Rekomendasi Menu yang Cocok untuk Imlek

  • Whatsapp
[Total: 0    Average: 0/5]

Rekomendasi Menu yang Cocok untuk Imlek

Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan warna merah dengan segala kemeriahannya. Di balik meriahnya dominasi warna merah di Tahun Baru Imlek ini, ada satu sajian khas Imlek yang menarik untuk diketahui lebih jauh, yakni Yu Sheng. Sajian khas yang hanya ada pada perayaan Imlek ini memiliki banyak sebutan. Di Malaysia, misalnya, yu sheng dilafalkan dengan yee shang. “Di Indonesia, masih mengikuti lafal pinyin, yang mengikuti pronounciation asli bahasa Chinese. Dan yu sheng memiliki arti ikan (yu) mentah (sheng). Dalam sajian khas ini memang digunakan ikan mentah,” jelas Jonathan M. Kennedy, executive chef dan pendiri konsultan chef, Chef To Go Indonesia. Jenis ikan yang digunakan untuk sajian yu sheng, kata chef yang kerap disapa Joey ini, bisa disesuaikan dengan daerah atau negara setempat. Di negeri Tiongkok, lanjut Joey, yu sheng menggunakan ikan yang memiliki daging berwarna putih, contohnya ikan ekor kuning atau yellowfn. Sedangkan di Indonesia yu sheng bisa menggunakan tuna, salmon, atau sejenisnya. “Bukan kakap atau gurame yang digunakan karena ikan yang dipilih harus memiliki taste seafoodnya, namun baunya tidak amis,” tambahnya. Menariknya, setiap kondimen dalam sajian yu sheng memiliki arti dan makna tersendiri.

Baca Juga  Cara Mengatasi Stress Kerja dan Membuat Perkerjaan Semakin Nyaman

Penggunaan ikan melambangkan panjang umur dan prosperity atau keberuntungan. Sajian yu sheng sendiri memiliki arti menambah keceriaan karena harus disantap bersama-sama seluruh anggota keluarga dan dilakukan hanya 1 tahun sekali. Selain ikan mentah, yu sheng yang tak ubahnya salad ini juga dilengkapi irisan korek api wortel, bengkoang, lobak (yang dibuat dua warna, merah dan hijau), jeruk bali, manisan kulit jeruk/ kismis/plum, kyuri, dan ubi jalar ungu yang digoreng. Sebagai tambahan simbolis lain, yakni kacang, biji wijen, dan beberapa macam saus. Di antaranya minyak zaitun dan saus plum yang dituangkan ke atas salad dan ikan sesaat sebelum di santap. Saus yang diguyurkan ke atas salad ini bermakna ibarat rezeki, kesuksesan, dan keberuntungan yang terus mengalir seperti air yang dikucurkan. “Bagi warga Tionghoa, ketika saus dan minyak zaitun diguyurkan tadi harus disertai doa dalam bahasa Chinese. yaitu yi ben wan li, yang berarti harapan agar semua keuntungan meningkat 10 ribu kali lipat dan mendatangkan uang yang masuk dari segala arah,” papar Joey, seraya menjelaskan pangsit goreng atau pok coi juga digunakan sebagai bahan yu sheng yang melambangkan lantai emas. Uniknya lagi, yu sheng juga kerap melibatkan 2 buah amplop tempat angpao. Namun pada sajian yu sheng, amplop angpao ini tak diisi uang, melainkan untuk menyimpan kacangkacangan, biji-bijian, atau bumbu yang akan ditaburkan bersama saus pada saat akan disantap bersamaan. Biasanya yang dimasukkan ke dalam amplop angpao adalah kacangkacangan yang ditumbuk kasar dan biji wijen. Keduanya dilambangkan sebagai perhiasan dan emas yang melimpah pada saat dituang ke atas yu sheng. “Yu sheng biasanya dinikmati pada jamuan makan malam keluarga sesaat Chef Jonathan M. Kennedy Executive Chef, Chef To Go Jamuan Makan di Tahun Baru Imlek Makin Meriah dengan Yu Sheng Warga Tionghoa tak lama lagi akan merayakan pergantian tahun Imlek, yang jatuh pada 16 Februari 2018. Perayaan Tahun Baru Imlek ini biasanya ditandai dengan menggelar acara jamuan makan bersama keluarga besar. Salah satu sajian khasnya yang memiliki banyak makna adalah yu sheng. sebelum tahun berganti di esok harinya. Di keluarga saya, yu sheng dinikmati di malam sebelum Imlek. Esok paginya di hari H Imlek, kami sembahyang dan membagikan angpao,” papar Joey.

Baca Juga  Tujuan Investasi Terbaik di Tahun ini Apa sih ?

 

TRADISI MENGADUK YU SHENG

Joey mengatakan, kebanyakan etnis Tiongoa di Indonesia menyajikan dan menyantap yu sheng hanya sebagai prosesi saja. Kendati demikian, di kotakota besar di Indonesia banyak resto atau hotel yang khusus menyediakan yu sheng untuk mengakomodasi warga Tionghoa yang akan merayakan dan mengadakan jamuan makan di luar rumah. Selanjutnya, tradisi yang biasa dilakukan pada saat menyantap yu sheng terbilang unik. Joey mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, meliputi penggunaan sumpit dan panjatan doa-doa yang harus diucapkan seperti sajak, yang berhubungan dengan yu sheng. Setiap menuangkan saus atau bijibijian/kacang, memiliki panjatan doa berbeda, yang konon bertujuan untuk keberuntungan hingga 1 tahun ke depan. “Cara makan yu sheng harus diaduk, maka diperlukan sepasang sumpit yang panjang. Jika dalam satu keluarga ada 10 orang, maka yu sheng harus dikeliling semua orang. Ada satu orang yang memimpin prosesi dan memanjatkan doa-doa dalam pronounciation Chinese. Selanjutnya semua orang ikut mengaduk yu sheng, sambil mengucap “lo hey lo hey lo kow fong sang sue hey” sambil berteriak bersama-sama, hingga sayur, ikan, kacang, wijen, dan saus tercampur rata. “Kalimat tadi artinya kira-kira, silakan mengaduk yu sheng dengan riang gembira.” Semakin tinggi mengangkat dan mengaduk yu sheng, kata Joey, bermakna niscaya semakin tinggi pula rezeki dan kemakmuran yang akan dicapai. Selanjutnya, sang pemimpin prosesi membagikan secara rata yu sheng kepada semua orang yang ikut mengaduk dan menikmatinya bersamasama. Selamat Tahun Baru 2569 Imlek. Gong Xi Fa Cai!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.