6 Penyebab Tekanan Darah Rendah

  • Whatsapp

6 Penyebab Tekanan Darah Rendah – “Masalah kesehatan akibat tekanan darah biasanya identik dengan hipertensi alias tekanan darah tinggi. Sebagian besar masalah tensi darah memang angka yang kelewat tinggi. Tapi pada sebagian kecil orang, masalah mereka justru sebaliknya, bukan angka yang terlalu tinggi melainkan terlalu rendah. Pada orang sehat, tekanan darah berkisar di angka 120/80 mmHg. Angka pertama, yang dalam kedokteran disebut sistolik, menyatakan tekanan saat jantung memompa darah. Angka kedua, diastolik, menyatakan tekanan ketika jantung berhenti sesaat sebelum memompa darah lagi. Pada sebagian kecil orang, tekanan darah berada di bawah angka ideal ini.

Kalau selisihnya hanya 10 mmHg, kondisi itu masih dinggap wajar. Akan tetapi jika tekanan darah anjlok sampai 30 mmHg di bawah angka ideal, secara medis kondisi itu sudah dianggap sebagai bahaya. Penurunan tensi sedikit dari level normal biasanya tidak disertai dengan gejala apa-apa. Tetapi jika penurunannya cukup besar, hipotensi biasanya disertai dengan gejala-gejala seperti detak jantung dan napas yang lebih cepat, pandangan kabur, hingga hilangnya keseimbangan badan. Ini adalah lampu merah yang mengharuskan kita segera melakukan terapi. Dalam bahasa sehari-hari, kita sering mencampuradukkan pengertian kurang darah dan tekanan darah rendah. Kedua penyakit ini sebetulnya berbeda tapi sering kita anggap setali tiga uang. Kurang darah adalah kondisi yang dalam bahasa medis disebut anemia. Sementara tekanan darah rendah adalah kondisi hipotensi (lawan kata dari hipertensi).

Tapi dalam bahasa sehari-hari kita sering menyebut keduanya dengan satu nama: darah rendah. Bukan itu saja, kita pun dengan percaya diri mengobati keduanya menggunakan obat yang sama, yaitu pil tambah darah. Gejala hipotensi memang bisa mirip dengan gejala anemia, apalagi anemia memang juga bisa menyebabkan hipotensi. Tetapi sebagian besar kasus tekanan darah rendah tidak disebabkan oleh kurang darah. Ini perlu digarisbawahi karena penanganan hipotensi akibat anemia akan sangat berbeda dengan hipotensi akibat kondisi lain. Ada banyak kemungkinan yang bisa menyebabkan turunnya tekanan darah, di antaranya:

Baca Juga  Rekomendasi Restoran Steak Enak di Medan

• Kehamilan.

Selama masa kehamilan, sistem sirkulasi darah ibu bekembang dengan sangat cepat dan kadang tidak diimbangi dengan suplai cairan darah yang memadai. Ini jenis hipotensi sementara yang normal dan akan sembuh sendiri setelah si ibu melahirkan. Pada saat menyusui, si ibu juga masih bisa mengalami hipotensi sesaat akibat berkurangnya cairan yang keluar dalam bentuk ASI. Ini juga hipotensi normal yang akan membaik setelah si ibu mengganti cairan yang hilang lewat makanan dan minuman.

• Gangguan hormonal.

Tekanan darah dikendalikan oleh beberapa jenis hormon, beberapa di antaranya diproduksi kelenjar yang berada di atas ginjal. Ketika keseimbangan hormon-hormon ini terganggu, tekanan darah pun bisa menurun. Gangguan ini bisa temporer, bisa juga permanen, tergantung pada jenis gangguan yang terjadi pada kelenjar hormon tersebut.

• Kelainan yang sifatnya permanen.

Ini bisa berupa kelainan pada jantung, pembuluh darah, atau kelenjar yang memproduksi hormon pengatur tekanan darah. Ciri utamanya, gangguan ini akan menyebabkan hipotensi yang juga bersifat permanen. Contoh, jika jantung seseorang tidak bisa memompa darah dengan kuat, ia akan mengalami kondisi hipotensi seumur hidupnya. Begitu pula jika kelenjar hormon di atas ginjal mengalami gangguan permanen, maka kondisi hipotensi pun akan menjadi kronis. Ini jenis hipotensi yang relatif paling sulit penanganannya. Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan yang harus diminum terus-menerus seperti obat hipertensi.

Baca Juga  Boleh Ga Sih Memberi Bedak Pada Bayi ?

• Kurang carian dan elektrolit.

Ini jenis hipotensi temporer yang terjadi ketika kita kurang minum, mengalami diare, terlalu banyak berkeringat atau berkemih. Produksi air kemih yang terlalu banyak pun bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya terlalu banyak minum kafein atau menggunakan obat-obat jenis diuretik yang merangsang pengeluaran air seni. Hipotensi jenis ini akan segera hilang ketika kita minum banyak cairan dan elektrolit.

• Penyakit lain.

Kadang hipotensi hanya merupakan gejala dari penyakit lain. Jadi, di sini hipotensi bukanlah subjek utamanya melainkan sekadar pelengkap derita. Akar masalahnya bisa saja alergi atau infeksi yang mempengaruhi pembuluh darah. Dalam kondisi seperti ini, penyakit utama harus diatasi lebih dulu. Jika akar masalahnya sudah disembuhkan, hipotensi dengan sendirinya akan hilang.

• Anemia (kurang darah).

Jika makanan kita miskin zat besi, asam folat , dan vitamin B12, maka produksi hemoglobin (sel darah merah) akan terganggu. Hemoglobin merupakan komponen darah yang bertugas mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Berkurangnya sel darah merah akan menyebabkan suplai oksigen ke seluruh tubuh mengalami penurunan, termasuk ke otot-otot jantung. Kondisi ini pada gilirannya bisa menyebabkan otot jantung menjadi loyo dan pada akhirnya menyebabkan turunnya tekanan darah. Inilah akar masalah yang membuat kita sering menganggap bahwa anemia sama dengan hipotensi. Keduanya jelas berbeda tapi memang bisa berkaitan. Kurang darah memang bisa menyebabkan tekanan darah rendah. Tapi ini hanya salah satu kemungkinan dari sekian banyak kemungkinan. Sama seperti hipertensi, sampai sekarang hipotensi pun masih termasuk jenis penyakit yang belum bisa disembuhkan. Kabar baiknya pun sama, yaitu bahwa gangguan kesehatan ini bisa dikendalikan dengan baik sehingga kita tetap bisa menjalani hidup dengan sehat. Terapi hipotensi, terutama yang kronis, harus benar-benar disesuaikan dengan penyebabnya.

Baca Juga  Hotel Terbaik untuk Liburan Keluarga di Indonesia

Untuk urusan ini, kita sebagai orang awam sebaiknya berkonsultasi ke dokter. Jika kita menebak-nebak sendiri penyebabnya, bisa jadi kita akan melakukan pengobatan yang salah. Sebagai contoh, jika memang penyebabnya adalah kurang darah, cara pengobatannya relatif lebih mudah. Jika memang anemia itu disebabkan oleh kurangnya zat besi dan asam folat, kita bisa mengatasinya dengan cara lebih banyak makan protein hewani, kacang-kacangan, dan sayuran berwarna hijau tua. Begitu anemia terselesaikan, tekanan darah rendah akan membaik dengan sendirinya. Akan tetapi jika penyebabnya bukan anemia, cara pengobatannya akan relatif lebih kompleks. Dokter mungkin akan meresepkan beberapa hal, termasuk obat-obatan. Dalam kondisi seperti ini, konsumsi pil tambah darah yang banyak dijual bebas tentu tak akan menyelesaikan masalah karena memang masalahnya bukan di sel-sel darah merah.

Bukan hanya itu, jika kita terlalu banyak mengonsumsi suplemen, zat besinya bisa tertimbun di dalam tubuh dan menyebabkan terganggunya fungsi usus bahkan jantung. Kalau kita ingin mengetahui masalahnya dengan lebih tepat, kita harus melakukan pemeriksaan tensi darah maupun kadar hemoglobin. Pengukuran tensi darah bisa dilakukan dalam sepuluh menit oleh perawat di klinik-klinik dekat rumah kita. Tapi untuk mengetahui kadar hemoglobin, kita harus memeriksakan diri ke laboratorium klinik. Jika kadar hemoglobin maupun tekanan darah sama-sama rendah, itu berarti kita harus mengatasi anemianya lebih dulu. Jika anemia sudah diatasi tapi tekanan darah masih saja rendah, kemungkinan besar akar masalahnya bukan di selsel darah merah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.