Bagaimana Dampak Pencemaran Limbah Pabrik Textil Terhadap Lingkungan

  • Whatsapp
[Total: 0    Average: 0/5]

Dampak Pencemaran Limbah Pabrik Textil Terhadap Lingkungan

The Cycle of A White T-Shirt T-shirt warna putih boleh jadi fashion item favorit Anda. Namun, ia ternyata punya dampak serius pada lingkungan. IT STARTS FROM HERE…

1 Kaus berbahan katun “lahir” dari ladang kapas di Amerika Serikat, Cina, dan India. Kapas adalah tanaman yang memerlukan banyak air, untuk menghasilkan satu kaus dibutuh 2.700 liter air. Setara dengan kebutuhan minum seseorang selama 900 hari.

2 Tanaman kapas membutuhkan insektisida dan pestisida untuk tumbuh subur. Hal ini sering kali membuat kualitas tanah menurun juga menyebabkan penyakit bagi para petani.

3 Kapas kemudian diproses menjadi bahan katun di Cina dan India. Pada tahap ini pula bahan katun melewati proses pewarnaan. Limbah dari bahan pewarna ini beracun dan menimbulkan pencemaran.

Baca Juga  Ide Bisnis Kuliner Es Kepal Milo

4 Lalu, bahan katun dikirim ke Bangladesh, India, dan Turki untuk dipotong dan dijahit sebelum kemudian dikirim ke toko untuk dijual. Proses pengiriman yang panjang ini membuat pakaian menyumbang 10% dari total emisi karbon dunia. 5 Setelah dibeli, Anda tentu akan merawat si kaus. Untuk satu kali mencuci, butuh sekitar 150 liter air. Jika pakai mesin pengering, Anda menggunakan lima sampai enam kali energi lebih banyak.

6 Ya, kaus yang Anda kenakan saat ini telah meninggalkan banyak jejak karbon. Tidak hanya itu, fashion juga menjadi pencemar nomor dua di dunia, setelah minyak bumi.

What?! HOW TO TAKE ACTION…

  • Fashion never grows old. membeli barang second, darling. Jadi tidak ada salahnya
  • Saat berbelanja, pilh bahan yang didaur ulang atau 100% katun organik. Sudah banyak kok brand fashion yang meluncurkan koleksi ramah lingkungan.
  • Tidak perlu selalu pakai mesin pengering atau disetrika. Jadi, 1/3 jejak karbon si kaus berkurang.
  • Jangan langsung membuang pakaian. Lebih baik donasikan atau manfaatkan sebagai lap pembersih.
  • Dan terakhir, setiap kali akan membeli selalu tanyakan pada diri Anda: “apakah saya benar-benar membutuhkannya, atau hanya keinginan semata?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.