Penyebab Mesin Mobil Over heat dan Solusinya

  • Whatsapp

Penyebab Mesin Mobil Over heat dan Solusinya

Overheat pada mesin adalah hal yang sangat menakutkan. Kejadian ini dapat menyebabkan kerusakan pada mesin hingga mengeluarkan biaya besar untuk perbaikan. Oleh sebab itu kenali gejalanya Overheat merupakan kata dari bahasa asing yang jika diartikan adalah panas berlebih. Overheat bisa dialami oleh mesin mobil dan bisa jadi masalah besar bagi Anda yang mengalaminya. Pasalnya jika mesin mobil overheat akan berpotensi merusak mesin mobil Anda. Masalah utama terjadinya overheat adalah bermasalahnya sistem pendingin mesi

Tapi paling umum overheat terjadi akibat masalah pada radiator. “Kebanyakan, mobil yang mengalami overheat disebabkan oleh electric fan yang tidak berfungsi, kebocoran di bagian radiator dan penyumbatan radiator,” ucap Iwan Abdurahman, Kepala Bengkel Toyota Astra Motor, Sunter. Komponen electric fan memiliki usia pakai. Jika electric fan sudah berumur hingga 80.000 km, sebaiknya Anda patut waspada. Pasalnya kerja dari electric fan sudah tidak optimal. Kendati begitu, overheat bisa terjadi pada mobil apa pun, kapan pun dan dimana pun. Tanpa mengenal batas usia mobil. Untuk itu Anda harus lebih mengenal ciri-ciri ketika mesin mobil Anda memiliki suhu di atas normal, hal yang harus dilakukan ketika terjadi overheat dan kerusakan yang disebabkannya.

Baca Juga  Ini Lho Promo Terbaru dari IndieHome Bulan ini

Ciri-Ciri Overheat

Tidak sulit untuk mengetahui mesin mengalami overheat, karena pabrikan mobil telah menyediakan indikator temperatur mesin yang ditempatkan di panel instrumen. Jika jarum indikator semakin dekat ke arah ‘H’, hal itu menandakan bahwa mesin mulai mengalami gejala overheat. Namun ada beberapa mobil baru yang hanya menggunakan lampu indikator untuk menunjukan temperatur mesin. “Lampu indikator temperatur akan menyala ketika suhu mesin di atas 95 derajat,” ujar Iwan.

Dengan mobil yang hanya menyediakan indikator temperatur berupa lampu, tentu pemilik harus lebih memperhatikan air di reservoir engine coolant. Jika ada di batas ‘MIN’ atau minimal, segera tambahkan. Tapi jika Anda terlalu sering melakukan penambahan, waspada dengan kebocoran di radiator. Tak hanya itu, Anda pun bisa mengenal ciri-ciri overheat dengan merasakan performa dari kendaraan Anda. Jika mesin mengalami knocking dan penurunan performa, patut dicurigai sebagai gejala overheat.

Baca Juga  Daftar Harga Smartphone Asus di Indonesia 2016

Hal Yang harus Dilakukan Ketika Terjadi Overheat

Anda harus mengetahui langkah pertama yang harus dilakukan ketika mesin mengalami overheat. Jika suhu mesin mengalami lonjakan yang drastis, sesegera mungkin menghentikan laju kendaraan untuk mengetahui penyebabnya. Berhentikan mobil di tempat yang aman. Seperti bahu jalan atau bahkan parkiran luas yang agak jauh dari jalan besar. Ini perlu untuk menjaga keselamatan Anda dan pengguna jalan lain. Lalu matikan mesin. Selain muncul tanda pada indikator, overheat yang sudah parah juga bisa terjadi diiringi munculnya uap air dari arah mesin. Bila itu terjadi, jangan langsung buka kap mesin dan biarkan dulu hingga uapnya habis. Ini perlu agar uap atau cipratan air panasnya tidak mengenai tubuh Anda. Tunggu sekitar 20-30 menit untuk membuka tutup radiator dan melakukan pengecekan.

Setelah memungkinkan baru lakukan pengecekan secara menyeluruh. Mulai dari volume air di tangki reservoir, lalu urut kan pemeriksaan selanjutnya ke selang-selang, kipas elektrik, pompa air, dan kebocoran lainnya. Jika masalah hanya karena air radiator kurang, segera tambahkan lalu Anda bisa melanjutkan jalan sementara menuju bengkel terdekat. Usahakan jangan banyak menggunakan fitur di mobil seperti radio atau AC. Tujuannya agar kerja mesin tidak terlalu berat. Tapi bila masalah overheat tidak bisa ditanggulangi sendiri, langkah terbaik adalah mengontak mekanik profesional untuk menyelesaikan masalah Anda.

Baca Juga  Kelebihan Suspensi Mitsubishi Xpander

 

Kerusakan Yang Diakibatkan Overheat

Dampak dari mesin yang mengalami overheat adalah kerusakan masif pada mesin mobil Anda. Hal itu bisa terjadi ketika Anda tetap memaksa untuk menjalankan kendaraan tanpa melakukan antisipasi terlebih dahulu. “Paling parah ketika mesin mengalami overheat, kepala silinder bisa bengkok dan piston macet yang bisa melukai blok silinder,” kata Iwan. Jika sudah mengalami kerusakan pada komponen silinder tentu saja Anda harus melakukan perbaikan yang membutuhkan biaya cukup besar. Iwan pun menjelaskan, kebanyakan bengkel hanya melakukan bubut jika blok silinder mengalami luka. Tapi masalahnya beberapa mobil saat ini sudah menggunakan blok berbahan aluminium, sehingga tidak bisa di oversize. “Tidak banyak bengkel bubut yang bisa memberikan hasil yang baik, sehingga kami menyarankan untuk melakukan penggantian blok mesin,” jelas Iwan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.