Motor Matic 125 cc Terbaik 2019

  • Whatsapp

Motor Matic 125 cc Terbaik 2019

Yamaha Mio S

Desain

Melihat bagian depan, skutik ini menonjolkan kesan elegan dan feminim, terutama di mana lampu utama berada, lekukannya terkesan lembut membulat. Lampu utamanya sudah LED, pancaran sinarnya terang dan terlihat futuristik dengan positioning lamp blue accent di sisinya. Kesan sporty justru terlihat dari batok setang dan bodi belakang, yang memiliki lekuk tajam dinamis, ditambah beberapa aksen karbon, ini karena bodi tengah ke belakang persis Mio M3 hanya beda behel.

Performa

Dibekali mesin 125 cc SOHC 2 katup injeksi berpendinginan udara dengan teknologi Blue Core yang karakternya istimewa. Kok bisa? Karena responsif dari bawah hingga spidometer mentok di angka 116 km/jam. Jadi tenaganya terasa merata dari bawah sampai atas, sehingga enak buat santai maupun menanjak atau menyalip. Suara mesin tergolong halus dan minim getaran, diklaim punya tenaga maksimum 9,3 dk pada 8.000 rpm dan torsi 9,6 Nm di 5.500 rpm. Dengan kemampuan itu mampu mencatatkan waktu 6,4 detik untuk menempuh 0-60 km/jam dan 13,1 detik untuk jarak 0-201 meter, cukup cepat nih angkanya. Pengetesan menggunakan Racelogic.

Baca Juga  City Car Terbaik yang Irit BBM

Handling

Ketika naik Mio S, tidak perlu khawatir kaki terbentur dek karena ruang kaki yang luas. Dan karena diperuntukkan untuk wanita, wajar tinggi joknya hanya 750 mm, pendek banget! Makanya rider berpostur 170 cm kakinya menekuk saat berhenti. Asyiknya busa joknya tebal dan empuk, yang menambah kenyamanan saat berkendara. Diajak berkendara, Mio S ini sangat lincah, wajar karena berat isi hanya 94 kg saja, enteng banget ya? Jadi pas untuk wanita. Efek lainnya ketika memarkirkan atau memindah jadi sangat mudah. Bermanuver menggunakan Mio S semakin pede berkat penggunaan ban lebar dan tubeless, gripnya juga bagus di berbagai kondisi jalan. Ditunjang juga oleh suspensi depan berkarakter lembut. Namun bagian belakang terasa keras untuk rider berbobot 57 kg, ini bisa timbul dari ban belakang tubeless dan berprofl tipis dan suspensi belakang yang rigid. Namun redamannya terasa pas ketika diajak berboncengan. Pengeremannya juga terasa empuk namun tetap maksimal menghentikan laju

Baca Juga  Review, Spesifikasi, Harga Mobile Porche Terbaru, New Porsche 911 Turbo s

Konsumsi BBM

Beraktivitas harian menggunakan Mio S melewati berbagai macam kondisi jalan, tentunya karakter berkendara juga bervariasi, didapat catatan konsumsi bensin rata-rata 46,1 km/liter, diperoleh dengan metodel full to full pakai bensin RON 92. Kencang tapi masih irit nih!

Fitur dan Teknologi

Melongok spidometer yang segi 6 hexagonal berlatar putih, dikombinasi jarum merah yang menunjuk lekuk tulisan tipis, menimbulkan kesan klasik seperti mobil masa lampau, terlebih belum ada sentuhan digital. Infonya pun standar, hanya ada tambahan ECO Indicator. Yang unik di setang kanan terdapat sakelar hazard yang berguna untuk memberi tanda dalam situasi darurat, ftur ini belum dimiliki kompetitor pada segmen serupa. Sedang di setang kiri, tuas remnya ada smart lock system. Melongok ke bawah terdapat dek yang cukup luas persis Mio M3, bedanya sisi sayapnya tidak banyak lekukan ke arah pengendara, Yamaha mendesain agar memudahkan pengendara khususnya wanita saat naik dan turun dari motor, mencegah lutut terbentur bodi. Sssttt… infonya ini memang revisi dari Mio M3 yang sayapnya memanjang ke belakang, gampang mentok lutut! Di bawah setang terdapat dua laci penyimpanan, yang kiri cukup besar, namun yang kanan sangat kecil, mungkin cuma cukup untuk menaruh karcis parkir. Ada juga gantungan barang yang bisa dilipat jika tidak digunakan. Melongok ke bawah jok terdapat bagasi luasnya 10,1 liter dan tangki bensin 4,2 liter. Untuk keamanan Mio S sudah dilengkapi penutup kunci magnet lengkap dengan answer back system, memudahkan pengendara menemukan kendaraan saat di parkiran. Sementara mesinnya pakai teknologi Blue Core dan andalkan forged piston dan DiASil cylinder. Kaki-kakinya terlihat kekar berkat penyematan pelek depan lebar 1,85×14 yang dibalut ban 80/80-14, dan 2,50×14 belakang dengan ban 100/70-14. Keduanya sudah tubeless jadi tidak merepotkan ketika bocor

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.