Inspirasi Desain Rumah Modern

 Lain-Lain

Inspirasi Desain Rumah Modern

Selalu ada ekspektasi lebih saat berkunjung ke kediaman seorang desainer. Apalagi bila dia seorang arsitek atau desainer interior. Berharap kita bisa melihat sisi lain dari karakter desainnya yang tidak dibatasi kebutuhan, selera, dan kemampuan finansial sang klien. Sebuah ruang hidup yang sangat personal, tempat jiwa kreatifnya bisa merasa nyaman.






Open Layout and Fluid Circulation

Reza Wahyudi lebih dikenal dengan nama Bobos. Nama yang terkesan dinamis dan informal. Kesan yang sama terasa saat dia menerima kami di rumahnya. Desainer interior yang memulai karir sejak 1985 ini dengan cekatan menyiapkan masakan di dapur sambil berbincang dengan kami yang berada di meja makan.

“Saya membuat semua ruangan terkoneksi langsung. Jadi dari sini saya tetap bisa berinteraksi dengan orang di meja makan bahkan di ruang keluarga. Saya juga bisa melihat ke seluruh bagian rumah dari ruang manapun,” ujar Bobos dari dapur yang di atasnya adalah kantor ‘Bobos Design’.

Ruang dalam dan teras belakang dibatasi oleh pintu kaca yang membuat kedua area ini secara visual menyatu. Seolah tidak ada pemisah antara keduanya. Bahkan jika pintu lebar ini dibuka, transisi dari ruang dalam ke ruang luar terasa mengalir hingga ke taman rimbun di sekeliling kolam renang. Hanya kolam ikan koi yang menjadi ‘kanal’, sebagai pembatas teras belakang. “Punya teras belakang yang ada kolamnya adalah cita-cita saya dari kecil. Pokoknya saya mau main ikan di situ,” kenang Bobos tertawa.

Playing with Materials

Bobos menempati rumah ini sejak 2005. Ia langsung melakukan perubahan pada kolam renang, dapur dengan membuat bukaan ke arah kolam dan penambahan kantor di atasnya, serta bagian atap bangunan utama. Sementara pada interior, perubahan yang dilakukan hingga sekarang tidak terhitung. “Tiga minggu lagi datang ke rumah ini pasti sudah ada yang berubah,” ujar ayah seorang putra ini. Jiwa seni Bobos dalam mengutak-atik sesuatu sudah terlihat sejak kecil. Prakarya yang ia buat selalu disimpan oleh sekolah agar menjadi contoh bagi siswa lain. Ia juga sering bermain di bengkel karoseri mobil milik sang Ayah, melihat bagaimana logam-logam itu diolah menjadi bentuk lain.

Hal tersebut membentuk karakter Bobos menjadi desainer yang gemar mencoba hal-hal baru. Ia selalu antusias dengan potensi sebuah material digunakan pada desain. “Rumah ini saya pakai untuk mencoba suatu produk, baik material atau furnitur. Sebelum saya rekomendasikan ke klien, saya sudah pakai lebih dulu produk jenis itu. Jadi sudah ada buktinya di rumah saya sendiri,” jelas pria yang gemar memasak ini.

Bukan sekadar memakai mereka, Bobos mengeksploitasi materialmaterial tersebut. “Kalau supplier mengatakan produk ini untuk lantai, saya akan coba untuk dinding, plafon, atau yang lain. Pengaplikasiannya pun saya coba dengan cara yang berbeda. Dari eksperimen-eksperimen ini bisa lahir solusi desain yang belum pernah terpikirkan sebelumnya,” jelas Bobos sambil menghidangkan spaghetti aglio olio dengan potongan bunga combrang yang digoreng sebagai taburan di atasnya. Kami sepakat tentang kesuksesan eksperimennya yang satu ini.

Paintings and Colour Schemes

Bobos bukan seorang penggemar, apalagi kolektor lukisan. Lukisanlukisan yang ada di foyer, ruang duduk depan, ruang keluarga, ruang makan, hanya sebatas dekorasi ruangan. Keberadaan lukisan seolah menyatukan tema berbagai komponen interior yang lain dalam satu ruangan. “Lukisan harus membuat ruangan menjadi satu cerita. Kalau diperhatikan, warna-warna yang ada di lukisan juga ada di furnitur atau aksesori pada ruangan itu.

Misalnya warna-warna cerah dari lukisan juga ada pada bantal-bantal kecil di sofa. Atau warna coklat kemerahan pada lukisan di ruang makan yang hadir di kursi-kursinya,” jelas desainer lulusan International Fine Arts College di Miami, Florida, Amerika Serikat ini. “Saya lebih suka lukisan yang banyak warnanya, tidak gelap. Harus yang bisa memberikan suasana dinamis. Tidak harus yang realis dan jelas objeknya, yang penting warnanya,” tambah Bobos.

A ‘Living’ Space

Bobos tidak ingin rumahnya terasa sepi. “Jam enam pagi semua kipas angin dan musik sudah menyala. Semua pintu dan jendela dibuka. Saya mau rumah ini selalu berkesan hidup,” tegasnya. Pendapat yang mengatakan rumah adalah karakter penghuninya, benar adanya. Seperti karakter Bobos yang selalu penasaran akan hal-hal baru, rumah ini terasa ‘tumbuh’ bersamanya. Bahkan pada detik-detik menjelang terlelap, dia masih bisa memutuskan untuk mengubah letak lampu pada langitlangit kamar tidurnya. Hidden lamp yang tadinya berada di balik ceiling, kemudian dipindahkan ke balik panel dinding. Arah cahayanya ke atas, membias pada dinding. Dengan cara ini, ia tidak lagi merasa ceiling itu akan lepas menimpanya.

Artikel yang kamu Cari ga ktemu? Cari disini. Teknorus.com

Author: 

No Responses

Leave a Reply