Mobil SUV Terbaik dan Ternyaman di Kendarai 2019

 Otomotif



[Total: 0    Average: 0/5]

Mobil SUV Terbaik dan Ternyaman di Kendarai 

Wuling Almaz

Setelah ramai diberitakan gosip akan kemunculannya, akhirnya Wuling Motors Indonesia membuka tabir SUV pertamanya kepada awak media di Hotel Aston Lake Sentul, Bogor, Rabu (23/1) lalu. Yup, Wuling Almaz yang saat di GIIAS 2018 lalu sempat dipamerkan dengan nama Wuling SUV. Nama Almaz sendiri diambil dari Bahasa Arab yang artinya berlian. “Berlian mengandung flosof tough and precious atau kuat, gagah dan mewah,” bilang Dian Asmahani, Brand Manager Wuling Motors Indonesia (WMI). “Almaz merupakan produk ke-4 Wuling yang hadir dalam kurun waktu kurang dari dua tahun kami berkarya di Indonesia,” ujar Cindy Cai, Vice PresidentWuling Motors. Nah, pasti Anda sudah tak sabar ingin tahu lebih dalam soal si ‘Berlian’ ini kan? Kebetulan pihak WMI mengajak kami untuk merasakan performa Almaz ini di Sentul International Circuit, Bogor



DESAIN

Soal tampilan, bagi Anda yang sempat mengunjungi booth Wuling di ajang GIIAS 2018 lalu, pasti akan melihat kesamaannya. Ya, sosok Wuling Almaz ini memang tampak masih sama dengan Wuling SUV yang dipajang di GIIAS 2018 lalu, ada beberapa perbedaan yakni : Pertama adalah pelek, kalau di GIIAS 2018 lalu masih pakai pelek aftermarket, “Yang ini (Almaz, red) sama dengan yang belum lama diluncurkan di Cina. Ini versi terbarunya, sudah pakai pelek two tone alloy 17 inci. Yang di GIIAS itu versi lamanya. Lalu setirnya kalau di GIIAS kan masih di kiri, maka untuk pasar Indonesia dipindah ke kanan,” beber Dian. Selain itu, tampilan head unit-nya juga beda, diposisikan vertikal atau memanjang ke atas, dengan lebar layar 10,4”. Sedangkan yang dipajang di GIIAS 2018 modelnya ?oating head unit yang melebar ke samping. Lalu tombol pengaturan AC juga tak terlihat lagi, “Karena pengaturan AC-nya dipidah ke dalam head unit,” jelas Danang Wiratmoko, Product Planning WMI. Oh iya, sosok Almaz ini juga tampang sama persis dengan New Chevrolet Captiva, yang pada akhir 2018 lalu diperkenalkan di sebuah pameran di kota Bogota, Kolombia. Jangan heran, kan General Motor sebagai pemegang brand Chevrolet beraliansi dengan Wuling. Jadi, istilahnya baik New Captiva maupun Almaz ini versi rebadge-nya dari Boujun 530 di Cina.

PERFORMA MESIN

Untuk motor penggerak, Almaz dipersenjatai mesin bensin 4 silinder segaris, DOHC 16 katup, dengan turbocharger. Kapasitas murninya 1.451 cc. Dapur pacu ini diklaim mampu semburkan daya maksimal sebesar 140 dk di 5.300 rpm, dan torsi puncak 250 Nm di 1.600 – 3.600 rpm. Mesin tersebut dikombinasi dengan sistem transmisi otomatis CVT (Continuous Variable Transmission), dengan pilihan mode manual 8-speed simulated. “Perangkat turbonya hasil kerjasama dengan Honeywell, yang terkenal dengan turbo Garret-nya. Daya boost maksimal dari turbo ini mencapai 2,4 bar. Sementara untuk transmisi CVT, hasil pengembangan Bosch Jerman,” terang Danang. Masih kata Danang, mesin 1.500 cc turbo yang diusung Almaz ini dikembangkan mengikuti standar industri penerbangan. “Standar industri penerbangan kan mesinnya harus kuat, tahan panas dan ringan. Ini berkaitan dengan material yang digunakan. Jadi, tak perlu ragu akan kekuatan dan ketahanan mesinnya,” tukasnya.

FITUR

Nah, ini yang jadi keunggulan dari Almaz. Fiturnya terbilang berlimpah sob! Dari sisi eksterior bagian depan, lampu utama sudah mengusung model projector dengan pencahayaan LED. Oh iya, jangan menyangka headlamp-nya berada paling atas di ujung gril dengan desain memanjang. Itu justru hanya DRL, yang juga berfungsi sebagai lampu senja dan sein. Pencahayaannya juga sudah LED. Headlamp-nya malah yang bulat di bawah DRL, yang sekilas mirip foglamp. Sementara lampu kabutnya sendiri berbentuk memanjang di bawah headlamp, dengan sumber pencahayaan masih menggunakan bohlam halogen. Untuk di bagian belakang, pencahayan LED juga terdapat pada high stop mount lamp di spoiler. Lalu sudah dilengkapi parking sensor sebanyak 6 buah, 2 di depan dan 4 di belakang.

Di sisi interior, penumpang akan dimanjakan oleh Smart Multimedia 10,4” yang sudah touchscreen.Head unit (HU) ini juga sudah dilengkapi ftur-ftur terkini, salah satunya adalah mirror link yang oleh Wuling dinamankan Wuling Link. Untuk penghasil suara alias sound system-nya, Wuling bekerja sama dengan Infnity By Harman, lengkap dengan satu buah subwoofer di bagasi dan modul penguat suara (power amplifer). Selain itu, HU ini juga menampilkan visual dari ftur kamera 360º, yang posisi kameranya satu di depan, dua di masingmasing spion, dan satu lagi di belakang. Bahkan penyetelan AC dan ftur TPMS (Tire Pressure Monitoring System) bisa dilakukan lewat HU. Belum lagi ftur panoramic sun roof, yang penyetelan buka tutupnya elektrik di plafon depan. Lalu sudah keyless entry,keyless remote, mengoperasikan mesin cukup pakai tombol Start/Stop, penyetelan jok depan sudah elektrik, dilengkapi sistem AntiTeft Alarm,Immobilzer, Seat Belt Reminder dan masih banyak lagi. Dari segi keselamatan, Almaz dilengkapi ftur ISOFIX,Emergency Stop Signal, sistem pengereman ABS+EBD+BA,Electronic Stability Control (ESC) dengan Traction Control, Electric Parking Brake, Hill Hold Brake, Auto Vehicle Holding, Cruise Control dan sebagainya, Mewah kan?

Rasa Berkendara

Soal akomodasi, memang si Berlian ini diposisikan hanya untuk mengangkut 5 penumpang. Padahal banyak yang mengharapkan Almaz punya piilihan 7-seater juga. “Saat ini baru tersedia satu varian saja, yaitu 5-seater dengan mesin 1.5L Turbocharger bertransmisi CVT,” papar Dian, sembari kasih tahu untuk harga baru akan diumumkan saat launching resminya dalam waktu dekat. Namun dengan 5-seater, justru membuat ruang untuk penumpang maupun barang jadi sangat lega.OTOMOTIF yang punya postur tubuh setinggi 179 cm, saat duduk di bangku baris belakang, masih bisa selonjoran santai. Jarak kepala ke plafon pun terbilang masih jauh alias lapang. Makin nyaman karena busa joknya yang berlapis kulit sintetis terasa empuk. Tak sabar, ketika dapat giliran ngegas si Berlian sebanyak 2 lap,OTOMOTIF memutuskan mengekplorasi ftur safety-nya semaksimal mungkin. Saat lap pertama, masuk R1 dan R2 sengaja kecepatan mobil dipanteng di 100 km/ jam.Wuiihh.. meski ground clearance-nya tinggi khas SUV, tidak terasa ada gejala limbung atau ban melintir ketika bermanuver pada kecepatan tinggi. Pengujian berikutnya, berlari lurus 100 km/ jam, lalu injak rem sejadi-jadinya untuk ngetes sistem pengereman ABS+EBD+BA-nya. Lagi-lagi kami yang saat itu berisi 4 penumpang, dibuat takjub. Lari Almaz mampu diredam di bawah jarak 10 meter. Kemudian lanjut uji berlari zig-zag pada kecepatan 60 km/jam Mantabb..!

Baca Juga  10 Hal ini Wajib Kamu Cek di Mobil Sebelum Melakukan Perjalanan Jauh

Lari mobil tidak terasa ada gejala oversteer maupun understeer,menandakan sistem ESC dengan Traction Control-nya bekerja sangat baik. Begitu pula ketika digas zig-zag lebar dengan kecepatan di atas 60 km/jam. Masuk lap kedua di trek lurus Sentul, giliran menguji mode manual 8-speed pada transmisi CVT-nya.Start dari posisi diam, langsung kick down sejadi-jadinya.Hemm.. akselerasinya cukup responsif dan minim gejala turbo lag saat putaran rendah. Mendekati 100 meter area pengereman di ujung trek lurus, kecepatan di spidometer terbaca di angka 150 km/jam. Menurut Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), yang sempat menjajal Almaz sebelum acara Media Test Drive berlangsung, ia mampu meraih kecepatan tertinggi 170 km/jam di trek lurus Sentul. “Itu pun cuma sampai rasio ke-5,” akunya. Wajar, soalnya saat kami jajal top speed, dalam kabin berisi 4 penumpang dewasa yang postur tubuhnya gede-dede semua,hehehe..Oh iya, saat tengah bermanuver atau melintas di jalan yang tidak rata, kami mendengar ada bunyi krekk.. krekk.. di bagian dasbor, seperti material plastik dasbor bergesek sesuatu. “Unit yang diuji di sini semuanya bisa dibilang masih prototype. Pastinya yang nanti dijual masal tidak begitu,” bilang Fanda Dritanto, Aftersales Technical Manager WMI. Nah, untuk hasil riil dan lebih lengkap, tunggu saja sesi test drive-nya ya!

Mobil SUV Terbaik dan Ternyaman di Kendarai Isuzu MU-X vs Fortuner

Isuzu MU-X memang harus diakui tidak setenar duo Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner. Selain data penjualan, populasinya di jalan juga memang membuat Big SUV lansiran PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) ini terlihat ‘langka’. Meski begitu, IAMI tidak tinggal diam dan menerima kenyataan begitu saja. Agustus 2016 lalu, mereka meluncurkan model facelift dari Isuzu MU-X.

Ubahannya memang tidak menyentuh sisi teknikal, tapi setidaknya bisa mempertahankan pesona SUV lansiran produsen dengan slogan Rajanya Diesel itu. Ubahan Isuzu MU-X menyentuh sisi eksterior, interior dan fitur. Desain fascia-nya terlihat semakin garang, berkat desain gril baru warna hitam rona karbon dan bumper baru. Desain foglamp pun baru. Uniknya, desain lampu kabut itu sepintas mirip headlamp Toyota Fortuner.

Di interior, warna ivory mendominasi kabin. seperti pada jok, trim pintu dan plafon. Head unit pun meningkat diagonalnya, dari 7 inci menjadi 8 inci. Ditambahkan pula fitur AirPlay Wi-Fi dan sistem navigasi baru. Tak berhenti sampai disitu, tersedia pula kamera 360 yang memudahkan pengemudi untuk memarkirkan SUV berdimensi bongsor ini. Tata suara kabin pun diperbaiki dengan roof speaker baru. Sekarang kita beralih ke peserta yang sudah lebih dulu bertarung di kelas ini. Adalah Toyota Fortuner VRZ 4X2 AT yang kini tampil meruncing dan meninggalkan aura mengotak pada generasi sebelumnya.

Mesin yang digunakan juga berbeda. Generasi terbarunya kini menggunakan unit 2.393 cc turbodiesel dengan kode mesin 2GD-FTV. Peserta terakhir adalah Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4X2 AT. Generasi baru Pajero Sport ini juga tampil meruncing di bagian depan, dan mengotak di bagian samping. Selain tampang eksterior, khusus varian Dakar juga dilengkapi mesin baru. Unit yang digunakan adalah 2.442 cc turbodiesel dengan kode mesin 4N15. Mari kita mulai pertandingan ini.

Sisi Desain

Faktanya untuk urusan desain, unsur subjektif memiliki peran dominan. Karena soal selera tak punya parameter yang terukur. Setiap orang punya pendapat berbeda. Namun, kami di sini mencoba menilainya senetral mungkin. Kita mulai dari pendatang baru. Walau tampang depannya cukup identik dibanding pendahulunya, namun MU-X kini diberi sedikit penyegaran. Ornamen krom yang sebelumnya terlihat di bagian gril kini digantikan tampilan warna hitam dengan rona serat karbon.

Lengkap dengan logo Isuzu yang diberi sentuhan warna merah. Tak ayal membuatnya terlihat sporti dan sangar. Jika para rival sudah menyematkan DRL menyatu dengan lampu utama, MU-X coba memanfaatkan rumah lampu kabut sebagai tempat bersemayamnya DRL-LED. Coba perhatikan, desain foglamp-nya sepintas mirip headlamp Toyota Fortuner. Tak bisa disangkal kalau Pajero Sport punya tampilan lebih agresif. Bahasa desain Dynamic Shield yang menjadi ciri khas mobil terbaru Mitsubishi berhasil mengubah wajah dibanding generasi pendahulunya. Hal senada juga coba Desain dituangkan Fortuner lewat desain yang lebih agresif dan dinamis.

Sayangnya, kesan gagah yang ada di generasi sebelumnya kini tak terlihat. Absennya hood scoop di kap mesin yang berfungsi mengalirkan udara dingin ke intercooler, kini tak ada lagi karena posisinya yang sudah berada di balik gril. Kini coba beranjak ke bagian buritan. Secara keseluruhan memang tak ada yang berbeda kecuali aplikasi body kit pada bagian bumper MU-X. Setidaknya cara ini mampu memberikan kesan gagah di bagian belakang. Saat pertama kali diluncurkan, banyak yang beranggapan kalau lampu belakang Pajero Sport bukan selera semua orang. Namun, klaim Mitsubishi mengatakan kalau desainnya untuk mendeskripsikan dimensi bodinya yang besar.

Sementara Fortuner tampil modern dengan aplikasi lampu belakang berdesain horizontal berteknologi LED. Sektor kabin, antara Pajero Sport dan Fortuner sudah menyematkan aksen wood panel. Namun, milik Fortuner lebih terlihat elegan berkat penggunaan warna yang lebih gelap. Berbeda milik Pajero Sport yang tampil lebih cerah dan diberi finishing mengilap.

Sementara MU-X hanya menyematkan aksen abu-abu mengilap pada panel tengahnya. Ketiganya sama-sama sudah menggunakan bahan kulit sebagai pelapis jok. Hanya semuanya punya pilihan warna berbeda. Pajero Sport dengan warna hitamnya, lalu Fortuner yang memilih warna coklat tua sedangkan MU-X yang paling cerah dengan warna beige.

Performa

Sekarang mari kita melongok hasil pengujian untuk mulai bisa membicarakan kemampuan performa ketiga mobil ini. Pertama dimulai dari hasil akselerasi 0-100 km/jam. Pajero Sport punya mesin paling bertenaga dibanding kedua rivalnya. Daya maksimal yang mencapai 181 dk, di atas kertas sudah jauh mengungguli Fortuner yang terpaut 31 dk. Apalagi MU-X yang punya tenaga 45 dk lebih kecil. Lansiran tenaga ketiganya juga berbanding lurus dengan kemampuannya dalam berakselerasi.

Baca Juga  Mobil Canggih Terbaik yang Bisa Parkir Sendiri

Pajero Sport hanya butuh waktu 10,3 detik saja, untuk mengunci catatan akselerasi 0-100 km/jam. Berbeda dengan Fortuner yang menyelesaikannya dalam tempo 12,8 detik. Sementara MU-X harus puas dengan raihan waktu yang paling lambat dengan 13,1 detik. Meski dipermalukan dalam parameter akselerasi, MU-X balik melawan dalam urusan konsumsi bahan bakar.

MU-X jadi peserta yang paling efisien untuk rute dalam kota dengan raihan 14,5 km/l. Peringkat dua ada Toyota Fortuner yang unggul tipis dari Pajero Sport. Untuk rute tol, Fortuner menjadi mobil yang paling efisien. Ia mencatatkan angka 16,4 km/l, unggul tipis dari MU-X yang meraih 16,2 km/l. Posisi buncit dihuni Pajero Sport yang mencatat angka konsumsi rata-rata 14,8 km/l. Berdasarkan data di atas, terlihat kalau masing-masing kandidat punya keunggulan tersendiri.

Pajero Sport punya akselerasi yang paling baik, tapi sayangnya jadi peserta terboros. Sementara MU-X yang punya tenaga mesin paling kecil justru punya angka efisiensi bahan bakar yang paling irit di rute dalam kota. Untuk rute tol juga hanya kalah tipis dari Fortuner sebagai yang paling irit. Sedangkan Fortuner terbilang paling moderat. Kemampuan akselerasinya memang tidak yang paling kencang, tapi cukup bisa berbicara banyak soal konsumsi bahan bakar.

Kenyamanan

Soal kenyamanan, MU-X punya bantingan suspensi yang sedikit lebih empuk dari Fortuner. Tapi jika dibanding Pajero Sport, ia masih kalah lembut. Mitsubishi Pajero Sport Dakar selangkah lebih maju dari MU-X. Ia mengalami perubahan set-up suspensi yang kini semakin nyaman. Dengan bantingan suspensi yang sedikit lebih kaku dibanding lawannya, membuat Toyota Fortuner mebelum mampu berbicara banyak soal kenyamanan dalam konteks bantingan suspensi. Jok yang terasa lebih empuk, suportif, dengan busa yang tebal juga jadi kelebihan Mitsubishi Pajero Sport.

Sedangkan Fortuner dan MU-X memiliki busa yang tidak seempuk Pajero Sport, meski begitu tingkat kekerasannya masih dalam batas wajar. Sebagai mobil tiga baris, tentunya kenyamanan bangku baris ketiga haruslah penting. Jangan sampai bangku baris ketiga ini, terkesan hanya sekadar ada. Bagaimana dengan kenyamanannya? Legroom Fortuner dan Pajero cukup identik, tidak terlalu berbeda jauh. Beruntungnya dengan posisi duduk yang lebih ceruk, headroom yang disuguhkan Pajero Sport terasa lebih baik dibanding Fortuner. Meski sudah masuk kategori facelift, tampaknya MU-X masih mengabaikan kenyamanan baris ketiga.

Legroom-nya berada di posisi paling sempit. Kenyamanan posisi kaki juga harus diganggu oleh tonjolan fender belakang. Headroom pun sangat terbatas. Terakhir adalah kesenyapan kabin dari ketiganya.Saat kondisi idle AC mati, mobil ini menjadi yang paling hening. Sedangkan saat AC dihidupkan, ia menjadi yang paling hening kedua setelah Fortuner.

Fitur

Hadir dengan beragam penyegaran, Isuzu MU-X anyar cukup menyita perhatian. Bisa dibilang ia semakin mendekati dua rival besar yang telah lama bercokol di kelas ini. Tahu bahwa fitur menjadi modal untuk menarik minat konsumen, MU-X Premiere membayarnya dengan aplikasi beberapa fitur bernilai. Ia hadir dengan pembaruan layar head unit dari sebelumnya 7 inci menjadi 8 inci. Tak sekadar ukuran, head unit ini sudah menyediakan fitur AirPlay Wi-Fi dan navigasi satelit yang jelas.

Kualitas material daripada jok pun hadir semakin apik. MU-X juga jadi satu-satunya yang sudah dilengkapi fitur cruise control. Fitur kamera 360 derajat yang belum hadir pada kedua rivalnya, juga menjadi poin plus tersendiri di MU-X. Hal ini semakin memudahkan mobil ini saat diparkir. Selain itu, dengan fitur ini Anda juga bisa mengawasi setiap sisi mobil di kepadatan lalu lintas.

Toyota Fortuner balik melawan dengan fitur head unit yang paling banyak di antara rivalnya. Head unitnya mengusung sistem operasi Android dengan memiliki fitur Mirror Link untuk Android dan iOS, Miracast, navigasi, radio, telefoni, photo viewer, iPod, voice command, web browser, air gesture, Bluetooth, DVD dan HDMI. Tidak hanya itu penumpang belakang juga dimanjakan dengan tersedianya roof monitor. Urusan head unit, Pajero Sport harus tunduk dari dua rivalnya tersebut.

Tak begitu banyak fitur yang diusung. Ia menyuguhkan fitur yang memang juga sudah dimiliki kedua rivalnya. Contohnya pemutar DVD, koneksi USB, radio, kamera parkir, telefoni, koneksi AUX, navigasi, Bluetooth dan iPod audio video. Menyoal fitur keselamatan MU-X, juga sudah cukup lengkap. Sebut saja Hill Start Assist, kontrol traksi, kontrol stabilitas, ABS dan EBD.

Toyota Fortuner 2.4 VRZ AT berbangga hati dengan hadirnya 7 airbags yang memberikan proteksi lebih kepada pengemudi dan penumpang, sedangkan Mitsubishi Pajero Sport dan Isuzu MU-X harus puas dengan 2 kantung udara saja. Ketiganya memang sudah mengusung smart key dan proses menghidupkan mesin melalui tombol engine start/stop. Namun, fitur paddle-shift hanya tersedia di Pajero Sport dan Fortuner. Sementara sunroof menjadi keunggulan Pajero Sport, yang sukses membuat nuansa kabin kian lega mewah.

Value For Money

Isuzu MU-X memang menjadi yang termurah dengan banderol saat ini Rp 478 juta. Dengan harga yang dibayarkan, Anda akan mendapatkan SUV dengan desain paling segar, mesin yang cukup efisien dan fitur-fitur baru yang semakin lengkap dan terbukti praktikal.Bantingan suspensinya juga boleh dibilang lumayan empuk. Sayangnya, akomodasi bangku baris ketiganya kalah dari yang lain. Selisih harga yang cukup jauh dari rivalnya itu, membuat kami mengganjar poin paling tinggi di sektor ini.

Toyota Fortuner menjadi kontestan yang paling mahal dengan banderol harga Rp 503,2 juta. Harga jual Fortuner yang tinggi tentu dibayar lunas dengan kayanya fitur head unit, mode berkendara, power back door serta fitur keselamatan 7 airbags. Menilik dari harga jualnya di angka Rp 501 juta, Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4×2 AT adalah kontestan yang memiliki harga menengah dengan menawarkan beberapa kelebihan dibanding rivalnya.

Seperti contoh, electronic parking brake, AC climate control dual zone dan sunroof. Mesin yang digunakan juga bertenaga dan punya akomodasi bangku baris ketiga yang paling lega. Pajero Sport saat ini masih menyandang status completely build up dari Thailand. Bukan tidak mungkin dengan rampungnya pembuatan pabrik tahun ini dan mulai dirakit di Indonesia, harganya bisa semakin bersaing.

Baca Juga  Kapan Waktunya Ganti Busi Mobil ?

Kesimpulan

Meski belum menjadi juara, kami ucapkan selamat kepada Isuzu MU-X. Meski hanya bermodal facelift yang meliputi penyegaran kosmetik eksterior, interior dan fitur, raihan poin akhir mobil ini terbukti menempel kedua rivalnya yang telah mengadopsi ubahan lebih masif. Kami suka harga MU-X yang paling kompetitif. Fitur yang ditawarkan mobil ini juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Mesinnya juga terbukti cukup efisien, khususnya di rute padat dalam kota. Faktanya memang masih sulit melunturkan hegemoni Pajero Sport di kelas Big SUV. Mesinnya paling bertenaga membuat ia menyenangkan untuk dipacu.

Kenyamanan kabin terbukti paling baik di antara yang lain. Fitur mewah pun hadir di mobil ini. Jika pandangan pertama begitu bermakna, Fortuner bisa langsung membius calon konsumen dengan desainnya yang kalem namun ‘berwibawa’. Fitur head unit melimpah dengan gaya komputer tablet juga mampu memesona bagian interior. Mesinnya memang tidak lebih bertenaga, tapi olah konsumsi bahan bakarnya tercatat paling irit di rute tol. Insulasi kabin juga baik sehingga terbebas dari suara bising eksternal.

Fun to Drive

Bisa dibilang kalau karakter ketiga mobil ini hampir serupa dalam urusan bantingan suspensi. Meski begitu, Fortuner harus diakui punya set yang lebih kaku. Biasanya set suspensi kaku menelurkan handling yang tajam. Tapi dalam kasus Fortuner, hal itu nyatanya tidak terjadi. Gejala limbung saat bermanuver kencang masih terasa di Fortuner. Pun begitu dengan dua rivalnya.

Namun untungnya, gejala body roll di Fortuner lebih sedikit dari Pajero Sport dan MU-X. Di urutan kedua ada MU-X yang punya behavior di tikungan yang hampir mirip dengan Fortuner. Sedangkan suspensi lembut di Pajero Sport, justru membuatnya kikuk di tikungan. Fun to drive juga muncul berkat hadirnya paddleshift di Pajero Sport dan Fortuner. Perpindahan gigi dalam mode manual bisa dilakukan hanya dengan sentuhan jari. Hal ini tentu jadi poin lebih bagi pengemudi yang suka mengemudi ala mobil bertransmisi manual.

Sayangnya, pengemudi MU-X harus tetap memanfaatkan tuas transmisi bila ingin menggunakan mode manual di transmisi. Setidaknya bisa membuat pengemudi MU-X bergaya bak pengemudi reli dengan transmisi sequential-nya. Toyota Fortuner punya senjata lain untuk menghibur pengemudi, yaitu hadirnya Power Mode. Ketika Anda menggunakan mode ini, tenaga yang disalurkan dari mesin diesel kapasitas 2.393 cc terasa lebih responsif. Perpindahan gigi transmisi pun dilakukan di putaran mesin yang lebih tinggi dibanding mode Normal atau Eco Mode. Untuk posisi duduk, baik Fortuner ataupun Pajero sport punya gaya yang mirip.

Sedangkan MU-X punya set height adjuster yang tidak seluwes kedua rivalnya. Visibilitasnya memang jadi baik, tapi jadi tidak bernuansa racy. Karakter pengendalian melalui gerak setir ketiga mobil ini juga mirip, hanya saja bobot setir Fortuner baru terasa paling berat.

KIA Sportage

Kia berencana mulai me- masarkan Kia Sportage generasi keempat di Indonesia pada pameran otomotif Agustus mendatang. Berbeda dengan tiga generasi sebelumnya, pada generasi keempat Sportage ini, banyak tersedia  tur serta spesi kasi yang lebih mempuni. SUV ini terlihat lebih mewah di bagian luarnya karena dibuat dengan lebih modern yang tentunya mampu menghadirkan kesan yang lebih segar. “Sportage generasi sebelumnya sudah hampir habis di semua dealer Kia,” ujar Hartanto Sukmono, Direktur Pemasaran PT Kia Mobil Indonesia (KMI). Kia membuat sejumlah perubahan pada desain Sportage generasi keempat dibanding pendahulunya. Antara lain headroom yang ditinggikan 0,2 inci menjadi 39,3 inci untuk di kabin depan, serta 0,6 inci lebih tinggi menjadi 39,1 inci untuk kabin belakang

Produsen Korea Selatan ini juga membuat ruang kaki Sportage terbaru lebih lega. Dengan melebarkan sedikit legroom di depan dan di belakang diperluas 0,3 inci menjadi 38,2 inci. Pada kabin belakang, Kia telah merendahkan interior lantai 1,6 inci sehingga bangku belakang lebih rendah 1,2 inci untuk meningkatkan headroom. Meskipun ground clearance tidak ada perubahan yakni 6,4 inci untuk varian front wheel drive dan 6,8 inci untuk varian all wheel drive. Baik varian FWD maupun AWD menggunakan sistem transmisi Sportmatic 6 percepatan meski Kia menyematkan kapasitas mesin berbeda untuk tiga varian yang dirilis LX, EX, SX Turbo. Khusus untuk varian SX Turbo, Kia mengusung mesin 2.000 cc 4 silinder turbo dengan tenaga maksimum 241 dk dan torsi 260 Nm. Sementara varian LX dan EX menggunakan mesin 2.400 cc yang memproduksi 181 dk dan torsi 175 Nm. Menurut Hartanto, SUV ini akan dibanderol sekitar Rp 350 juta. “Untuk harga finalnya, kami belum bisa menentukan. Tapi karena mobil ini CBU (Completely Built Up), tentunya sa ngat dipengaruhi oleh kurs dollar AS. Di samping itu spesifikasinya juga sangat menentukan.”

MITSUBISHI OUTLANDER PHEV

Crossover Plug-in Hybrid Electric Vehicle buatan Mitsubishi ini. Outlander PHEV menggunakan mesin bensin 4 silinder 2.000 cc MIVEC yang dikombinasi dengan 2 motor listrik di as roda depan dan belakang. Dengan rasio kompresinya 10,5:1, mesin bensinnya mampu menghasilkan tenaga 121 dk dan torsi 190 Nm. Sementara dua motor listriknya jika digabung akan menghasilkan tenaga maksimal di angka 160 dk dan torsi gabungan 332 Nm. Outlander PHEV mampu dijalankan full elektrik dengan jarak maksimal 52 km dengan kecepatan maksimal sektiar 110 km/ jam. Batere lithium-ion bisa terisi dari hampir habis hingga 100% penuh dalam 5 jam. Namun tersedia juga fitur quick charging, dengan mempersingkat waktu pengisian baterai sampai terisi 80% dalam 25 menit. Namun kabarnya, terlalu sering menggunakan quick charging bisa mempersingkat umur baterai.

Honda CRV Hybrid

Semangat ramah lingkungan juga dilanjutkan Honda, dengan memperkenalkan Honda CR­V Hybrid. Inilah Honda CR­V pertama yang pakai mesin hybrid. Secara desain eksterior, tidak ada perbedaan berarti antara mobil ini dengan Honda CR­V Turbo yang sudah meluncur di Indonesia. Hanya ada perbedaan model pelek dan detail emblem Hybrid. Soal mesin, mobil ini juga bakal pakai unit sejenis dengan Honda Odyssey Hybrid. Mesin 1.993 cc, DOHC, i­VTEC berteknologi motor listrik i­MMD, akan menggerakkan mobil melalui roda depan. Mungkinkah versi ini bakal dijual di Indonesia? Sabar, mobil ini baru diproduksi tahun depan, dan menyapa Eropa lebih dulu

 

Artikel yang kamu Cari ga ktemu? Cari disini. Teknorus.com

Author: 

Selamat Datang di Teknorus.com. Btw kenalin ane admin ke 3 di Website teknorus.com ini. Selain sebagai admin teknorus, saya juga sebagai seorang SEO Spesialist di perusahaan tertentu

No Responses

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.