Tips Memilih Mobil Matic Bekas

  • Whatsapp

Tips Memilih Mobil Matic Bekas – Kalau Anda berniat membeli mobil bekas (mobkas) bertransmisi otomatis ataupun CVT alias berpedal dua saja, ada beberapa tips yang bisa dilakukan saat pengecekan. Langkah pengecekan ini sebisa mungkin harus dilakukan, lantaran kerja mesin dan transmisi otomatis saling mendukung satu sama lain. Nah, setidaknya memperhatikan 6 poin di bawah ini sebelum membawa pulang mobkas matik incaran Anda

BEKAS TABRAKAN ATAU KEBANJIRAN?

Perlu dipastikan juga apakah mobil tersebut pernah mengalami kejadian seperti tabrakan atau banjir. “Takutnya kalau pernah tabrakan keras, akan ada shock, takutnya ada peranti elektronik dan komputer yang berpengaruh,” kata Hermas lagi

WASPADAI KEBOCORAN

Pengecekan unit mobkas yang akan dibeli menjadi hal yang paling utama. Selain melihat kondisi eksterior, kaki-kaki hingga interior, jangan lupa untuk mengintip kondisi peranti transmisi otomatisnya. “Apakah ada kebocoran oli atau tidak, perlu diingat tidak semua warna oli itu merah, bisa bermacam-macam,” jelas Hermas, bos Worner Matik di Bintaro Sektor 9, Tangerang Selatan. Waspadai jika terlihat ada kebocoran, bisa jadi ada dua kemungkinan, yakni servis atau penanganan perbaikan

Baca Juga  Daftar Mobil Lexus Terbaru yang Baru Rilis

TUAS TRANSMISI

Cobalah untuk menjalankan mobkas yang ingin dibeli. Pastikan cek saat memindahkan tuas transmisi apakah halus atau kasar, ada entakan atau tidak. Tips lainnya, “Tes mobil dari kondisi mesin mobil adem atau dingin, atau belum dipanaskan. Setelah mesin menyala, masukkan tuas transmisi ke posisi D, kalau mobil ‘nyelonong’ atau bergerak sendiri tanpa diinjak pedal gas, berarti kondisinya masih baik, kalau mobil tidak jalan, kemungkinan mulai ada masalah,” tambah Hermanto

TES PERPINDAHAN GIGI

Gangguan perpindahan gigi kemungkinan akan terdeteksi kalau kita mencoba tes jalan. “Jajal saja dengan berbagai kondisi, misalnya berakselerasi, pengereman juga kondisi tertentu seperti tanjakan,” terang Hermas. Ditambahkan Hermanto, “Andaikan kita peka, bakal terasa perpindahan yang normal dan kurang normal atau malah ada gejala selip,” katanya. Kalau transmisi otomatis atau CVT bekerja baik akan menyalurkan tenaga mesin dengan sempurna, rasio putaran mesin mengikuti percepatan transmisinya. Tapi patut dicurigai kalau terasa tenaga kurang atau perpindahan gigi yang tidak normal

Baca Juga  Desain Mobil Balap Masa Depan, Aston Martin AM RB-001

Baca Juga : Mobil Keluarga Bekas Terbaik Harga 100 Jutaan Senyaman Alphard

CEK INDIKATOR

Tips berikutnya adalah pengecekan indikator, apakah indikator menyala normal ataukah ada peringatan yang tidak lazim pada meter cluster. “Seperti lampu indikator check engine menyala, atau indikator transmisi menyala kedapkedip,” bilang Hermanto, dari Hermanto Matic, di bilangan Parung Serab, Ciledug, Tangerang. Indikator transmisi menyala menurutnya bisa berindikasi ada masalah di bagian elektrikal. “Kalau elektrikal rusak dipakai terus-menerus, kerusakan bisa merembet ke bagian mekanik transmisinya,” tambah Hermanto.

BERSAMA KE BENGKEL

Kalau ada kesepakatan antara penjual dan pembeli, bisa dilakukan pengecekan ke bengkel spesialis mesin atau transmisi. “Kalau mobil dalam keadaan baik, mestinya penjual mau mengizinkan melakukan pengecekan bersama ke bengkel,” kata Hermas. Menjadi hal yang menguntungkan bagi kedua belah pihak apabila pengecekan bersama dilakukan di bengkel spesialis. Bagi penjual, ia akan merasa yakin kalau kondisi transmisi dalam keadaan baik, sehingga ia juga bisa bertahan dengan harga yang bagus. Sementara itu, “Bagi pembeli, juga merasa aman karena tidak mungkin merasa tertipu,” jelas Hermas.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.