Sparepart Mobil Suzuki Isuzu Daihatsu Paling Murah

  • Whatsapp

Sparepart Mobil Suzuki Isuzu Daihatsu Paling Murah

Cerita seorang rekan, sebut saja Andri, yang sedang bimbang memilih komponen non-genuine, atau aftermarket genuine, . Pemikirannya pun bercabang, mengingat apapun pilihannya, mobil yang ia kendarai sudah lewat masa garansi. Alhasil ia pun memilih suku cadang aftermarket dengan pertimbangan harganya lebih murah daripada genuine. Nah, sebenarnya pengalaman ini juga banyak dialami oleh pemilik mobil lainnya. Dimana populasi kendaraan yang habis masa garansinya lebih memilih menggunakan suku cadang aftermarket. Tentu ini menjadi tekanan kompetitif bagi pabrikan untuk menghadirkan suku cadang berkualitas sekelas genuine dengan harga lebih terjangkau namun tetap punya garansi resmi. Disinyalir cukup banyak konsumen yang menghilang dari bengkel resmi ketika garansi atau jasa perawatan tak lagi gratis. Daripada hanya jadi ‘penonton’, saat pesta pora suku cadang dinikmati industri aftermarket, sementara pabrikan mobil belum bisa menyediakan pengganti yang harganya terjangkau. Maka sangat rasional jika pabrikan meracik suku cadang lapis kedua (second grade), yang harganya lebih terjangkau. Komponen lapis kedua merupakan pengembangan dari komponen genuine, yang dirancang dengan menyesuaikan value for money. Bukan berarti kualitasnya diturunkan, hanya saja mengurangi rasio pemakaian, yang berarti umur second grade parts lebih pendek dibanding genuine part. Toh harganya juga lebih murah. Dengan begitu, juga mampu mengajak pemilik mobil kembali masuk bengkel resmi. Alhasil, kini makin banyak pabrikan yang telah menyediakan second grade parts.

iSuzu

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) memiliki suku cadang genuine yang dirakit lokal. “Bukan layer kedua. Spare part-nya tetap genuine, tapi diproduksi lokal. Jadi namanya Isuzu Astra Domestic Genuine (IAGD). Jadi kalau spare part genuine dari Jepang itu kan dibuat untuk banyak negara. Sehingga secara spesifkasinya untuk negara empat musim. Tahan untuk cuaca ekstrem seperti musim dingin. Sedangkan spesifkasi itu tidak terlalu cocok untuk Indonesia,” jelas Puti Annisa Moeloek, Marketing Communication Department Head, PT IAMI. Atas dasar itu, Isuzu Indonesia membuat yang genuine dengan versi lokal dengan tetap garansi resmi. Harganya bagaimana? “Pasti lebih terjangkau. Karena produksi lokal dan spek pun tidak over. Garansi sama dengan genuine.

Baca Juga  10 Hal ini Wajib Kamu Cek di Mobil Sebelum Melakukan Perjalanan Jauh

Usia pakai sih relatif sama tergantung pemakaian,” lanjut Annisa, seraya menyebut saat ini telah ada 802 parts number IAGD dengan garansi resmi enam bulan. IAGD mencakup tak hanya untuk mobil niaga tapi juga mobil penumpang Isuzu. “IADG sangat membantu konsumen terutama buat armada ?eet. Selain dijual di bengkel resmi Isuzu, IAGD juga dijual di sentra onderdil yang telah menjadi rekanan part shop Isuzu,” tutur Alung, Kepala Cabang dealer resmi Isuzu, Armada Auto Tara (AAT), di Kebon Jeruk, Jakbar. Potensi pasar suku cadang yang besar juga menjadi latar belakang Isuzu merilis IAGD. “Di dealer kami, target penjualan spare part sebesar Rp 1,2 miliar setahun. Itu masih terbilang kecil, karena kita selalu melampaui 20 persen dari target. Belum lagi pangsa pasar di luar jaringan dealer, yang lebih besar lagi,” beber Alung. Kualitas menjadi jaminan yang tak bisa ditawar. “Dibanding pakai produk KW ataupun aspal, jelas IAGD lebih berkualitas. Misalnya flter solar produk KW, material kertasnya mudah terurai dan berdampak pada tersumbatnya pompa solar. Material IAGD digaransi sesuai spesifkasi yang dibutuhkan Isuzu. IAGD memiliki part number berkepala I6, selain angka tersebut masuk kategori Isuzu Genuine Parts (IGP),” bilang Muchlis Jafar, Kepala Bengkel Resmi Isuzu AAT, Kebon Jeruk Jakbar

Baca Juga  Daftar Supercar Tercepat di Dunia

Suzuki

Pabrikan berlambang S ini baru saja merilis suku cadang lapis kedua yang diberi nama SARP (Suzuki Authorized Replacement Parts). “Untuk SARP kita lakukan pengetesan satu persatu. Kita mulai dulu buat fast moving. Idenya adalah daripada konsumen mencari suku cadang yang tak jelas, maka kita buat second grade yang digaransi resmi,” terang Ignatius Ratrianto, Spare Parts Head, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM). Perkara harga, SARP dibanderol lebih murah dibanding SGP (Suzuki Genuine Parts). “Selisih harga maksimum 70 persen lebih murah dibanding SGP. Kualitas terkait usia pakai sekitar 80 persen lebih singkat dibanding SGP,” sambung pria ramah yang akrab disapa Anto ini. Walau usia pakainya lebih rendah, toh harganya juga lebih murah. Lalu mengapa harganya bisa lebih murah? “SARP prinsipnya untuk mobil diluar masa garansi dan commercial car. (Dibanding SGP) beda desain, beda bahan dan beda supplier. Tapi kita garansi resmi layaknya SGP,” jawab Anto. Suzuki Indonesia telah menyadari bahwa potensi pasar suku cadang cukup besar, hal inilah yang menjadi latar belakang lahirnya SARP. “Skala bisnis sparepart Suzuki tahun lalu sebesar Rp 1,6 triliun. Setiap tahun tumbuh 7-10 persen. Part shop kita ada 1.300 di seluruh Indonesia. Oleh karena itu potensinya cukup besar,” sambungnya lagi. SARP juga dijual di sentra onderdil di luar jaringan bengkel resmi Suzuki. Tujuannya agar menjadi pilihan bagi konsumen sekaligus berkompetisi dengan komponen aftermarket. “SARP baru dua bulan, responsnya bagus. Setiap komponen ada part number-nya. Supplier-nya ada yang lokal maupun yang impor. Saat ini baru ada 45 item parts. Kita melindungi konsumen, dibanding beli yang aspal (asli tapi palsu),” ungkap Fanani, Service and Sparepart Sales Section Head, PT SIM.

Baca Juga  Penyebab Motor Terasa Limbung

DaiHatSu

Suku cadang lapis kedua Daihatsu resmi diluncurkan sejak pertengahan tahun lalu. “Kami menyebutnya Daihatsu Value Part (DVP). Secara fungsi 100 persen, durability 80 persen, harga antara 60-70 persen,” ungkap Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Lebih lanjut, Amelia menegaskan kalau DVP secara peruntukan dianjurkan untuk mobil Daihatsu yang lewat masa garansi. “Untuk part warranty kami ganti dengan genuine part. Tapi jika sudah lewat warranty dianjurkan pakai DVP yang lebih murah. Semua part bergaransi, baik yang genuine maupun DVP,” imbuhnya. Jenis suku cadang DVP meliputi komponen fast moving, seperti brake pad, brake shoe, saringan udara, saringan oli, bilah wiper, dan pelat kopling. “Kode suku cadang genuine tiga angka di belakang part number adalah 000 atau 001. Nah untuk DVP kodenya 008,” sambung Amelia. Lalu apakah label kemasannya berbeda dengan genuine part? ”Kemasannya saja yang berbeda,” jawabnya lagi. Dengan kemasan yang berbeda, pihak ADM tidak pernah memiliki target besaran dari DVP tersebut. “Tujuannya memberikan alternatif produk dan layanan yang lebih terjangkau untuk meningkatkan kepuasan pelanggan,” ucap Hendrayadi Lastiyoso, Marketing and Customer Relation Division Head Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) menambahkan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.