Teknik Fotografi Wildlife

 Kamera

Teknik Fotografi Wildlife

Wildlife Photography memerlukan dukungan lensa tele. Namun, lensa tele berkualitas baik harganya cukup mahal. Adakah Alternatifnya?Kamera yang memiliki banyak feature, bukan menjadi syarat mutlak bagi Anda untuk membuat foto wildlife. Lebih dari itu, Anda memerlukan sebuah lensa dengan focal length panjang (tele). Dengan adanya lensa tele tersebut, Anda tidak perlu naik ke atas pohon jika ingin memotret burung yang sedang terbang bebas di udara.






Dan, dengan lensa tele, Anda juga dapat menangkap detail dari objek yang jauh, tergantung seberapa jauh objek dan cakupan lensa tele yang digunakan. Seperti kita ketahui, lensa tele premium dengan kualitas terbaik, harganya cenderung mahal. Bagi fotografer profesional yang pekerjaannya membuat foto wildlife, memiliki lensa tele tentu adalah sebuah kewajiban. Namun, bagi pemula, tentunya tidak perlu memaksakan memiliki lensa tele premium.

Bagi kalangan pemula, ada beberapa alternatif yang bisa dijadikan solusi untuk membuat foto wildlife, di antaranya adalah dengan menggunakan lensa tele dari produsen lensa pihak ketiga, atau menggunakan lensa yang dimiliki dan mengoptimalkannya dengan sebuah tele converter. Namun, jika Anda hendak menggunakan tele converter, perlu diketahui bahwa alat tersebut memiliki beberapa kekurangan, seperti berkurangnya cahaya terhadap sensor kamera, juga tidak menutup kemungkinan akan mengurangi kualitas gambar. Bagaimana pun, kedua hal tersebut akan meugikan Anda saat memotret, karena hasil foto menjadi kurang maksimal. Walau demikian, Anda juga mendapatkan keuntungan dalam memaksimalkan rentang tele, dan dapat memoret dar kejauhan.

 

 

Cara Kerjanya
Focal Length dengan Jangkauan Jauh

 

▶ Sensor APS-C
Pada kamera Nikon bersensor
APS-C, tele converter akan
meningkatkan panjang fokus
lensa 1,5 kali (di Canon sekitar
1,6 kali) dan membawa subjek
lebih dekat.

▶ Converter
Tele converter akan
meningkatkan panjang fokus
dua kali lipat. Namun, hal
tersebut akan mengakibatkan
berkurangnya kualitas
gambar.

▶ Travel zoom
Lensa travel zoom yang
disediakan pihak ketiga,
biasanya cukup murah, tetapi
hanya dilengkapi dengan
bukaan aperture di atas
f/3.5.

1/1.000 detik
Untuk menghasilkan foto yang
tajam dan beku, Anda perlu
menggunakan speed yang
cepat, misalnyaa 1/1000 detik.
Komposisinya jika cahayanya
baik, misalnya spjika lensa Anda
500 mm, Anda dapat mengatur
kecepatan ke 1/500 detik.

ISO 100
Sementara itu, untuk meminimalisir
noise pada hasil foto, Anda perlu
menggunakan ISO sekecil mungkin
(ISO 100), sehingga selain foto yang
dihasilkan tajam, foto pun lebih
bersih dan jelas karena sangat
minim noise.

f/4
Jika Anda memilki konsep
memotret satwa dengan latar
belakang yang blur (buram), maka
gunakan apertu besar (f/1.8, atau
f/2.8), sebaliknya, jika hendak
membuat foto dengan latar
belakang yang masih terlihat jelas,
gunakan aperture f/4 atau lebih
(f/5.6 – f/8).

Tele hingga 900mm Panjang fokus terpanjang pada lensa travel zoom, biasanya hanya mencapai 300 mm. Dengan tele converter, dapat digandakan menjadi 2x lipatnya (600 mm), dan oleh crop factor pada kamera APS-C, focal length dikalikan lagi 1,5. Sehingga mencapai focal length 900 mm.

Artikel yang kamu Cari ga ktemu? Cari disini. Teknorus.com

Author: 

No Responses

Leave a Reply