7 Penyebab kanker yang Paling Sering di Temui

  • Whatsapp

Penyebab kanker – Sekalipun sudah banyak penelitian yang dilakukan, para ahli kesehatan belum bisa membuat kesimpulan tegas tentang penyebab kanker. Yang diketahui baru sebatas faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko kejadiannya. Ungkapan “bisa meningkatkan risiko” adalah istilah khas yang digunakan di kalangan medis sebagai bentuk kehatihatian untuk menghindari ungkapan “bisa menyebabkan”. Itu sebabnya dokter tidak menyatakan bahwa bahan tertentu, misalnya rokok, menyebabkan kanker tapi meningkatkan risiko kanker. Begitu pula dengan bahanbahan terlarang yang kadang digunakan di makanan seperti formalin atau pewarna tekstil yang sering kita asosiasikan sebagai racun pemicu kanker. Bahan-bahan ini diketahui berkaitan dengan kejadian kanker tapi tidak menunjukkan hubungan langsung sebab akibat pada semua orang.

Penyakit ini bisa menyerang organ mana saja. Maka banyaknya jenis kanker hampir sama dengan banyaknya organ tubuh kita. Hingga kini telah diketahui ada sekitar 200-an jenis kanker. Yang paling umum kita jumpai di sekitar kita misalnya kanker payudara, rahim, leher rahim, prostat, dan paru-paru. Kanker adalah sebuah kondisi abnormal yang terjadi lewat mekanisme yang kompleks. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah makanan. Sekalipun pada umumnya bukan faktor utama, makanan bisa saja menjadi faktor penting pada sebagian kasus kanker. Namun, hubungan antara makanan dan kanker tidak sejelas hubungan antara makanan dan sakit mag, hipertensi, atau diabetes. Secara kasar, makanan menyumbang sekitar 20% dari keseluruhan faktor pendukung munculnya kanker. Karena itu, dalam usaha mencegah kanker, sebaiknya kita tidak hanya berfokus pada makanan tapi juga pada faktor-faktor lain yang tak kalah pentingnya.

Baca Juga  Inilah Pekerjaan dengan Gaji Tinggi dan Palling di Cari di Indonesia

ada banyak faktor yang mendukung munculnya kanker:

Gen.

Orang yang lahir dari keluarga penderita kanker pada umumnya memiliki risiko kanker lebih tinggi. Itu sebabnya mereka harus memiliki kehatian-hatian ekstra. Salah satu cara pencegahan yang harus dilakukan adalah check up kesehatan secara rutin. Yang perlu ditegaskan, orang yang membawa gen kanker tidak otomatis akan menderita kanker. Gen ibarat benih yang hanya akan bertunas kalau mendapat pupuk berupa gaya hidup yang tidak sehat. Para ahli sepakat bahwa gen memang berperan penting tapi pada umumnya faktor yang lebih menentukan adalah faktor lingkungan. Gen merupakan faktor bawaan yang tidak bisa diapaapakan lagi. Namun, kita masih punya pilihan lain untuk mencegahnya berkembang menjadi kanker. Anda tentu masih ingat aktris Angelina Jolie yang memutuskan untuk menjalani mastektomi (pengangkatan payudara) begitu diketahui bahwa ia membawa gen kanker payudara yang ia warisi dari orangtuanya. Jika ia tidak melakukan operasi ini, ia memiliki kemungkinan hingga 87% menderita kanker payudara di masa depan. Dengan mastektomi, kemungkinannya tinggal 5% sebab organ yang mungkin bisa menjadi “pot tanaman” kanker itu dibuang. Ini adalah contoh bagaimana pemeriksaan dini bisa memberi kita pilihan lebih banyak untuk melakukan pencegahan.

Gangguan hormon, terutama hormon seks.

Faktor ini paling berperan dalam kanker-kanker yang berkaitan dengan organ khas perempuan atau lakilaki seperti kanker payudara, rahim, leher rahim, atau prostat. Masalah ini paling banyak terjadi pada usia lanjut seteleh masa menopause (mati haid) atau andropause (“menopause laki-laki”). Pada usia subur, tanda-tanda gangguan hormonal bisa kita lihat dari seberapa sering seorang mengalami abnormalitas haid.

Baca Juga  Ide Bisnis Kuliner Es Kepal Milo

Paparan bahan kimia.

Bahan kimia pemicu kanker ini bisa berasal dari mana saja, baik dari polusi udara, rokok, minuman, maupun makanan. Polusi bisa terjadi di mana saja, baik di jalan raya berupa asap knalpot, uap pelarut organik di tempat kerja, bahkan zat-zat kimia di dalam rumah. Seperti yang kita ketahui, saat ini kita hampir tidak bisa menjauhkan diri dari penggunaan produk-produk pabrik berisi berbagai bahan kimia seperti antinyamuk, antiserangga, pengharum ruangan, pembersih lantai, aneka kosmetika, dan sebagainya. Kita tidak tahu persis bagaimana efek bahan-bahan sintetis ini dalam jangka panjang, apalagi jika digunakan bersama-sama. Karena itulah kita disarankan untuk sebisa mungkin meminimalkan penggunaan bahan-bahan kimia untuk keperluan sehari-hari.

Radiasi.

Misalnya radiasi ultraviolet yang dalam jangka mungkin bisa meningkatkan risiko kanker kulit. Bendabenda yang memancarkan radiasi seperti kawat listrik tegangan tinggi atau bahkan telepon seluler pun sampai kini masih diperdebatkan pengaruhnya terhadap kanker otak.

Infeksi.

Beberapa jenis infeksi virus diketahui bisa mencetuskan kanker, misalnya kanker leher rahim dan kanker hati. Kanker leher rahim bisa dicetuskan oleh infeksi virus papiloma. Sementara kanker hati bisa diawali dengan infeksi virus hepatitis. Untuk mencegah kanker-kanker jenis ini kita harus mencegah penularan infeksinya. Sekalipun faktor ini tidak terkait langsung dengan makanan, zat gizi tetap berperan meminimalkan kemungkinan infeksi dengan cara menjaga daya tahan tubuh.

Baca Juga  Rekomendasi Restoran Makanan Sehat di Jakarta

Kegemukan.

Ini faktor yang secara tidak langsung berkaitan dengan pola makan. Sel-sel lemak diketahui bisa mengganggu keseimbangan hormonal. Padahal, gangguan hormon merupakan salah satu penyebab kanker.

Makanan dan minuman.

Faktor ini meliputi jenis makanan maupun pola makan. Jenis bahan makanan atau minuman yang diketahui bisa mempertinggi kemungkinan kanker seperti alkohol, makanan yang tercemar aflatoksin (racun dari jamur tertentu), bahan tambahan pangan yang terlarang misalnya formalin, dan sebagainya. Sekalipun tidak mengandung bahan-bahan di atas, pola makan sehari-hari yang rendah serat juga bisa mempertinggi kemungkinan kanker, terutama kanker usus besar. Para peneliti juga masih memperdebatkan pengaruh produk-produk pertanian seperti kedelai dan jagung yang dihasilkan dari proses rekayasa genetik.

Begitu pula sebagian pemanis buatan seperti sakarin yang pernah dipolemikkan karena sebagian kalangan menganggapnya bisa mempertinggi risiko kanker. Sekalipun masih ada beda pendapat di kalangan ilmuwan, kita sebagai konsumen awam sebaiknya memilih jalan aman saja dengan cara sebisa mungkin meminimalkan konsumsi makanan yang banyak mengandung bahan-bahan tambahan sintetis. Masing-masing kanker memiliki penyebab yang khas. Mungkin saja seseorang sudah menjaga makanannya dengan baik tapi ia tetap terkena kanker. Itu bisa terjadi karena memang makanan bukan satu-satunya faktor penyebabnya. Sebetulnya di luar daftar di atas masih ada beberapa faktor lain yang mungkin bisa memicu kanker. Namun, secara umum kalau kita meminimalkan faktor-faktor di atas, kita sudah bisa menurunkan kemungkinan kanker sampai tingkat seperti operasi mastektomi yang dijalani oleh Angelina Jolie.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.