Macam Macam Jenis Cuka untuk Memasak

  • Whatsapp

Macam Macam Jenis Cuka untuk Memasak

Cita rasa asam segar menjadi salah satu rasa yang wajib hadir dalam beberapa masakan Nusantara. Selain bersumber dari jeruk nipis, asam jawa, atau belimbing sayur, rasa asam juga bisa didapat dari penambahan cuka. Mari kita kenali variasi cuka yang ada di pasaran, sebelum berbelanja!

Baca Juga : Tempat Kuliner Enak di Jakarta

Jenis cuka

• Cuka Masak (Cuka Putih)

Cuka ini tidak dibuat dari buah anggur, melainkan disuling dari alkohol. inilah yang disebut cuka masak atau cuka dapur. Memiliki tingkat keasaman sekitar 5 persen, sehingga jika pemakaiannya berlebihan, terasa agak ‘tajam’ di lidah. Warnanya bening dan biasa digunakan sebagai campuran masakan, terutama kaldu bakso atau acar. Kendati banyak digunakan dan diproduksi secara massal, banyak ahli kuliner menilai, cuka ini kurang tepat digunakan untuk memasak. Harganya cukup miring dan mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional.

Baca Juga  Beginilah Kisah Sukses Pengusaha Kuliner

• Cuka Apel

Terbuat dari fermentasi sari buah apel atau ampas buah apel. untuk mendapatkan rasa asam yang pas, fermentasi kerap dilakukan sampai 2 periode. Warnanya kekuningan hingga kecokelatan. Rasanya seperti buah apel yang manis, kecut, dan segar. Biasa digunakan sebagai salad dressing, dicampur bersama minyak zaitun dan gula pasir. Atau campuran saus tomat dalam hidangan pasta atau chutney. untuk membuat telur rebus yang utuh dan tak retak, campurkan cuka apel ke dalam air perebus. Jenis cuka ini juga enak digunakan sebagai bumbu perendam daging, sekaligus berfungsi sebagai pengempuk daging panggang.

• Cuka Balsamic

Cuka ini awalnya ditemukan di wilayah Modena dan Regino Emilia, italia. Merupakan hasil fermentasi white wine varietas Trebbiano. untuk membuatnya, white wine yang pekat kembali difermentasi dalam tong kayu selama 3-12 tahun. Warnanya cokelat pekat dengan aroma dan rasa asam cuka yang kuat, manis, dan kompleks Tergolong cuka klasik karena diproduksi sejak abad pertengahan dan masih menggunakan cara tradisional. Kerap digunakan untuk bumbu perendam daging, saus daging panggang, salad dressing, dan penambah rasa asam alami pada sup. Kemasan cuka ini cukup unik, berupa botol kaca dengan bentuk seperti lampu pijar.

Baca Juga  Rekomendasi Resto Rooftop Hotel di Jakarta

• Cuka Beras

Cuka hasil fermentasi beras ini sering digunakan dalam berbagai masakan Asia, seperti Cina, Jepang, Korea, hingga Vietnam. Antara lain digunakan untuk membuat pickle (acar), bumbu tumis, salad dressing, hingga saus. Aroma dan rasa cuka beras lebih ringan dibandingkan cuka dari buah atau biji-bijian. Jenis cuka ini ada 5 macam, yaitu cuka beras putih, cuka beras cokelat, cuka beras hitam, cuka beras merah, dan cuka beras putih yang diberi bumbu gula, garam, atau terkadang monosodium glutamat (msg), biasa dipakai untuk bumbu sushi dan salad dressing.

• Cuka Anggur

Ada dua macam cuka anggur.

Pertama, cuka anggur merah

, yakni red wine yang difermentasi lebih lanjut dan menghasilkan cuka ini. Warnanya merah pekat dan kental dengan kadar asam asetat sekitar 5-7 persen. Kerap digunakan dalam masakan khas Mediterania dan Eropa, khususnya masakan rumahan Prancis. Paling cocok digunakan sebagai bumbu perendam daging sapi yang akan dipanggang, sehingga menghasilkan jus daging yang banyak dan aroma yang lebih memikat. Juga digunakan untuk membuat acar, salad dressing, dan campuran dessert.

Baca Juga  Wisata Kuliner Terbaik Indonesia
Kedua, cuka anggur putih,

yang dibuat dari fermentasi lanjutan white wine. Warnanya bening hingga kekuningan, dengan kadar asam asetat 5-7 persen. Rasanya sedikit kecut (tangy). Banyak dipakai dalam hidangan Eropa, khususnya Prancis. Seperti saus hollandaise dan saus bearnaise, bumbu perendam ayam atau ikan, hingga campuran sup dan aneka masakan stew. Juga cocok sebagai campuran dalam pembuatan cuka buah atau cuka rempah rumahan.

Turunan Cuka

Vinaigrette Dressing

Vinaigrette merupakan dressing yang paling ringan. Terdiri dari campuran salad oil yang dicampur cuka serta ditambah garam, merica, dan gula. Bumbu lain yang sering ditambahkan adalah bawang putih dan aneka rempah. orang Prancis sangat suka jenis dressing ini, sehingga dikenal dengan sebutan French dressing. Selain untuk dressing, vinaigrette juga biasa digunakan pada salad atau bumbu perendam.

Salad Dressing

Bagi penyuka salad, biasanya akan sering membuat salad dressing yang paling sederhana, bisa mencampurkan minyak zaitun extra virgin, bawang putih, merica bubuk, cuka apel (perasan jeruk lemon atau nips), garam, dan gula pasir, serta oregano dan basil (italian herbs).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.