Air Coolant di Campur Air dan Coolant Beda Merek Boleh Ga Sih ?

  • Whatsapp

Air Coolant di Campur Air dan Coolant Beda Merek  – Penggunaan cairan pendingin radiator, tidak boleh asal. Apalagi hanya menggunakan air biasa. Sebab dari hasil pengujian yang kami lakukan pada 4 macam air, yaitu air PAM, air mineral, air kondensasi AC dan air aki isi ulang, semua memicu munculnya karat pada bahan logam, yakni paku. Hanya dalam beberapa jam saja, paku yang direndam ke dalam 4 macam cairan itu sudah muncul bintik-bintik karat. Lalu dalam waktu 3 hari, karat mulai menyelimuti seluruh badan paku. Nah, dalam saluran yang dilewati cairan pendingin mesin, terdapat beberapa komponen yang terbuat dari bahan logam. Pastinya komponenkomponen tersebut jadi rawan terserang karat. Itu lah kenapa sering dijumpai radiator tersumbat akibat adanya endapan kotoran kayak lumpur. Lumpur itu sebagian besar dari karat yang tercipta pada komponen berbahan logam dalam saluran yang dilewati cairan radiator loh. Lumpur ini lah yang kerap menyumbat saluran dan kisi-kisi radiator. Sehingga membuat sirkulasi cairan pendingin jadi tidak lancar, bahkan mampet. Akibatnya bisa ditebak, mesin jadi mudah overheat.

CAMPUR AIR

Dari keterangan tadi, dapat disumpulkan bahwa menggunakan cairan khusus radiator alias radiator coolant (RC), adalah pilihan yang paling bijak. Namun kemudian muncul pertanyaan, boleh kah radiator coolant dicampur dengan air? Atau, boleh kah suatu merek RC dicampur dengan merek berbeda? “Untuk radiator coolant jenis concentrated, boleh dicampur air. Tapi yang tipe ready to use, tidak perlu dicampur lagi,” ujar Stanley Tjhie, Business Director PT Laris Chandra, distributor radiator coolant merek Prestone. Tentunya pencampuran air ini dengan takaran tertentu. Stanley pun kasih contoh produk Prestone Radiator Super Coolant. Petunjuk pemakaian yang tertera pada bagian belakang kemasannya, ada yang harus dicampur air 30% dan ada yang sampai 50%. “Maksimal 70% concentratednya, sisanya 30% dicampur air.

Baca Juga  Mobil Sport Mewah Fitur Wifi, Audi TT RS

Kalau konsentrasi coolant-nya terlalu tinggi, malahan penyaluran panas atau heat transfer-nya jadi menurun. Bila concentrated-nya di atas 70%, freezing point-nya (titik beku) juga jadi naik,” imbuhnya. Selain itu, lanjut Stanley, coolant yang concentratednya terlalu tinggi juga cenderung lebih kental. “Sehingga membuat coolant jadi lambat mengalir dan putaran pompa radiator jadi berat,” jelasnya. Itu lah kenapa RC jenis concentrated umumnya lebih kental dibanding yang tipe ready to use, dan pasti dianjurkan untuk dicampur dengan sekian persen air. Memastikannya, sebaiknya baca petunjuk penggunaannya sebelum dituang ke dalam radiator. Nah, yang tipe ready to use contohnya seperti rata-rata produk OEM. Misal RC keluaran Toyota, yaitu TMO Super Long Life Coolant (LLC).

Baca Juga  Begini Cara Membuat Body Mobil Mengkilap

“TMO radiator coolant yang Super LLC tidak perlu dicampur air lagi, langsung bisa digunakan full,” tukas Didi Ahadi, Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM). O iya, kata Didi, untuk RC TMO ada dua macam, yaitu Super LLC dan LLC. “Kalau yang LLC tidak perlu ada penggantian. Sedangkan yang Super LLC diganti setiap 80 ribu kilometer,” imbuhnya. Nah, dari hasil pengujian OTOMOTIF selama 4 hari dengan merendam paku ke dalam RC yang dicampur dengan air sebanyak 50%, baik pada RC jenis concentrated (diwakili Prestone) maupun ready to use macam produk TMO, seluruh permukaan paku masih tidak terlihat adanya karat. Tapi belum tahu juga kalau untuk jangka panjang. Kemudian saat diukur titik didihnya dengan cara direbus dalam wadah, bila dalam kondisi murni full RC untuk produk Prestone bisa mencapai lebih dari 140° Celcius, maka ketika dicampur 50% air titik didihnya turun jadi sekitar 129° Celcius. Sementara produk TMO Super LLC, bila dalam kondisi murni mampu mencapai 108° Celcius, maka waktu dicampur 50% air titik didihnya menurun jadi 104° Celcius.

CAMPUR BEDA MEREK

Lantas bagaimana bila suatu radiator coolant dicampur dengan radiator coolant merek lain? “Tergantung komposisi coolant-nya. Jika coolant merek lain itu sama-sama tipe concentrated, ya sama saja jadinya concentrated coolant,” tukas Stanley. Maksudnya, pencampurannya tetap jadi RC concentrated, dan ini masih harus ditambah dengan air. Nah, untuk yang ready to use macam TMO Super LLC, “Sebaiknya jangan mas, karena pasti beda kandungannya. Dikhawatirkan pencampurannya enggak nge-bland,” saran Didi. Mungkin kalau pencampurannya hanya sedikit, lanjut Didi, tidak akan begitu pengaruh. Namun bila banyak, dikhawatirkan akan membuat kemampuan si RC dalam mengademkan suhu mesin, jadi tidak maksimal. Memang sih dari hasil uji coba mencampur 50% RC keluaran Prestone tipe concentrated dengan 50% TMO Super LLC terhadap bahan logam, tetap tidak menimbulkan karat dalam waktu 4 hari. Yang artinya kemampuan mencegah karatnya masih aman. Namun untuk titik didih produk Prestone yang dicampur TMO jadi menurun hingga drastis jadi 124° Celcius. “Freezing point-nya juga sudah pasti ikut berubah lebih tinggi,” yakin Stanley. Padahal titik beku itu juga sangat penting ketika lagi di kondisi cuaca ekstrem, misalnya saat musim salju atau di dataran tinggi yang sangat dingin. Jika titik bekunya naik, maka RC tersebut jadi mudah membeku

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.