Tips Mengatur Keuangan Keluarga dengan Baik dan Benar

  • Whatsapp
[Total: 0    Average: 0/5]

Tips Mengatur Keuangan Keluarga dengan Baik dan Benar

Dengan pengalaman selama lebih dari 20 tahun di dunia untuk menjabat sebagai Chief Marketing Offcer MNC Asset Management sejak 2015. Wanita yang fnance, Febriyani Sjofjan Yahya dipercaya meraih gelar sarjananya di STIE Perbanas ini mengawali karirnya sebagai Head of Sales di ING Aetna Life Indonesia dan kemudian melanjutkan karirnya di PT Bank Danamon sebagai Vice President. Sebagai sosok yang sudah lama berkecimpung di dunia keuangan, ibu dari empat anak ini menyadari bahwa investasi adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Di edisi Let’s Play kali ini, selain menceritakan sepak terjang karirnya, Febriyani Sjofjan Yahya membagikan kiat-kiat dalam mengatur keuangan keluarga, terutama di awal tahun baru ini.

Bagaimana awalnya bisa terjun ke sektor keuangan hingga saat ini bekerja di mnc asset management? Dan kenapa memilih terjun ke sektor keuangan sebagai ranah yang digeluti?

Basically karena saya suka dengan dunia keuangan. Saya memang senang bergelut di dunia ini, karena saya pikir orang kalau tidak punya uang maka tidak bisa melakukan BiJaK KELOLA KEUANGAN di tahUn 2018 apa-apa secara maksimal. Sebenarnya banyak pekerjaan yang menarik, tapi intinya pekerjaan apapun yang kita lakukan pasti related dengan keuangan, makanya saya terjun di dunia keuangan. Dari background pendidikan juga, saya kuliah di salah satu universitas keuangan, dan berbarengan dengan pada saat saya sidang saya sudah mulai bekerja di perusahaan keuangan, dan di sana saya bekerja selama 7 tahun. Setelah itu, headhunter mengunjungi saya, menawarkan pekerjaan sales dalam bidang keuangan. Itu prosesnya tidak langsung saya pindah ke perusahaan baru, saya interview prosesnya hampir setahun, karena saya orangnya selalu mempertimbangkan plus minus-nya apa, baru saya bisa ambil keputusan yakin untuk pindah. Di perusahaan kedua itu saya bergabung hampir 10 tahun. Kalau akhirnya saya bisa bekerja di MNC Asset Management, awalnya saya tidak melamar bekerja, tapi ada headhunter yang menyampaikan kepada saya sedang mencari Sales Director suatu perusahaan di MNC Group. Lalu saya bertemu untuk interview dengan pihak MNC Group dan ternyata cocok dengan visi saya. Selain itu, MNC Group ini kan perusahaan besar ya, saya sadar saya punya potensi yang luar biasa disini, awal mula setiap saya bekerja saya selalu punya keinginan bagaimana saya bisa berkontribusi untuk memajukan perusahaan tersebut

Baca Juga  Ini Tren Bisnis Kuliner yang Cocok di Tahun ini

 

adakah kesulitan atau rintangan yang dihadapi selama menjabat sebagai chief marketing offcer di mnc asset?

Perusahaan MNC Group itu besar sekali, dan kebanyakan orang mengenal MNC sebagai perusahaan media. Padahal MNC Group punya tiga line of business strategies, yaitu media, keuangan dan properti. Saya ada di salah satu bagian MNC fnancial sevices. Kita mau menjadikan MNC keuangan menjadi supermarket keuangan terbesar makanya kita punya 7 bisnis keuangan yang lengkap, yaitu MNC Bank, MNC Insurance, MNC Life, MNC Securities, MNC Finance, MNC Leasing, dan tentunya MNC Asset Management. Kalau tantangan yang memang saya rasakan bekerja di MNC Asset, terlihat dari penetrasi market keuangan saat ini. Jadi penetrasi marketnya hanya di bawah 0,2%, yang berarti orang yang membeli reksadana itu masih sekitar 400 ribu-an nasabah dari hampir 260 juta total penduduk Indonesia. Ini challenge buat saya sebagai orang yang sudah bekerja di dunia keuangan hampir 22 tahun sebagai ahli keuangan, bagaimana saya bisa memberi edukasi kepada masyarakat agar mereka mengetahui bahwa reksadana adalah salah satu produk investasi di pasar modal yang merupakan bentuk investasi yang menarik. Kebanyakan orang taunya investasi cuma ada di tabungan, perbankan, atau beli emas dan property. Sebenarnya banyak sekali alternatif investasi yang harus mereka ketahui, salah satunya investasi di pasar modal atau di reksadana.

Baca Juga  Begini Cara Melatih Anak untuk Pamit

 

menurut anda, kelebihan apa yang dimiliki orang yang bergelut di dunia fnance dalam mengatur keuangannya sehari-hari di luar dari pekerjaan kantor?

Sebagai ibu rumah tangga, saya cuma tahu tiap bulannya saya terima uang dari suami yang kemudian saya alokasikan untuk bayar listrik, cicilan dan kebutuhan lainnya. Tetapi karena saya juga bekerja di dunia keuangan, saya selalu menyisihkan uang untuk agenda tahunan bersama keluarga sebelum membayar kebutuhan lainnya, tentunya dengan berdiskusi dengan suami. Saya selalu bertanya kepada suami saya tahun ini kita mau liburan ke mana untuk menyeimbangkan antara kerja dan berlibur. Misalnya liburan ke X, saya hitung-hitung untuk sekeluarga butuh biaya Z rupiah, maka saya bilang ke suami saya “Pa, untuk liburan ke X butuh biaya Z rupiah, saya ambil ya setiap bulannya sebesar ini”, setelah disisihkan biaya untuk berlibur, saya baru alokasikan biaya lainnya untuk bayar listrik sekian dan lain-lainnya. Mungkin terlihatnya rumit ya, tapi itu yang saya lakukan, karena buat saya supaya tujuan yang kita inginkan tercapai, dan apa yang kita nikmati sekarang dan 10 tahun ke depan tetap sama. Artinya setiap pendapatan yang kita terima harus kita investasikan terlebih dahulu minimal 10-25%, setelah itu baru kita gunakan untuk bayar pengeluaran dan jika ada sisa disisihkan untuk biaya yang tidak terduga. cara seperti apa yang biasa anda terapkan sebagai orang yang bergelut di dunia fnance dalam mengatur management keuangan keluarga anda?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.