Mobil MPV 7 Seater Terbaik Fitur Lengkap dan Paling Nyaman 2019

  • Whatsapp

Mobil MPV 7 Seater Terbaik Fitur Lengkap

Daftar Mobil MPV 7 Seater Terbaik Fitur Lengkap

  • Mitsubishi Xpander

Meski datang paling belakangan, terbaru andalan Mitsubishi ini mampu mendobrak low MPV peta persaingan di kelasnya. Bahkan Mitsubishi Xpander ini tak butuh lama untuk memimpin jumlah penjualan tertinggi per bulan. Tentu bukan hanya alasan itu mobil ini dianugrahkan sebagai Car Of The Year 2018 . Banyak aspek penilaian yang membuatnya terpilih sebagai mobil terbaik tahun ini. Dengan harga jual yang diset mulai Rp 192,05 juta hingga Rp 248,35 juta on the road DKI Jakarta dan sekitarnya (harga saat ini), namun performa dan kenyamanan yang ditawarkan bak mobil medium ke atas. Tak heran bila Mitsubihi Xpander hingga saat ini, masih jadi perbincangan hangat di kalangan konsumen Tanah Air. Bahkan kini antrian inden masih terus bertambah. Oh iya, meski sejak dibukannya keran inden masih banyak calon konsumen yang belum mendapatkan unitnya, namun mereka rela menunggu demi mendapatkan sebuah Xpander. Bagi mereka, mobil ini layak ditunggu. Di kelasnya, hampir semua apek penilaian didominasi oleh low MPV satu ini. Mulai dari Style, dimana Xpander menyuguhkan desain yang kekinian dan beda dari rival-rivalnya. Konsep Dynimic Shield khas jajaran ?agship pabrikan berlambang tiga berlian yang diusungnya, sanggup memukau hati masyarakat Indonesia. Kami pun kagum dengan tampilannya yang terkesan tough dan futristik.

Dari segi kenyamanan dan handling pun Xpander mampu meraih point tinggi. Respons setir yang akurat dan responsif, jadi salah satu keunggulannya. Ditambah bantingan suspensi yang lembut tapi stabil, berkat pengaplikasian suspensi dengan geometry ala Mitsubishi Evolution X. Plus kekedapan kabinnya yang sangat baik. Belum lagi kemampuan akomodasi penumpang maupun barang, ia jadi yang terlega di kelasnya. Bisa dibilang, Xpander merupakan low MPV 7 seater sejati, bukan ‘5 seater bonus 2 seater’. Fitur dan teknologi yang ditawarkan pun bejibun. Mulai dari ftur keselamatan yang meliputi Dual SRS Airbag di kabin depan, sistem pengereman ABS, EBD, Brake Assist, Vehicle Stabilty Control dengan Traction Control, Hill Start Assist, Emergency Stop Signal, serta masih banyak lagi. Lalu penyetelan setir yang sudah tilt dan teleskopik, sementara kontestan lainnya rata-rata cuma tilt saja. Oh iya, memang dari segi performa, Xpander bukan yang terbaik. Mesin 4A91 berkapasitas 1.499 cc, 4 silinder segaris, DOHC 16 valves dengan teknologi MIVEC yang diusungnya, hanya mampu semburkan 104 PS di 6.000 rpm dan 141 Nm di 4.000 rpm.

Meski begitu, kemampuan akselerasinya terbilang cukup baik untuk kategori mobil 7 penumpang dengan kapasitas 1.500 cc. Buktinya ketika berlari dari diam hingga kecepatan 100 km/jam, baik Xpander bertransmisi manual 5-percepatan maupun otomatis 4-percepatan, sama-sama sanggup meraih 13 detik. Lalu ketika diuji mendaki di tanjakan lumayan tinggi dalam kondisi kabin terisi banyak penumpang, baik untuk tipe transmisi manual maupun otomatis, kami tak menemukan kendala apa pun. Apresiasi kami terhadap tim yang telah membuat penghargaan bergengsi ini yang ditunggu oleh semua merek,” bilang Kyoda Kondo, President Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), saat usai menerima penghargaan ini di Shangri-La Hotel, Jakarta (24/3) . Masih kata Kondo San, pihaknya mendedikasikan penghargaan ini kepada semua pelanggan setia Mitsubishi dan konsumen Indonesia atas dukungan, kepercayaan dan penerimaan mereka yang besar terhadap Xpander. “Kami berkomitmen untuk selalu menyediakan produk yang baik dengan pengalaman penjualan dan purna jual yang luar biasa bagi pelanggan kami di Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga : Rekomendasi Oli Mobil Terbaru dengan Harga Murah

Sekilas Mengenai Mitsubishi Xpander : 

Low MPV terbaru Mitsubishi ini tak hanya bikin heboh saat pemunculan perdananya pada 2016  silam, yang masih dalam bentuk konsep, yakni XM Concept. Hingga resmi diluncurkan di ajang GIIAS 2017 kemarin, Mitsubishi Xpander kembali bikin heboh dengan mengantongi daftar inden yang sangat fantastis. Bahkan dari bulan ke bulan, antrian penginden terus bertambah. Tak heran bila sejak dibukanya keran pengiriman unit pada akhir 2017 kemarin, Mitsubishi Xpander hanya perlu 3 bulan saja untuk bisa menguasai penjualan di kelas low MPV. Tercatat pada Februari kemarin, penjualan wholesales jagoan terbaru Mitsubishi ini sukses membukukan angka 14.479 unit, dan jadi paling tinggi di kelasnya. Ini menandakan, respons positif dari masyarakat Indonesia akan kehadirannya, yang memang memberi wajah baru pada segmen mobil keluarga. Desain eksterior yang mengusung konsep dynamic shield khas jajaran ?agship Mitsubishi, jadi salah satu daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia. “Tampilannya gagah, beda dari yang lainnya,” bilang Ir. Harry Djaunari, warga Jakarta yang sudah memesan Mitsubihi Xpander tipe Exceed AT.

KENYAMANAN JADI UNGGULAN

Tentunya tak hanya itu, kelegaan kabin serta banyak tersedianya tempat penyimpanan barang maupun cup holder, ditambah port buat charging di semua baris bangku, juga turut menyumbang ketertarikan konsumen Tanah Air. “Kami mendevelop Mitsubishi Xpander ini sebagai The Real MPV 7 Seater, bukan 5 seater bonus 2 seater,” ujar Jerry Amran, Head of PR & CSR Section PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI). Ya, dari hasil pengujian tim  pada low MPV Mitsubishi ini, baik ketika duduk di jok baris pertama, kedua hingga paling belakang, memang kami rasakan posisi leg room maupun head room, masih cukup banyak space. Bisa dibilang paling luas di kelasnya. Bahkan masih tetap nyaman untuk menampung 7 penumpang dewasa sekalipun. Apalagi kontur maupun busa joknya juga nyaman diduduki. Ditambah kemampuan akomodasi barang pun terbilang lapang. Satu hal lagi yang harus kami acungi jempol, tingkat kenyamanan dalam kabinnya sangat baik. Bahkan ketika berkendara di kondisi hujan, atapnya tidak begitu terdengar ada suara pantulan air hujan. Begitu pula suara raungan mesin, gesekan ban dengan aspal, hingga desiran angin saat dibawa pada kecepatan tinggi, nyaris tak terdengar. Belum lagi bantingan suspensinya terasa nyaman di semua kondisi jalan. Tak salah bila konsep geometry suspensi ala Evolution X, kami bilang sukses diterapkan Mitsubishi pada low MPV mereka ini. Soal performa mesin pun jadi magnet tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Mesin 4A91-nya yang berkapasitas 1.500 cc 4 silinder segaris, terbilang cukup bertenaga. Dengan disokong teknologi MIVEC, DOHC 16 valve, mesin ini mampu memuntahkan tenaga hingga 104 ps di 6.000 rpm dan torsi 141 Nm di 4.000 rpm. Dengan daya dan torsi segitu, baik yang bertransmisi manual maupun otomatis, untuk menempuh kecepatan 0 – 100 km/jam hanya butuh waktu 13 detik. Buat dipakai nanjak dengan beban kabin banyak penumpang pun Mitsubishi Xpander tak menemui kendala berarti

Kesimpulan :

Sejak kemunculan perdananya pada Agustus 2017 silam di ajang GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2017 hingga saat ini, Mitsubishi Xpander masih jadi kendaraan keluarga idaman sebagian masyarakat Indonesia. Bahkan menurut Bambang Kristiawan, Head of Public Relations and Corporate Social Responsibility Department PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Mitsubishi di Tanah Air, hingga kini respons masyarakat Indonesia masih sangat baik dan penjualannya masih cukup tinggi. “Sejak diluncurkan hingga saat ini, demand-nya sudah mencapai 115 ribu. Yang sudah terdelivery sekitar 80 ribuan,” tukasnya. Pastinya Anda ingat awal-awal munculnya Xpander, banyak masyarakat yang rela antre panjang demi mendapatkan unitnya. Uniknya, kebanyakan memilih tipe paling tinggi, yaitu Ultimate. “Sampai saat ini tipe Ultimate masih paling diminati,” imbuhnya.

 

Kesuksesan Xpander jadi daya tarik masyarakat Indonesia, salah satunya karena menawarkan desain yang menggoda berkonsep Dynamic Shield khas Mitsubishi, yang membuatnya terkesan sebagai sebuah SUV. Tentu tak hanya itu, mobil ini juga menawarkan ruang kabin yang lega dan nyaman, serta performanya terbilang mumpuni. Apalagi dijejali dengan berbagai ftur zaman now, diantaranya Vehicle Stabilty Control (VSC) dengan Traction Control, Keyless Operation System (KoS) untuk tipe Ultimate dan Sport, kamera mundur untuk tipe Ultimate, kompartemen yang sangat banyak, power outlet di setiap baris jok dan masih banyak lagi. Hasil pengujian kami pada mobil ini pun cukup memuaskan. ruang kabinnya lega, handlingnya juga terbilang baik, bantingan suspensi nyaman, kekedapan kabinnya lumayan senyap meski dalam kondisi berlari dalam kecepatan tinggi, hingga performa akselerasi yang jempolan. Dapur pacu 4A91 berkapasitas murni 1.499 cc, DoHC 16 katup dengan teknologi MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve Timing Electronic Control) yang diusungnya, terbilang cukup bertenaga untuk mobil keluarga di kelasnya. Yaitu mampu memuntahkan 103,25 dk 6.000 rpm dan torsi puncak sebesar 141 Nm di 4.000 rpm. Jadi, rasanya bukan tanpa asalan kami menganugrahkan Mitsubishi Xpander sebagai “Car of The Year” di 2018 pada oToMoTIf Award 2018 lalu. Meski pada pejalanannya sempat muncul beberapa keluhan dari penggunanya, namun hal tersebut dapat segera teratasi oleh layanan after sales Mitsubishi. Selain itu, layanan purna jual Mitsubishi juga turut andil dalam mensukseskan penjualan Xpander hingga ke pelosok negeri. Langkah MMKSI yang terus mengembangkan jaringan after sales-nya, membuat konsumen jadi semakin yakin dalam memilih produk-produk dari Mitsubishi

  • CHEVROLET TRAX PREMIER

Mulai awal 2018 ini, varian tertinggi Chevrolet Trax berganti nama. Kalau sebelumnya disebut Trax LTZ, diganti dengan nama Trax Premier. Sebagai varian tertinggi dengan harga on the road Rp 314 juta, Trax termasuk punya harga kompetitif, apalagi dengan banyaknya ftur yang disematkan. Berikut adalah ftur kenyamanan unggulan Trax Premier :

Baca Juga  Menjajal Mitsubishi Outlander Phev di Indonesia

• Setir. Selain sudah dilapis bahan kulit, lingkar setir Trax sudah dilengkapi penyetelan tilt steering dan teleskopik.

• In Car Entertaintment. Trax Premier dilengkapi head unit yang sudah dibenamkan software Chevrolet MyLInk Multimedia System dengan layar LCD 7 inci. Fiturnya bisa smartphone screen mirroring, konektivitas dengan bluetooth dan iPod, voice command, serta bisa diatur lewat setir (audio & phone steering switch). Speaker-nya 2 set ditambah sepasang tweeter.

• Hill Descent Control. Fitur ini membantu pengemudi saat membawa mobil menuruni bukit yang curam. Saat ftur HDC aktif, pengemudi cuma perlu mengontrol setir saja. Tekanan pedal gas dan rem secara otomatis diatur komputer mobil. Komputer akan mengatur keempat ban tetap mencengkeram jalan dengan baik.

• Electric Sunroof. Hanya Trax satu-satunya mengusung ftur ini. Tidak ada di kelas low SUV 1.5L lainnya.

• Keyless Entry. Chevrolet menyebutnya dengan PEPS atau Passive Entry/Passive Start. Ada tombol kecil di keempat pintu untuk membuka, dan bisa diatur lewat head unit.

• Auto Wiper. Wiper otomatis baik di depan, juga di belakang (otomatis aktif saat gigi mundur).

• Auto Down Window. Biasanya hanya kaca pengemudi saja yang auto up dan auto down. Tapi di Trax, kaca di keempat pintunya bisa auto down. • Power Supply 230V. Ada power supply 230V dengan maksimal 150 Watt di belakang konsol tengah. Jadi penumpang belakang tidak perlu menggunakan konverter untuk mengisi baterai laptop misalnya.

• Tyre Pressure Monitoring System (TPMS). Pada Multi Information Display-nya, sudah dilengkapi dengan info tekanan angin di keempat roda. Sementara rival-rivalnya belum dilengkapi ftur ini.

• Pengaturan AC masih manual. Salah satu yang terkesan kurang adalah pengaturan AC yang masih sistem putar atau manual. Namun ada juga pemanasnya lho, yang mungkin akan berguna ketika melati daerah pegunangan yang dingin, terutama di malam hari

 

  • Honda Mobilio

Akhir Februari lalu kami diajak mencicipi rasa berkendara New Honda Mobilio, yang baru saja mengalami penyegaran penampilan. Nah, yang kami kendarai adalah Honda Mobilio E CVT. Varian ini diklaim menjadi varian Mobilio paling favorit sepanjang produksi. Porsi penjualan Mobilio tipe E bahkan mencapai 60% dari semua varian Mobilio. O iya, ubahan di bagian eksteriornya kini headlamp sudah dilengkapi teknologi proyektor, dipadu Daytime Running Light (DRL) LED. Lampu utama ini masih pakai bohlam halogen, namun punya tingkat keterangan yang lebih baik dari sebelumnya. Mobilio tipe E juga kini sudah disematkan under spoiler tambahan lengkap sekeliling bodi (depan, samping dan belakang). Lantas desain pelek alloy tipe E juga kini berbeda dibandingkan model sebelumnya. Mirip yang ipakai varian RS di model sebelumnya, yaitu berbentuk kincir angin, dengan kombinasi warna two tone. Di bagian kabin, perubahan juga tergolong minimalis. Dengan interior dikombinasi warna two tone, hitam di bagian dasbor dan doortrim, serta warna krem ivory pada jok dan plafon. Ubahan hanya pada pola kain pelapis jok juga berbeda dibandingkan model sebelumnya. Perbedaan lain juga terdapat pada sektor in car entertainment-nya. Head unit dengan resistive touchscreen

Baca Juga  4 Tips Memilih Mobil Bekas

Honda menyegarkan Mobilio dengan beberapa ubahan yang mencakup eksterior, interior yang lebih nyaman dan tambahan fitur. Bodi Mobilio Facelift ini mengalami ubahan pada lekukan kap mesin yang membuatnya tampak lebih berotot. Dengan tema wajah Solid Wing Face, gril diberi lapisan krom mirip kepunyaan HR-V. Ubahan juga mengambil lampu depan proyektor dan menggantikannya dengan lampu LED tapi dihiasi dengan DRL sehingga lebih aman. Di bagian belakang tak banyak yang berubah. Hanya saja diimbuhi dengan license garnish baru dan duduk di atas pelek 15 inci sehingga terlihat lebih berisi.

Pada tipe RS dilengkapi dengan power retractable door mirror, atap berwarna hitam, serta spion lipat elektris. Menariknya, pada tipe tertinggi Mobilio Facelift ini dilengkapi dengan pelek two tone seperti pada Mobilio versi Modulo. Kabinnya punya banyak perbedaan dengan model sebelumnya. Jika pada Mobilio tipe E dan S dilengkapi dengan head unit dengan layar 6,2 inci, untuk tipe RS dilengkapi dengan layar 6,8 inci. Mobilio terbaru kini menggunakan kursi semi bucket dan kursi baris kedua dibuat lebih tebal sehingga lebih nyaman. Juga disematkan 6 speaker premium. Jok pun dilengkapi headrest terpisah yang dapat disesuaikan serta tombol audio pada setir.

Pada tipe S memiliki trim interior berkelir hitam, sedangkan interior tipe E lebih terang. Menariknya, Honda Mobilio RS kini dilengkapi fitur Hill Start Assist (HSA) untuk membantu mobil saat start jalan menanjak. Hebatnya lagi, ia dilengkapi AC digital yang dapat menyesuaikan suhu ruangan secara otomatis. Fitur lainnya termasuk auto lock door, keyless entry dan setir yang dapat diatur sesuai keinginan pengemudi. Fitur safety disediakn Vehicle Stability Assist (VSA), dual airbag untuk penumpang depan, jok ISOFIX. Urusan mesin, ia masih menghadirkan mesin yang serupa model lama.

Mesin bensin 1.496 cc 4 silinder i-VTEC bertenaga 118 dk. Mobilio tipe RS dilengkapi dengan transmisi manual dan otomatis dibanderol Rp 233 juta dan Rp 243,5 juta. Untuk tipe E dengan pilihan transmisi manual dan otomatis seharga Rp 210 juta dan Rp 221 juta. Tipe S hanya menawarkan satu pilihan transmisi manual dengan harga Rp 189,5 juta.

  • Toyota Sienta

Pihak Toyota berhasil mengurangi kesan boxy yang hadir pada Sienta. Ia hadir dengan lekukan garis bodi yang dinamis, hingga membuatnya tampil futuristis. Sektor mesin juga tak luput sebagai penyumbang poin terbesar untuk kemenangannya. Toyota memberikan modal kepada Sienta dengan mesin 1.497 cc 4 silinder Dual VVT-i dengan tenaga 107 dk dan torsi 140 Nm. Menariknya lagi khusus untuk transmisi otomatisnya, Sienta menggunakan CVT yang terasa halus dan mampu meningkatkan efisiensi dalam pengolahan bahan bakar.

Bukanlah hal sulit bagi Sienta untuk mendapatkan catatan konsumsi BBM dalam kota 15,3 km/l dan tol 17,8 km/l. Akselerasinya juga tak terbilang lamban. Untuk menuntaskan waktu meluncur dari 0-100 km/jam, ia mampu menyelesaikannya dalam 12,7 detik. Kelebihan lainnya yang dimiliki Sienta adalah tersedianya power sliding door. Buka hanya unik, tapi juga fungsional. Pintu geser itu ampuh memberikan kemudahan dalam akses keluar masuk penumpang dan barang. Ditambah adanya fitur Dive-In Seat yang efektif memberikan akomodasi lebih untuk menampung barang. Tak hanya itu, ia juga sudah menggunakan smart key, AC double blower, eco indicator, engine start/ stop button, dan cooler box.

 

  • Kijang Innova

Kijang yang telah menjadi backbone Toyota hampir 40 tahun di Indonesia, tetap loyal mobil keluarga menemani hingga sekarang. Perubahan signifikan yang terjadi untuk setiap generasi pada MPV Toyota ini, menjadikannya selalu mendapatkan ruang khusus di hati masyarakat Indonesia. Tak heran, lima kali Toyota Kijang Innova merajai kelas Medium MPV pada Auto Bild Award, masing-masing pada 2008, 2009, 2010, 2011, dan 2016. Perkembangannya, Kijang kini tampil lebih mewah dengan fitur lebih lengkap.

Baik pada pada bagian eksterior maupun interior. Untuk dapur pacu, Kijang Innova memberikan dua pilihan mesin, yakni Innova bermesin diesel 2.400 cc dan yang kedua adalah Innova bermesin bensin 2.000 cc. Namun, yang paling mencolok adalah mesin turbodiesel berkapasitas 2.400 cc itu. Menyemburkan tenaga hingga 149 dk dengan torsi 367 Nm. Meningkat sangat jauh dibanding Kijang Innova diesel generasi sebelumnya. Tak ayal jika Kijang Innova diesel mampu menyelesaikan 0-100 km/jam dalam 12,1 detik. Terhitung kencang untuk ukuran mobil keluarga. Segala bentuk penyegaran yang hadir tentunya untuk memberi kesan nyaman bagi siapapun yang berada di dalamnya. Oleh karena itu, kami berikan apresiasi tertinggi bagi sang legenda ini.

Toyota Calya A/T

T anda-tanda calon mobil sejuta umat sudah terlihat di Astra Toyota Calya sejak pertama kali diluncurkan pada pameran otomotif di BSD City, Agustus lalu. Berdasarkan data Gaikindo saja, penjualan Calya bulan Oktober sudah mencapai 9.286 unit mengalahi penjualan mobil sejuta umat Avanza yang laku terjual sebanyak 9.206 unit di bulan yang sama. Bila tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin predikat mobil sejuta umat juga akan diemban oleh Calya. Namun dari data yang ada, kurang lebih 80 persen penjualan Calya ada di tipe G bertransmisi manual. Mengapa varian teratas dengan transmisi otomatis ini seperti kurang peminat? Sebenarnya bukan kurang peminat. Tapi karena mobil ini sebaran penjualannnya lebih banyak di daerah, dimana tranmisi manual lebih dibutuhkan. Selain itu, karakter pengguna Calya rata-rata masih pengemudi pemula yang beralih dari sepeda motor sesuai target jenis Low Cost Green Car (LCGC).

Baca Juga  Spesifikasi, Harga, Mobil Offroad, Land Rover Discovery Sport

Sementara itu Calya bertransmisi otomatis lebih laku di kota besar yang lalu lintasnya padat. Lalu apa saja kelebihan yang dimiliki varian tertinggi Calya bila dibandingkan saudara kembarnya Daihatsu Sigra yang pernah kami ulas sebelumnya? Bisa dibilang, secara tampilan memang tak jauh berbeda bila dibanding Sigra. Tapi yang cukup terasa justru f tur yang diemban Calya jauh lebih lengkap dibanding saudara kembarnya. Bahkan di kelas LCGC bisa dibilang Calya jadi mobil yang punya f tur terlengkap. Oke, kita bahas satu persatu soal f turnya. Pertama, Calya dilengkapi sistem kunci immobilizer. Artinya, pada anak kunci terdapat chip yang terkoneksi dengan receiver di kolom setir. Jadi mobil ini tidak akan bisa dinyalakan mesinnya tanpa kunci asli. Jadi, kalaupun kunci mobil Anda dibuatkan duplikat, hanya bisa digunakan untuk membuka pintu saja, tidak bisa untuk menyalakan mesin. Mobil ini juga dilengkapi dual SRS airbag untuk memperkecil risiko yang terjadi akibat benturan bagi penumpang depan. Dan yang membedakan mobil ini dengan Sigra adalah seatbelt tiga titik untuk ketujuh penumpang. Kalau di Sigra, seatbelt tiga titik hanya tersedia untuk penumpang depan dan dua penumpang di baris kedua. Sementara untuk penumpang tengah di baris kedua dan baris ketiga hanya tersedia seatbelt 2 titik.

Tak hanya seatbelt tiga titik untuk 7 penumpang, headrest juga tersedia untuk seluruh penumpang. Untuk baris kedua dan ketiga tersedia headrest adjustable. Oiya, untuk headrest baris ketiga, bila tidak digunakan, sebaiknya diposisikan paling rendah. Sebab, posisinya cukup menggangu visibilitas pengemudi untuk memantau arah belakang dari kaca spion dalam. Bagi Anda keluarga baru yang punya anak kecil, Calya juga dilengkapi dengan ISOFIX di jok baris kedua. Sehingga bila menggunakan child seat, akan terikat lebih baik dan aman tentunya. Fitur lainnya yang tak kalah menarik, untuk penumpang di jok baris kedua tersedia power charging station. Jadi tak perlu berebut dengan penumpang depan untuk mendapatkan slot power supply.

Setelah bicara soal f tur, kini saatnya merasakan impresi dari mobil yang menggunakan mesin berkode 3NR-FE. Di atas kertas, mesin berkapasitas 1.197 cc berteknologi Dual VVT-i ini sanggup menghasilkan tenaga 88 ps serta torsi 108 Nm. Namun ketika dikombinasikan dengan transmisi otomatis 4-percepatan, kinerja dari mesin ini cukup keteteran di putaran rendah. Anda pasti akan menekan pedal gas lebih dalam lagi. Jangan heran bila ini Anda lakukan, lampu indikator Eco tidak akan menyala. Saran kami, geser tuas transmisi ke posisi 3 atau 2 ketika pertama kali jalan atau menemui tanjakan. Hal ini agar transmisi tidak segera memindahkan ke posisi gigi yang lebih tinggi yang justru membuat tenaga mesin jadi drop.

Kalau ditelusuri, rasio gigi transmisi bisa jadi menjadi penyebab mesin sedikit drop di putaran bawah. Jika dibanding Calya transmisi manual, rasio gigi Calya otomatis ini lebih halus. Rasio gigi 1 pada Calya manual ada di angka 3,417:1 sementara versi otomatis jauh lebih halus di angka 2,731:1. Begitu juga dengan rasio fnal gear, Calya manual punya rasio 5,077:1 sementara Calya otomatis rasio fnal gear-nya 4,839:1. Bila dilihat dari angka tersebut, Calya otomatis putaran mesinnya akan lebih rendah ketika kecepatan tinggi. Pengamatan kami, saat melaju di kecepatan 100 km/jam, putaran mesin Calya ada di 3.000 rpm. Ketika diajak beraselerasi, dari posisi diam hingga kecepatan 100 km/jam, ditempuh dalam tempo 15,1 detik. Sementara untuk akselerasi pertengahan pada kecepatan 20-40 km/jam sebagai gambaran berkendara di lalu lintas padat seperti di dalam kota. Calya mampu mendapatkan angka 2,1 detik.

Pengetesan berlanjut ke akselerasi pertengahan selanjutnya. Mobil ini butuh waktu 6,1 detik untuk bisa berkaselerasi dari kecepatan 40- 80 km/jam. Sedangkan dipacu dari kecepatan 80 km/jam hingga 100 km/jam, Calya butuh waktu 5,3 detik. Dari data di atas, bisa dibilang mobil ini lebih cocok digunakan di kepadatan lalu lintas kota besar. Karakter mesin yang halus serta dimensi yang mungil membuatnya mudah dikemudikan di kepadatan kota. Tapi, bukan berarti mobil ini tidak sanggup digunakan ke luar kota ya. Buktinya, ketika pertama kali kami mencoba mobil ini justru melintasi jalur Nagrek yang terkenal dengan tanjakan curam. Asalkan, Anda pintar memposisikan tuas transmisi sesuai kebutuhan

  • Nissan Serena

Pada 2013, kategori High MPV merupakan pecahan Medium MPV. Katgeori ini menjadikan beberapa high roof MPV menjadi pesertanya. Dan Nissan Serena merupakan pemenang awal di kategori ini, sekaligus menjadi Lifetime Editorial Choice. Secara meyakinkan, Nissan Serena unggul mutlak di sini. Ia berhasil menyajikan secara pas segala kebutuhan sebuah MPV papan atas. Seperti kenyamanan dan kenikmatan berkendara, akomodasi, mesin irit dengan performa andal, serta harga jual yang terbilang “murah”.

Tampilan luarnya mungkin bukan selera semua orang. Bahkan sekilas mirip sebuah minibus. Tapi saat melangkah ke dalam Anda akan terkesima dengan leganya akomodasi yang disajikan. Fitur bertajuk Smart Multi Center bisa diakses sebagai konsol tengah ketiga baris bangku. Anda juga dapat mengatur bangku dalam berbagai posisi. Tersedia 14 pilihan konfigurasi unik. Dasbor terlihat modern dan futuristik. Uniknya, di kanan panel terdapat penunjuk konsumsi BBM yang bisa diganti dengan indikator injakan pedal gas. Jadi Anda bisa memperkirakan seberapa halus gaya berkendara. Posisi duduk pengemudi sangat pas dan nyaman. Kaca depan dan samping yang besar meningkatkan visibilitas. Serena terasa menyenangkan dipakai setiap hari. Semakin kuat berkat dukungan setting suspensi yang dapat mensinergikan pengendalian dan bantingan di taraf pas.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.