Inilah Bus Listrik Pertama di Indonesia

  • Whatsapp
[Total: 0    Average: 0/5]

Inilah Bus Listrik Pertama di Indonesia

Ajang Busworld South East Asia (SEA) 2019 menjadi pameran B2B terbesar untuk industri bus, coach, minibus serta komponen pendukungnya yang diselenggarakan di JIExpo Kemayoran (20-22/3). Mengusung tema ‘Making Bus Transport System Attractive, Efcient and A?ordable in South East Asia’, gelaran ini merupakan pameran kedelapan dalam perjalanan Busworld dunia. “Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar untuk industri bus dan karoseri. Hal ini didukung jumlah populasi yang mencapai 40% populasi negara ASEAN. Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi pengembangan transportasi yang menjanjikan di masa datang dan siap bersaing dengan negara lain,” ujar Didier Ramoudt, Presiden Busworld Internasional. Beberapa pemain besar hadir dalam pameran ini, baik lokal maupun internasional. Seperti PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) selaku APM kendaraan komersial Mercedes-Benz, PT Wahana Inti Selaras Bus TransJakarta SAMBUT ERA KENDARAAN LISTRIK (Indomobil Group) selaku distributor resmi Volvo Truck, Laksana, New Armada, dan PT Transjakarta.

baca juga : Mobil Double Cabin Eropa Terbaik

DUA PILIHAN

Salah satu yang mencuri perhatian dalam pameran ini adalah kehadiran dua bus listrik yang dipamerkan PT TransJakarta, dan digadang-gadang menjadi armada baru yang akan dipakai. Masingmasing berasal dari dua perusahaan yang berbeda. Yang pertama adalah bus bermerek BYD asal Cina berkelir biru-hijau yang didatangkan PT Bakrie Autoparts. Ini merupakan bus model global yang sudah dipakai di berbagai negara untuk kepentingan transportasi umum. “Bus ini bertipe K9. Dimana tipe ini sudah dipakai di 200 kota dan 50 negara di dunia seperti Inggris, Amerika, Eropa dan Afrika. Jadi kualitasnya sudah teruji,” ujar Yulizar selaku Manager Business Development PT Bakrie Autoparts saat ditemui di lokasi, Kamis (21/3). Mengenai spesifkasinya dijelaskan dimensi bus ini tidak beda jauh dengan bus Transjakarta yang saat ini beroperasi. Yaitu memiliki panjang 12 meter dengan lebar 2,5 meter. Untuk kapasitas penumpangnya, bisa mengangkut 60 orang. Untuk baterainya, dalam sekali pengisian membutuhkan waktu sekitar empat jam. Dalam kondisi baterai penuh, bus ini bisa menempuh jarak hingga 250 km. Sedangkan performanya, bus ini memiliki tenaga 180 dk dan torsi 500 Nm. Sektor penghasil tenaga berasal dari dua buah motor listrik yang diletakkan di bagian belakang bus. Untuk keamanan, baterai berdaya 324 kWh diletakkan di bagian atap.

Baca Juga  Cara Agar Udara di Dalam Mobil Tetap Fresh

“Bus ini sebenarnya bisa berlari maksimal 110 km/jam Hanya saja untuk pemakaian dalam kota, kita kunci di angka 70 km/jam, karena peraturan juga demi safety,” tambah Yulizar. Selain BYD, ada juga bus MAB (Mobil Anak Bangsa). Mobil garapan anak bangsa ini memiliki spesifkasi tak kalah dari BYD. Dimensi bus berkelir biru tua ini memiliki panjang 12.000 mm, lebar 2.500 mm, tinggi 3.720 mm dan jarak sumbu roda 5.950 mm. Tidak jauh berbeda dengan produk BYD. Lanjut ke sektor penghasil tenaga. Baterainya menggunakan jenis Lithium Fenno Phosphabe (LiFePo) yang berkapasitas 259,0 kWh. Tenaga maksimum yang mampu dihasilkan sebesar 268 hp di 1.200 RPM dan torsi maksimum 2.400 Nm di 3.000 RPM. Pengisian baterainya sendiri membutuhkan waktu sekitar tiga jam. Bus ini juga dilengkapi beberapa ftur mumpuni. Antara lain EPS, ABS, EBD dan stability control. Sementara itu, untuk kenyamanan penumpang, kedua bus ini menggunakan sistem suspensi udara (air suspension).Serta ramp khusus bagi pengguna kursi roda.

Baca Juga  Cara Memperbaiki Transmisi Mobil Matic CVT

UJICOBA

PT TransJakarta rencananya mulai menguji coba pengoperasian bus ini pada Mei 2019 mendatang dengan jangka waktu selama enam bulan. Pernyataan tersebut disampaikan Agung Wicaksono selaku Direktur Utama PT TransJakarta. “Di forum ini juga kita putuskan untuk menunjukkan bahwa Transjakarta sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Bapak Anies Baswedan di Januari 2019, menyiapkan diri untuk menguji coba kendaraan listrik di operasional TransJakarta. Karena tanpa memulai, bus listrik hanya akan menjadi wacana. Hari ini para partner yang ada di sini sepakat wacana itu harus direalisasikan,” ujarnya. Hal tersebut dijelaskan setelah menandatangani MoU dengan beberapa pihak, BYD, MAB dan RACDanfoss serta lembaga pendidikan Institut Teknologi Bandung (ITB). Menurut Agung, TransJakarta tidak akan membeli bus ini untuk uji coba. Melainkan akan dimiliki oleh operator mitra TransJakarta. “Uji coba dilakukan tidak dengan membeli armada ini. TransJakarta tak akan memiliki armada ini. Armada ini dimiliki dan dioperasikan oleh operator yang jadi mitra TransJakartadan TransJakarta dalam uji coba akan membayar operasionalnya sehingga kita bisa mengetahui biaya operasional yang tadi diperkirakan akan rendah,” tuturnya. TransJakarta akan semakin nyetrum.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.