Tujuan Investasi Terbaik di Tahun ini Apa sih ?

  • Whatsapp
[Total: 0    Average: 0/5]

Tujuan Investasi Terbaik di Tahun ini

Hasil survei PT Schroder Investment Management Indonesia yang dilakukan Schroder global menunjukkan bahwa di tahun 2018 nanti orang-orang masih memprioritaskan investasi di pasar (pasar modal, pasar uang atau pasar komoditas) daripada menabung di bank, membeli properti dan membeli kemewahan seperti liburan dan mobil baru, serta melunasi hutang. Dari survei yang melibatkan lebih dari 22 ribu investor di 30 negara tersebut juga diketahui bahwa orang masih mengharapkan pengembalian investasi yang tidak realistis. “Ini menunjukkan adanya kesenjangan pengetahuan investasi,” ujar Teddy Oetomo, head of Intermediary Schoders Indonesia. Tetapi pada saat yang bersamaan, keinginan orang untuk belajar lebih banyak tentang investasi ternyata sangat besar. hasil survei tren investasi yang dilihat di tiga wilayah di dunia itu menunjukkan, di Asia, tren terkuat di negara-negara seperti China (45%), Taiwan (45%), hong Kong (39%) dan Jepang (38%) investasi merupakan prioritas tertinggi.

Baca Juga  Pembangunan Perbaikan Kolam Renang Anti Bocor

Sedangkan Korea Selatan memilih menempatkan dananya dalam deposito (19%) atau membeli properti (16%), hanya 12% yang memilih berinvestasi di pasar modal. Di Eropa, hanya ada dua negara yang memprioritaskan investasi di pasar modal, yakni Swedia (29%) dan Italia (26%). Sedangkan di Prancis, Rusia dan Portugal, orang lebih memilih menyimpan uang di bank. “Ini cukup mengejutkan mengingat rendahnya suku bunga di seluruh Eropa,” ujar Teddy. Di Amerika (Amerika Serikat, Kanada, Brasil dan Cile) pilihan terbanyak (19%) adalah berinvestasi, di urutan kedua (16%) menabung di bank. Sedangkan negara-negara Amerika Latin cenderung ingin berinvestasi di properti dibandingkan negara-negara lain di Amerika utara. Di Indonesia, prioritas utama investor untuk tahun ke depan difokuskan pada investasi seperti pada saham, obligasi, komoditas dan properti mencapai angka 21%, sebanyak 12% memilih deposito dan atau menabung di bank dan 14% memilih investasi untuk pensiun. Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa investor cenderung memiliki ekspektasi imbal hasil yang tidak realistis. Selama lima tahun kedepan investor global umumnya berharap memperoleh pengembalian rata-rata tahunan sebesar 10,2% (di Eropa 8,7%, Asia dan Amerika sebesar 11,7%). Padahal indeks MSCI World hanya memberi imbal hasil sebesar 7,2% per tahun selama 30 tahun terakhir.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.