SUV Diesel Terbaik dengan Fitur Paling Lengkap

  • Whatsapp

SUV Diesel Terbaik dengan Fitur Paling Lengkap – Segmen memang tidak terlalu besar. Namun, punya penggemar yang cukup loyal. Ini disebabkan produk- produk yang sudah ada menawarkan kenyamanan, Sport Utility Vehicle (SUV) bermesin diesel tampilan gagah dan juga performa tinggi. Nissan Terra sebagai pemain baru di segmen ini ingin mencoba ‘kekuatannya’. Masuk dengan mesin diesel berkapasitas 2.500 cc, ‘bertempur’ dan berhadapan langsung dengan All New Mitsubishi Pajero Sport, Toyota Fortuner dan Chevrolet Trailblazer yang sudah lebih dulu eksis. Tentu sebagai pemain baru, harus punya nilai tambah dibanding produk lain yang sudah lebih dulu hadir. Kini mencoba varian Nissan Terra VL A/T 4×2 yang berharga Rp 524 juta (on-the road Jabodetabek).

PERFORMA & KONSUMSI BBM

Nissan Terra yang masuk Indonesia sepenuhnya membopong mesin diesel dengan kode YD25DDTI. Sama seperti para seterunya, mesin ini juga pakai teknologi common rail dan juga turbocharged. Di sinilah letaknya kesenangan ‘bermain-main’ dengan mesin diesel terkini. Karena sudah punya performa layaknya mesin bensin. Tak lagi boyo seperti diesel konvensional. Mesin ini berkapasitas 2.488 cc, memiliki tenaga 193,88 dk di putaran mesin 3.600 rpm. Serta torsi 450 Nm di putaran mesin 2.000 rpm. Tenaga dan torsi yang dimiliki Terra menjadi yang terbesar dibanding Fortuner dan juga All New Pajero Sport. Hal ini juga ditunjang salah satunya karena kapasitas mesinnya juga jadi yang paling besar. Dengan dorongan tenaga, terutama torsi yang besar tersebut membuat mobil dengan lima pilihan warna ini enak untuk dipakai kegiatan sehari-hari dan juga perjalanan luar kota.

Baca Juga  Mobil City Car Matic yang Cocok untuk Perempuan Harga 100 Jutaan 2019

Sebab, pengendara tak perlu menginjak pedal gas terlalu dalam untuk bisa menggerakkan mobil. Nah, ketika perjalanan luar kota, dorongan torsi bisa meminimalisir pengendara melakukan kick down untuk sekedar menyusul kendaraan. Injak saja perlahan, tenaga lekas keluar. Selain mesin, transmisi otomatis yang terpasang juga cukup baik. Punya tujuh tingkat percepatan, sehingga cocok untuk dipakai dalam segala kondisi. Dan tentunya bisa menyesuaikan sendiri dengan keadaan. Pada transmisi, Nissan Terra unggul satu percepatan dibanding Fortuner dengan enam percepatan. Namun, kalah satu percepatan dibanding All New Pajero Sport yang punya delapan percepatan. Agaknya, selain mesin, tingkat percepatan tersebut juga akan menjadi ‘perang’ bagi produsen mobil SUV. Kombinasi antara mesin dan transmisi, menghasilkan konsumsi bahan bakar yang juga bagus untuk mobil berdimensi bongsor tersebut. Untuk dalam kota, bisa menempuh 10,4 kilometer untuk satu liter Pertamina Dex. Artinya, mobil dengan pelek 18 inci tersebut tak sering-sering mampir SPBU.

HANDLING

Layaknya mobil SUV berdimensi besar, untuk handling dalam kota bisa disebut perputaran setirnya agak berat. Sehingga ketika akan parkir atau berputar arah, pengendara perlu sedikit mengeluarkan tenaga. Tapi, dibanding kompetitor, perputaran setir mobil dengan panjang 4,895 mm ini terbilang enteng. Tentu beratnya perputaran lingkar kemudi SUV diesel, termasuk Terra akan sangat terasa ketika berada di jalan tol. Dengan setir yang cukup berat, pengendara bisa mengontrol mobil dengan lebih baik saat kecepatan tinggi. Mobil juga jadi tidak mudah pindah haluan, terlebih ketika menginjak permukaan jalan yang tak rata. O iya, kami agak kurang sreg dengan lingkar kemudinya. Bukan bentuk dan ftur yang ada, tapi lebih ke ukuran saat digenggam. Untuk mobil sebesar Terra, terasa kecil genggamannya.

Baca Juga  Modifikasi Motor Honda Tiger

FITUR

Seperti sudah disebutkan, sebagai pendatang baru, tentu Nissan Terra ini harus menawarkan yang lebih dari yang sudah ada. Fitur-ftur yang ada harus sangat berguna dan bermanfaat bagi pengendara dan juga penumpang. Di Terra ini sudah disemakan Nissan Mobility Technology demi keamanan dan kenyamanan. Seperti adanya inteligent rear view monitor, yakni spion dalam yang bisa difungsikan dalam dua pilihan sekaligus. Pertama, seperti kebanyakan spion dalam yang mengandalkan cermin untuk melihat belakang. Yang kedua memanfaatkan kamera yang ada di kaca belakang. Jika mengambil pilihan kedua, kamera akan menjadi mata pengendara untuk kondisi belakang. Sayangnya, objek yang ditampilkan posisinya jadi terasa sangat dekat dengan mobil. Selain itu, pengendara juga tidak memantau kondisi penumpang di bangku baris kedua dan ketiga. Masih dengan spion dalam, ketika mundur, maka akan langsung memantau kondisi belakang.

Meski terlihat simpel tapi karena layarnya terlalu kecil, jadi kurang maksimal. Selain itu, ada juga pemantau kondisi blind spot yang terletak di spion luar. Jika ada benda yang masuk blind spot, maka tanda akan menyala. Ketika tanda menyala, kemudian pengendara menghidupkan sein, maka akan keluar suara “bip” dan indikator di dasbor akan berkedip. Jika demikian, pengendara belum boleh pindah jalur karena rentan terjadi tabrakan. Fitur lainnya, suara “bip” akan keluar dibarengi dengan berkedipnya indikator berlambang mobil dan jalan. Jika demikian, berarti pengendara pindah jalur dengan melindas garis marka tanpa menghidupkan lampu sein. Waduh, jangan sampai ya. Lampu sein harus selalu digunakan. Selain itu, di meter cluster juga terpampang inclinometer. Tampilannya cukup menarik. Dengan tampilan ini, pengendara jadi tahu kemiringan dan derajat naik atau turunnya posisinya mobil.

Baca Juga  Inilah Mobil Hybrid SUV Terbaru dari Toyota, Toyota C-HR, Seperti Apa Kecanggihannya ?

KENYAMANAN

Pada semua sektor kabin di Terra punya ruang yang cukup luas. Bahkan untuk bangku belakang sekalipun. Dengan demikian kaki para penumpang tak lekas pegal. Menambah kenyamanan ketika perjalanan jauh. Bisa jadi hal ini karena dimensinya juga lebih besar. Untuk sisi pengendara jadi lebih spesial. Karena untuk bangkunya sudah mengandalkan pengaturan sistem elektronik, sehingga bisa sangat disesuaikan dengan keinginan pengendara Sementara itu untuk suspensi, Nissan lebih memilih sistem double wishbone di bagian depan dan belakang pakai multi-link. Sehingga setiap ‘kaki’ punya pergerakan yang lebih maksimal dan memberi efek kenyamanan. Untuk dipakai kondisi aspal perkotaan, jelas tidak ada masalah. Semua mampu dilahap dengan baik. Hanya saja ketika kecepatan tinggi, mobil dengan sasis ladder frame ini masih menyisakan tingkat limbung. Hal yang wajar pada mobil dengan sasis seperti ini dan ground clearance tinggi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.