Apa itu Sinusitis dan Gejalanya

 Kesehatan dan Gaya Hidup, Lain-Lain

Apa itu Sinusitis dan Gejalanya

Sinusitis adalah peradangan yang terjadi pada dinding sinus. Sinus sendiri merupakan ronggarongga kecil berisi udara yang saling berhubungan dalam tulang tengkorak. Terdapat empat rongga sinus di dalam kepala manusia, yaitu di belakang tulang pipi, belakang dahi, batang hidung, dan belakang mata.



Berdasarkan waktu, penyakit sinusitis dibagi menjadi tiga, yaitu sinusitis akut (sekitar dua minggu), sinusitis subakut (2 – 6 minggu), dan sinusitis kronis (>3 tiga bulan). Dalam skala awal, gejala yang biasa terjadi adalah sakit kepala, pilek disertai hidung mampet, muncul lendir berwarna hijau atau kekuningan, lendir di belakang hidung turun ke tenggorokan secara frekuentif, batuk tak kunjung sembuh, sakit di bagian dalam telinga hingga ke daerah bahu dan punggung. gejala tersebut sering disertai demam. Lubang sinus pada penderita sinusitis tertutup akibat terjadinya peradangan. Lendir yang dihasilkan oleh sinus berfungsi untuk mengendalikan suhu dan kelembapan udara yang masuk ke paru-paru. Saluran ini akan terhalang apabila lubangnya tertutup akibat peradangan. itulah yang membuat hidung mampet dan sulit bernapas.

Baca Juga  Ciri Ciri Diabetes Melitus

 

Ada beberapa faktor penyebab sinus, seperti infeksi virus dan bakteri yang menyebabkan dinding sinus mengalami peradangan, polip, struktur hidung yang bengkok sehingga menutupi lubang hidung, benturan keras pada bagian kepala, alergi, dan tumor. Kebanyakan kasus penyakit sinusitis akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika gejala-gejala sudah mulai mengganggu dan masuk dalam fase akut, segera temui dokter untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut. Pengecekan yang biasa dilakukan adalah metode rontgen dan endoskopi. Jika dari hasil pemeriksaan itu Anda terbukti positif, maka dokter akan memberikan terapi obat-obatan yang bersifat meredakan gejala-gejala yang muncul. obat-obatan yang diberikan bisa berupa antibiotik, dekongestan, semprotan hidung untuk membersihkan saluran hidung, serta obat pereda nyeri. Metode penanganan lainnya adalah dengan menggunakan fisioterapi. Jika dalam kurun waktu dua minggu tidak ada perkembangan yang signifikan, maka pilihan yang bisa dilakukan adalah dengan metode operasi. operasi ini disebut Functional Endoscopy Sinus Surgery (FESS) atau bedah sinus endoskopi, suatu tindakan operasi dengan membuka lubang sinus.

Baca Juga  Tempat Pameran Karya Seni di Indonesia

 

Khusus penderita sinusitis karena alergi, meski telah dioperasi, Anda belum serta merta terbebas dari alergi. Karenanya, penderita sinusitis karena alergi harus menjaga tubuhnya lebih baik dengan rutin berolahraga dan menjaga pola makan. Tingkatkan sistem kekebalan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung Vitamin C, antioksidan, mineral Zinc, dan senyawa lainnya. Penderita sinusitis karena alergi juga perlu membatasi kontak dengan alergen penyebab alergi, seperti seafood, debu, susu, dan alergen lainnya.

Artikel yang kamu Cari ga ktemu? Cari disini. Teknorus.com

Author: 

No Responses

Leave a Reply