Cara Mengatasi Gangguan Pencernaan

 Kesehatan dan Gaya Hidup


[Total: 0    Average: 0/5]

Cara Mengatasi Gangguan Pencernaan

 

Kadang kala orang menganggap remeh gangguan pencernaan. Ketika sakitnya betul-betul menyiksa, barulah mereka segera ke rumah sakit. Kini dengan layanan one stop solution di rumah sakit tertentu, penanganan gangguan pencernaan bisa dilakukan lebih dini dan efisien. Sebagai tempat menerima dan menguraikan makanan agar menjadi sumber energi bagi tubuh, sistem pencernaan rentan mengalami masalah yang kompleks. Terutama dari sisa-sisa makanan yang tidak dapat dicerna. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi beberapa organ dari sistem pencernaan secara bersamaan.

Masalahnya, bagi kebanyakan orang, persoalan semacam ini sering dipandang sebelah mata. Mungkin, gangguan tersebut dianggap hanya sakit perut biasa. Padahal sistem pencernaan manusia terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, terakhir anus. Menurut World Gastroenterology Organisation, kasus gangguan pencernaan saat ini naik 40% karena berbagai penyebab. Bahkan gangguan pencernaan sudah masuk dalam 10 besar penyakit mematikan di dunia. Penyakit kanker usus merupakan penyakit dengan jumlah kematian terbanyak. Menurut Centers for Disease Control (CDC) lebih dari 51 ribu warga Amerika Serikat meninggal karenanya. Masalahnya, penyakit ini baru diketahui setelah tiga kali diagnosis dokter yang berbeda. Layanan one stop solution Jika pasien menginginkan penanganan masalah pencernaan secara tuntas, mungkin bisa dicoba untuk berobat ke klinik pencernaan (digestive clinic).

Baca Juga  Inilah Manfaat Puasa Bagi Kesehatan



Di klinik semacam ini, permasalahan gangguan pencernaan bukan hanya ditangani dengan obat-obatan melainkan juga edukasi. “Sekarang pasien tidak hanya menerima mentah apa perkataan dokter, melainkan bisa memberi pendapat dan mendapatkan edukasi mengenai penyakitnya,” terang dr. Hardianto Setiawan Ong, SpPDd-KGEH dari Klinik Pencernaan Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk. Hardianto mengungkapkan, sejauh ini pasien yang datang ke klinik pencernaan umumnya mengeluhkan sakit perut seperti mag dan mual. Namun setelah diperiksa ternyata ada infeksi, radang, sampai yang paling parah adalah kanker usus. Jika kondisi penyakitnya sudah parah, selain peluang sembuh yang kecil, biaya pengobatannya juga besar.

Padahal gangguan pencernaan bisa dicegah sejak dini dengan mengetahui gejalanya. Gangguan pencernaan memang memiliki beberapa gejala. Pada gangguan ringan, gejalanya sakit perut, perut kembung, sendawa, dan mual. Sedangkan yang berat, antara lain tidak bisa makan, tidak bisa menelan makanan, muntahmuntah, nyeri kronis, hingga muntah darah. Memang tidak semua gejala yang parah mengarah kepada penyakit kanker usus. Namun jika tidak cepat ditangani, ada kemungkinan infeksi. Di klinik gangguan pencernaan, setelah pasien memberitahu keluhannya kepada dokter, dokter akan melakukan pemeriksaan.

Baca Juga  Makanan agar Badan Sixpack

Jika tidak ditemukan sesuatu yang serius, maka pasien cukup diberi obat dan diedukasi mengenai masalahnya. Berbeda penanganannya jika ditemukan indikasi berbahaya pada saluran pencernaan atau penyakit saluran pencernaan yang berulang. Untuk penanganannya, pasien harus menjalani endoskopi. Endoskopi adalah tindakan non bedah untuk melihat bagianbagian dalam tubuh dengan cara memasukkan tabung lentur (fleksibel) berkamera di ujungnya. Tabung lentur berkamera ini disebut endoskop. Kamera berguna untuk mengambil gambar bagian dalam pencernaan. Dengan gambar yang jelas, maka dokter akan mudah melakukan pemeriksaan.

Proses endoskopi sendiri terdiri atas dua cara, yakni esophagogastroduodenoscopy serta colonoscopy. Cara pertama adalah prosedur untuk mendiagnosa dan mengobati masalah saluran pencernaan bagian atas, meliputi mulut, kerongkongan, lambung, dan usus kecil. Sementara colonoscopy adalah tes yang dilakukan dokter untuk melihat lapisan dalam usus besar. Cara ini dapat membantu menemukan polip usus besar, tumor, dan daerah peradangan atau pendarahan. Setiap pasien bisa menerima salah satu cara endoskopi atau malah keduanya. Semua tergantung keluhan pasien. Contohnya, jika pasien mengeluh sakit di perut dan dokter memperkirakan ada masalah di usus besar, maka akan dilakukan colonoscopy.

Sementara jika pasien mengeluh mag, cara yang dipilih adalah esophagogastroduodenoscopy. Selama proses endoskopi, terhadap pasien bisa dilakukan anestesi atau tidak. Jika pasien memerlukan tindakan lebih atau mengalami fobia, maka dilakukan general anestesi. Namun jika kondisi pasien normal, dokter cukup memberikan suntikan regional anestesi yang membuat pasien tertidur dan merasa nyaman. Keberhasilan proses endoskopi termasuk tinggi. Selain bisa memberikan diagnosis yang tepat, risiko terhadap infeksi dan pendarahan kecil dan waktu pemeriksaan cepat.

Baca Juga  7 Jenis Teh Terbaik di Dunia

Esophagogastroduodenoscopy hanya 15 menit, sementara colonoscopy 30 menit. Hasil pemeriksaan endoskopi akan menentukan langkah selanjutnya. Semisal bentuk perawatan yang sesuai dan obatobatan yang digunakan. Jika ditemukan gangguan pencernaan yang kompleks, pasien tidak perlu meninggalkan ruangan. “Kami menyebutkan layanan one stop solution sebab sudah tersedia dokter dari tim multidisiplin di sini,” jelas Hardianto. Tim multidisiplin terdiri atas sembilan dokter yang berasal dari dokter-dokter divisi penyakit dalam khususnya bidang gastroenterologi dan hepatologi, radiologi, sampai bedah saluran cerna.

Menurut Hardianto, selain pengobatan yang lebih sederhana, cara ini membuat pasien tidak perlu menerima banyak diagnosis. Cukup satu diagnosis dan tepat. Dengan layanan seperti ini Hardianto berharap pihak dokter bisa mendeteksi gangguan pencernaan sejak dini agar tidak semakin parah. Bahkan pihak klinik sedang mengupayakan membangun Center Neuro and Mutuality. Fungsinya untuk memberikan diagnosis yang terbaik agar pasien tidak banyak mengonsumsi obatobatan.

Artikel yang kamu Cari ga ktemu? Cari disini. Teknorus.com

Author: 

No Responses

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.