ledakan emosi dan umumnya tantrum sering terjadi sebagai respons terhadap kebutuhan atau keinginan yang tidak terpenuhi.

Tantrum lebih mungkin terjadi pada anak-anak yang lebih muda atau orang lain yang tidak dapat mengekspresikan kebutuhan mereka atau mengendalikan emosi mereka ketika mereka frustrasi.

Tantrum adalah reaksi emosi yang tidak terkontrol dan tidak rasional yang ditunjukkan oleh seseorang, terutama anak-anak, ketika tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan atau merasa tidak puas. Tantrum biasanya ditandai dengan tingkah laku yang kasar, seperti teriak-teriak, menangis, menendang, atau memukul orang lain.

Menurut para ahli, tantrum merupakan respon emosional yang normal bagi anak-anak di bawah usia 5 tahun yang belum memiliki kemampuan untuk mengontrol emosi mereka secara efektif. Tantrum dapat terjadi karena anak-anak belum memahami atau belum bisa mengekspresikan keinginan atau perasaan mereka dengan baik.

Namun, tantrum yang terus-menerus atau terlalu sering terjadi bisa menjadi masalah dan memerlukan intervensi atau bantuan profesional. Bantuan profesional dapat membantu anak-anak belajar cara mengontrol emosi mereka dan mengelola tantrum dengan lebih baik di kemudian hari.

Tantrum Adalah Sikap Marah Atau Perilaku

Tahukah Anda bahwa “bertindak keluar” adalah hal yang alami selama masa kanak-kanak, sehingga hal tersebut adalah hal yang normal bagi anak-anak untuk ingin mandiri ketika mereka belajar bahwa mereka adalah orang-orang yang terpisah dari orang tua mereka.

Keinginan untuk mengontrol ini sering muncul sebagai “tidak” sering dan mengamuk. Tantrum diperparah oleh fakta bahwa anak mungkin tidak memiliki kosakata untuk mengekspresikan perasaannya.

Tantrum biasanya dimulai pada anak-anak berusia 12 hingga 18 bulan dan hal ini mungkin juga akan bertambah buruk antara usia 2 tahun sampai 3 tahun, kemudian menurun sampai usia 4 tahun.

Dan setelah anak anak menginjak usia 4 tahun, maka hal ini jarang terjadi. Menjadi lelah, lapar, atau sakit, bisa membuat tantrum lebih buruk atau lebih sering terjadi.

Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua Jika Anak Tantrum Adalah ?

Ketika tantrum pada anak terjadi maka hal yang harus dilakukan oleh orang tua adalah agar tetap tenang dan jangan memarahinya apalagi sampai memukulnya, karena nantinya malah akan memberikan dampak buruk untuk psikologis anak Anda. Dan perlu Anda ketahui bahwa tantrum itu normal, karena mereka bukan salahmu. Anda bukan orang tua yang buruk, dan putra atau putri Anda bukanlah anak yang buruk.

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa meneriaki atau memukul anak Anda hanya akan memperburuk situasi. Respons dan suasana yang tenang, damai, tanpa “menyerah” atau melanggar aturan yang harusnya Anda tetapkan, mengurangi stres dan membuat Anda berdua merasa lebih baik. Anda juga dapat mencoba mengalihkan perhatian dengan lembut, beralih ke aktivitas yang dinikmati anak Anda atau membuat wajah lucu.

Jika anak Anda mengamuk jauh dari rumah, maka cobalah pimpin anak Anda ke tempat yang lebih tenang, seperti mobil atau kamar kecil dan jagalah agar anak Anda aman sampai tantrum itu berakhir. Temper tantrum adalah perilaku mencari perhatian. Salah satu strategi untuk meminimalkan panjang dan kerasnya tantrum adalah dengan mengabaikan perilaku.

Jika anak Anda aman dan tidak merusak, pergi ke ruangan lain di rumah dapat mempersingkat episode karena sekarang drama tidak memiliki penonton. Anak Anda dapat mengikuti dan melanjutkan amarahnya. Jika demikian, jangan bicara atau bereaksi sampai perilaku berhenti. Kemudian, dengan tenang diskusikan masalah dan tawarkan alternatif tanpa menyerah pada permintaan anak Anda.

Tips Agar Mencegah Amarah Anak saat Tantrum Adalah

1. Pastikan Bahwa Anak Anda Makan dan Tidur Tepat Waktu

Pastikan bahwa anak Anda makan dan tidur pada tepat waktu dan jika anak Anda tidak lagi tidur siang, pastikan bahwa mereka masih memiliki waktu tenang.

Sehingga cobalah berbaring bersama selama 15 hingga 20 menit atau beristirahat sambil membaca cerita bersama pada waktu-waktu tertentu sehari dapat membantu mencegah tantrum.

2. Gunakan Nada Optimis Ketika Meminta Anak Anda Melakukan Sesuatu

Jika anak Anda seringkali pesimis ketika Anda meminta mengerjakan sesuatu kepadanya, maka cobalah untuk menggunakan nada optimis kepadanya dalam arti kata Anda menyemangatinya.

3. Jangan Mudah Terpancing Emosi

Tips selanjutnya adalah jangan mudah terpancing emosi dan ada baiknya jangan bertengkar karena hal-hal yang tidak penting seperti sepatu yang dikenakan anak Anda salah atau apakah mereka duduk di kursi tinggi atau hal lainnya.

Karena keselamatan anak Anda adalah hal yang terpenting, seperti tidak menyentuh kompor panas, tidak berenang sendirian, tidak menyentuh colokan listrik, dan tidak bermain di jalan.

Dan tawarkan pilihan jika memungkinkan, misalnya, biarkan anak Anda memilih pakaian apa yang akan dikenakan dan cerita apa yang harus dibaca. Seorang anak yang merasa mandiri di banyak bidang akan lebih mungkin mengikuti aturan ketika itu adalah suatu keharusan. Jangan menawarkan pilihan jika tidak ada benar-benar ada.

Tantrum adalah

Kapan Harus Mencari Bantuan?

Jika tantrum marah semakin parah dan Anda tidak berpikir Anda bisa mengelolanya, maka cobalah carilah nasihat dari penyedia perawatan kesehatan.

Juga dapatkan bantuan jika Anda tidak mampu mengendalikan kemarahan dan teriakan anak Anda atau jika Anda khawatir Anda akan bereaksi terhadap perilaku anak Anda dengan hukuman fisik dan segera hubungi dokter anak atau dokter keluarga Anda jika:

• Tantrum menjadi lebih buruk setelah usia 4 tahun.

• Anak Anda melukai dirinya sendiri atau orang lain, atau menghancurkan properti selama tantrum.

• Anak Anda menahan napas mereka selama tantrum, terutama jika mereka pingsan.

• Anak Anda juga mengalami mimpi buruk, pembalikan pelatihan toilet, sakit kepala, sakit perut, kecemasan, menolak makan atau pergi tidur, atau menempel pada Anda.

Tantrum Adalah Ledakan Emosi Pada Anak, Apa Pemicunya?

Menurut wikipedia tantrum adalah ledakan emosi pada anak atau bisanya terjadi pada orang-orang dalam kesulitan emosional.

Perlu Anda ketahui bahwa tantrum biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, seringkali menangis, sering menjerit, berteriak tanpa sebab.

Selain itu hukah Ada bahwa beberapa anak lebih rentan terhadap tantrum, terutama anak-anak yang intens, hiperaktif, atau murung, atau anak-anak yang tidak beradaptasi dengan baik dengan lingkungan baru. Bagi kebanyakan balita, tantrum hanyalah cara untuk menghilangkan frustrasi dan batas pengujian mereka.

Hal-hal terkecil, dari meminta mereka untuk mandi sementara mereka sedang menonton Sesame Street untuk meminta agar mereka berbagi boneka binatang favorit dengan adik yang lebih muda, dapat membuat anak-anak dan tantrum adalah situasi apa pun yang melibatkan perubahan dapat menimbulkan amukan.

Saat anak tantrum, orang tua dapat melakukan beberapa hal berikut untuk menangani tantrum tersebut:

  1. Tenang dan jangan terpancing emosi

Orang tua harus tetap tenang dan jangan terpancing oleh emosi anak. Menjadi emosi juga bisa memperburuk tantrum anak. Orang tua harus tetap sabar dan memberikan ruang bagi anak untuk mengeluarkan emosinya, sambil menunjukkan bahwa orang tua tidak akan membiarkan anak merusak barang atau melakukan tindakan yang tidak aman.

  1. Jangan memperhatikan tantrum

Orang tua juga bisa mencoba tidak memperhatikan tantrum anak. Anak-anak seringkali menggunakan tantrum untuk mendapatkan perhatian orang dewasa. Jika tantrum tidak mendapat perhatian, maka anak mungkin akan berhenti tantrum karena merasa tidak berhasil mendapatkan perhatian.

  1. Beri pilihan

Orang tua bisa mencoba memberikan pilihan kepada anak untuk membantu mengelola emosi dan tantrumnya. Misalnya, anak bisa dipilih untuk mengambil makanan yang disukainya dari dua pilihan yang diberikan orang tua. Ini bisa membantu anak merasa memiliki kendali atas situasi dan mencegah tantrum.

  1. Beri penjelasan

Orang tua juga bisa memberikan penjelasan kepada anak tentang mengapa sesuatu tidak bisa dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Penjelasan yang jelas dan sederhana dapat membantu anak memahami situasi dan mengurangi tantrum.

  1. Berikan waktu istirahat

Jika tantrum terlalu sering terjadi atau sulit ditangani, orang tua bisa memberikan waktu istirahat kepada anak. Anak bisa diberikan waktu sendiri di kamar atau di tempat yang aman sambil mengambil napas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Ini bisa membantu anak mengontrol emosinya dan mengelola tantrum dengan lebih baik di kemudian hari.

  1. Minta bantuan

Jika tantrum terus terjadi atau sulit ditangani, orang tua bisa meminta bantuan profesional, seperti psikolog atau terapis anak. Bantuan profesional dapat membantu orang tua mengetahui penyebab tantrum yang terjadi dan memberikan solusi untuk mengelolanya dengan lebih baik di kemudian hari.

Itulah penjelasan mengenai tantrum pada anak dan semoga saja dengan adanya informasi ini dapat menambah wawasan Anda yah sampai jumpa di artikel berikutnya.

Kesimpulan
Tanggal
Judul
Tantrum adalah
Rating
51star1star1star1star1star
Product Name
Tantrum adalah
Price
USD 0
Product Availability
Available in Store Only

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button

Hy Guys

Tolong Matikan Adblock Ya. Situs ini biaya operasionalnya dari Iklan. Mohon di mengerti ^^