7 Cara Mengobati Hipotensi dengan Baik dan Benar

  • Whatsapp

Cara Mengobati Hipotensi – “Mengingat hipotensi bisa disebabkan oleh berbagai kemungkinan, cara pengobatannya pun bisa bermacammacam, tergantung pada penyebabnya.”Metode terapi untuk satu orang belum tentu efektif untuk orang lain. Akan tetapi, secara umum tingkat keparahan hipotensi bisa dikurangi dengan beberapa perubahan pola makan dan pola hidup seperti berikut ini:

• Perbanyak minum air.

Tensi darah di pembuluh sangat dipengaruhi oleh volume cairan yang mengalir di dalamnya. Jika jumlah cairan terlalu banyak, tekanan darah akan meningkat, mirip selang kecil dengan aliran air yang deras. Sebaliknya, jika kita mengalami kekurangan cairan, tekanan darah akan turun, mirip kondisi selang lebar dengan aliran air yang lambat. Kurangnya volume cairan mungkin disebabkan oleh banyak faktor, tapi apa pun penyebabnya, terapinya tetap sama, yaitu memperbanyak minum air.

• Tambahkan garam ke dalam menu sehari-hari.

Penjelasannya sama persis seperti terapi hipertensi, hanya saja sudut pandangnya dibalik. Pada penderita hipertensi, konsumsi garam harus dibatasi. Pasalnya, komponen utama garam adalah natrium klorida, zat yang sangat menyukai air. Di dalam pembuluh, garam akan mengikat cairan darah. Makin banyak garam beredar di pembuluh darah, makin banyak air yang tertahan di sana sehingga menyebabkan tekanan darah pun menjadi lebih tinggi. Jika kita kekurangan garam, misalnya saat menjalani program diet ketat, tekanan darah bisa menurun.

Agar bisa naik ke level normal, kita perlu menambahkan garam sedikit lebih banyak ke dalam makanan sehari-hari. Penambahan garam ini harus dilakukan bersamaan dengan penambahan konsumsi air. Jika cuma garam yang ditambah sementara konsumsi air tidak ditingkatkan, bisa saja ini justru menyebabkan ketikdakseimbangan cairan dan elektrolit. Walaupun cuma soal garam dapur, kita sebaiknya tetap berkonsultasi ke dokter terkait jumlah yang ditambahkan. Jika penambahannya terlalu banyak, bisa saja ini akan memperberat kerja jantung dan menambah masalah baru. Apalagi, makanan sehari-hari kita pun sebetulnya sudah mengandung cukup garam. Salah satu cara mudah memantau efek penambahan garam dan air adalah dengan melihat kenaikan berat badan kita. Adanya garam membuat air tertahan di tubuh sehingga otomatis berat badan kita pun akan naik. Kalau kenaikannya sekitar 1 kg, itu masih dalam batas wajar. Tapi kalau kenaikannya hingga di atas 2 kg, sebaiknya kita berkonsultasi ke dokter. Sebab, terlalu banyak carian darah mungkin justru akan membebani kerja jantung.

Baca Juga  Apa itu KL Kiosk ?

• Cegah anemia.

Agar terhindar dari masalah kurang darah, penderita hipotensi dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin B12. Zat-zat gizi ini banyak terdapat di dalam hati, daging (sapi, kambing, ayam), ikan, kacangkacangan, dan sayuran berwarna hijau tua seperti bayam dan brokoli. Secara umum, orang yang menghindari makanan hewani punya kemungkinan lebih besar mengalami anemia daripada orang yang makan secara bervariasi, baik sumber nabati maupun hewani. Sayuran, bijibijian, dan buah sebetulnya banyak mengandung zat besi. Akan tetapi zat besi paling mudah diserap dari daging hewani. Sekalipun kita sudah cukup banyak mengonsumsi zat gizi di atas, kita bisa saja mengalami anemia jika tubuh tidak menyerap zat-zat gizi itu dengan baik. Beberapa jenis makanan dan obat-obatan pun diketahui bisa mengganggu penyerapan zat besi, misalnya teh pekat dan obat-obat mag golongan antasida.

Baca Juga  Khasiat Buah Kiwi Apa sih?

• Makan lebih sering dengan porsi sedikit.

Pada sebagian orang, tekanan darah bisa turun setelah ia makan besar. Hipotensi ini terjadi karena darah lebih banyak dialirkan ke organ cerna untuk membantu penyerapan makanan sehingga organ penting lain seperti otak dan jantung mengalami penurunan pasokan darah. Masalah ini bisa diatasi dengan cara memperkecil porsi makan dan menambah frekuensinya. Contoh, kalau biasanya kita makan tiga kali sehari dengan porsi masing-masing satu piring, kita bisa mengurangi porsinya menjadi masing-masing setengah piring dan meningkatkan frekuensinya menjadi enam kali. Efek hipotensi setelah makan juga bisa diperkecil dengan cara mengurangi jumlah karbohidrat. Jadi, nasi sebaiknya dikurangi sedangkan serat dan sumber protein ditambah. Selain manfaat ini, makan lebih sering juga berguna untuk menjaga kadar gula darah sebab penderita hipotensi cenderung mengalami gejala pusing ketika ia lapar.

• Batasi makanan-makanan yang kecut dan pahit.

Secara empiris, buahbuah seperti belimbing wuluh, asam, jeruk nipis, mentimun dan sejenisnya sudah terbukti bisa menurunkan tekanan darah. Begitu pula dengan jamu-jamu pahitan. Karena itu, jika minum jamu, kita sebaiknya berkonsultasi ke dokter sebab banyak jamu memiliki efek menurunkan tekanan darah. Tentu saja buah seperti jeruk tetap boleh dikonsumsi asalkan tidak terlalu masam. Apalagi kandungan vitamin C buah-buah yang sedikit masam akan membantu penyerapan zat besi yang berguna untuk mencegah anemia.

• Hindari gerakan postur tubuh yang seketika.

Penderita tekanan darah rendah pada umumnya mengalami gejala hipotensi ketika ia bangkit dari tidur secara mendadak. Ini terjadi karena ada keterlambatan sinyal dari otak menuju otot-otot jantung dan pembuluh darah. Otak sudah memerintahkan badan kita berdiri tetapi jantung belum memberikan respons untuk menaikkan denyutnya. Untuk mengurangi efek ini, kita dianjurkan bangkit secara bertahap. Saat masih berbaring, lakukan olah napas ringan dalam beberapa kali tarikan napas, setelah itu baru duduk. Dalam posisi duduk, tetap lanjutkan olah napas itu selama beberapa kali tarikan napas, baru kemudian bangkit berdiri.

Baca Juga  5 Cara Menaklukan Wanita

• Olahraga secara rutin.

Ini merupakan fakta yang menarik. Olahraga secara umum bisa menurunkan tekanan darah. Itu sebabnya para penderita hipertensi disarankan untuk melakukannya secara teratur. Pada saat berolahraga, denyut jantung dan tekanan darah kita akan naik sementara. Begitu selesai berlatih, tekanan darah kita akan menurun. Orang yang rutin berolahraga cenderung memiliki tekanan darah yang lebih rendah daripada orang yang jarang berolahraga. Artinya, latihan fsik punya efek hipotensif. Tapi di sisi lain, olahraga juga akan meningkatkan kemampuan otot-otot jantung dalam memompa darah. Manfaat inilah yang sangat berguna buat orang-orang yang mengalami hipotensi karena lemahnya daya pompa jantung. Selain itu, latihan fsik juga akan mengurangi kemungkinan cairan darah menumpuk di pembuluh darah tertentu.

Tentu saja kita hanya disarankan berolahraga ketika kondisi kita dalam keadaan fit. Ketika tekanan darah sedang anjlok, kita tidak dianjurkan melakukan aktivitas yang berat. Pada penderita hipotensi, latihan fisik yang paling dianjurkan adalah yang bisa dilakukan dengan posisi duduk, telentang, atau tengkurap misalnya yoga, berenang, atau bersepeda statis. Yoga mungkin jenis contoh latihan yang paling ?eksibel buat mereka yang punya masalah tekanan darah, baik terlalu rendah maupun terlalu tinggi. Kombinasi olah fsik, olah napas, dan meditasi ini sering disarankan buat penderita hipertensi. Tapi di dalam yoga pun ada pose-pose khusus yang sengaja dirancang untuk membantu menormalkan tekanan darah yang terlalu rendah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.