Air Radiator Mobil yang Terbaik Apa Sih ?

  • Whatsapp

Air Radiator Mobil

Anda mungkin pernah disarankan oleh mekanik atau teman, untuk menggunakan cairan radiator air aki tutup botol biru. Katanya bagus karena merupakan air dari hasil destilasi yang bebas asam. “Kata orang bengkel, kalau radiator mobilnya pakai produk KW, bilangnya bagusnya pakai air aki botol tutup biru. Sebab kalau pakai coolant, tank radiatornya katanya cepat kalah,” tulis Teguh asal Tangerang, Banten. Ada juga yang menyarankan menggunakan air kondensasi dari AC rumah, atau air minum mineral. Konon katanya lebih rendah asam dibanding air keran, sehingga tidak cepat menimbulkan karat pada komponen logam yang ada dalam saluran pendingin. Tapi itu baru katanya lho! Untuk mengetahui kebenaran omongan-omongan tersebut, kami akan menguji beberapa cairan yang kerap dipakai oleh pemilik mobil saat ini. Biar tidak ada lagi ucapan ‘katanya’ seperti yang sering kita dengar Oke, cairan yang akan diuji ada 5 macam, yaitu air keran atau air dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), air minum mineral, air kondensasi AC rumah, air aki isi ulang atau yang botol/tutup botol biru, serta radiator coolant.

Baca Juga  Spesifikasi Mobil Sport VW Terbaru, VW Gold Clubsport S

Masing-masing cairan kami tempatkan pada wadah kecil (gelas), lalu masing-masing dicemplungkan satu buah paku besi. Tujuan untuk mengetahui apakah paku tersebut cepat berkarat atau tidak akibat terkontaminasi zat yang ada dalam masing-masing cairan. Bagaimana hasilnya? hasiL tes Pengujian ini kami lakukan dalam waktu 3 hari. Setelah paku dicemplungkan pada masing-masing cairan pada malam hari, keesokan siangnya atau terhitung baru setengah hari, kami cek kondisi tiap-tiap paku. Wah, ternyata paku yang ada dalam cairan air keran (PDAM), tampak mulai terserang karat pada bagian batang dan ujungnya. Begitu pula yang ada pada air minum mineral, mesti tak sebanyak paku di dalam air keran. Sementara paku yang ada dalam cairan kondensasi AC, karat hanya terlihat pada bagian ujungnya.

Baca Juga  Perbedaan Xenia Lama dengan Xenia Baru 2019

Nah, ketika nengok paku yang ada dalam cairan aki tutup botol biru, weww.. karatnya terlihat lumayan banyak dari ujung ke ujung. Itu baru setengah hari lho. Pada hari kedua dan ketiga, karatnya makin parah. Begitu pula pada paku yang ada dalam air keran, air minum mineral dan air kondensasi AC, walau tak separah paku yang ada dalam air aki isi ulang. Bahkan sampai membuat masing-masing air tersebut jadi keruh, menandakan karatnya rontok dan menyatu dengan air. Bayangkan bila korosi seperti berlangsung berbulan-bulan pada komponen logam yang ada dalam saluran pendingin mobil Anda! Sudah pasti lama-kelamaan akan membuat saluran yang sempit pada radiator, jadi tersumbat. Kalau sampai tersumbat, efeknya sistem pendinginan jadi terganggu, bahkan bisa membuat radiator atau water pump mobil Anda jebol. Berbeda 180° dengan paku yang ada dalam coolant yang mereknya tak perlu kami sebut. Baik di hari pertama, kedua dan ketiga, paku yang ada dalam coolant sama sekali tak terserang karat. Kenapa bisa begitu? “Dalam coolant ada kandungan anti rustnya. Ini yang membuat komponen logam dalam saluran pendingin tidak berkarat,” bilang Almus, Sales Manager PT Wealthy Sejahtera yang bermarkas di Green Sedayu Bizpark, Daan Mogot, Jakarta Barat. Namun, meski tidak membuat komponen logam dalam saluran pendingin berkarat, tetap disarankan melakukan penggantian radiator coolant secara periodik, yaitu setiap jarak tempuh 20.000 – 30.000 kilometer. “Karena seiring pemakaian dan terkena panas mesin, kemampuan si coolant akan menurun. Termasuk kemampuan anti karatnya,” terangnya lagi. Tuh, masih mau pakai cairan selain radiator coolant? •

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.