Wisata Raja Ampat Ala Backpacker

  • Whatsapp

Wisata Raja Ampat Ala Backpacker

Dikenal sebagai miniatur Raja Ampat, ka wasan Mandeh tidak hanya menyuguh kan pesonanya dalam versi mini, tapi – – juga bisa membuat biaya dan waktu perjalanan Anda menjadi lebih mini. Same feel, different place! Percaya atau tidak, melalui Mandeh, Anda bisa menikmati pesona serupa Raja Ampat hanya dalam dua hari, cocok bagi Anda yang hanya memiliki waktu di akhir pekan. Kawasan Mandeh merupakan kawasan wisata seluas 18.000 hektare dan berada di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Mandeh telah menjadi destinasi utama di sektor pariwisata kebaharian yang dima sukkan ke dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPPNAS) bersama daerah Biak dan Bunaken. Kawasan Mandeh merupakan perpaduan antara perbukitan dan teluk bernama Teluk Carocok Tarusan yang dihiasi oleh gugusan pulau kecil di tengahnya. Pulau-pulau kecil itu di antaranya adalah Pulau Traju, Pulau Setan Kecil, Pulau Sironjong Besar, Pulau Sironjong Besar kecil, serta Pulau Cubadak.

Mandeh memiliki 7.000 hektare terumbu karang dengan beragam jenis karang di dalamnya. Sebagian besar terumbu karang tersebut tumbuh hampir di seluruh Teluk Mandeh. Selain itu, Mandeh juga memiliki hutan mangrove seluas 400 hektare yang terdapat di beberapa titik. Salah satu spot menyelam yang paling terkenal di kawasan Mandeh adalah area bangkai kapal MV Boelongan. Bila ingin melakukan penyelaman, Anda bisa menyewa peralatan selam atau mengambil paket diving yang disediakan oleh penyedia jasa travel di sana.

 

  • HARI PERTAMA Cara Mencapai Mandeh

Dari Jakarta, Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam penerbangan menuju Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Dari bandara, perjalanan menuju kawasan Mandeh yang berjarak sekitar 56 kilometer bisa ditempuh dalam waktu sekitar 2-3 jam, tergantung jenis transportasi yang digunakan: bisa kendaraan pribadi, bisa juga angkutan umum. Bila menggunakan kendaraan pribadi, Anda bisa langsung menuju Pelabuhan Carocok Tarusan.

 

Tapi bila menggunakan angkutan umum, Anda dapat menggunakan bus Damri atau bus antarkota dari bandara menuju Kota Padang (Pasar Raya Padang) dengan tarif Rp 25.000. Dari Kota Padang, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan mobil charter-an atau mobil travel ke Pasar Tarusan dengan tarif sekitar Rp 20.000. Setelah itu, Anda dapat menggunakan becak motor (bentor) dari Pasar Tarusan ke Pelabuhan Carocok Terusan dengan tarif Rp 5.000. Atau kalau mau, bisa juga Anda menggunakan taksi argo langsung dari Kota Padang menuju Pelabuhan Carocok Tarusan. Dari beberapa pilihan transportasi di atas, lantaran angkutan umum di lokasi wisata ini masih sulit, Anda disarankan menggunakan transportasi milik perusahaan travel atau mobil sewaan agar nantinya mudah berpindah lokasi. Misalnya, sebelum tiba di Pelabuhan Carocok Tarusan, Anda bisa mampir ke Puncak Mandeh. Puncak Mandeh menyuguhkan pemandangan kawasan Mandeh dengan sudut pandang 180 derajat.

Baca Juga  Material Bangunan Ramah Lingkungan

 

Anda dapat melihat gradasi warna laut biru dan tosca mengepung pulau-pulau kecil di sekitarnya. Bila terus Anda pandangi, seolah-olah bingkaian Raja Ampat yang sering Anda lihat di internet dan televisi tepat berada di depan mata Anda. Bila sudah tidak sabar, Anda bisa langsung menuju Pelabuhan Carocok Tarusan. Dari P e l a b u h a n i n i , A n d a b i s a m e m ili h d a n bernegosiasi tentang harga sewa kapal yang ingin Anda tumpangi. Untuk berkeliling ke pulau-pulau, Anda dapat menyewa kapal motor (KM) dengan tarif Rp 400 ribu hingga Rp 650 ribu per hari dengan kapasitas 19 penumpang. Selain itu, ada juga paket wisata yang disediakan pemilik kapal untuk menyinggahi pulau-pulau dengan tarif Rp 250 ribu per orang (harga tersebut termasuk makan siang dan kudapan). Terdapat pula transportasi kapal antarpulau yang biasa digunakan masyarakat setempat dengan tarif sekitar Rp 8 ribu-Rp 10 ribu. Tapi alat transportasi kapal antarpulau ini tidak singgah di setiap pulau.

 

  • HARI KEDUA Dari Sironjong Besar hingga Cubadak

Pulau pertama yang bisa Anda kunjungi adalah Pulau Sironjong Besar, yakni pulau alami yang sebagian permukaannya didominasi batuan karang. Sekilas, dengan pulau-pulau kecil yang ada di sekelilingnya, Pulau Sironjong Besar tampak membentuk setengah lingkaran, sehingga laut yang ada di tengahnya seperti teluk yang dikelilingi daratan. Di pulau ini, Anda akan menemukan banyak pohon yang tumbuh di atas bebatuan besar. Pasir pantainya tampak putih halus bagaikan serat gergajian kayu. Berenang dan snorkeling adalah pilihan yang tepat untuk menikmati pulau ini. Di perairannya yang dangkal, Anda juga bisa melihat barisan pokok-pokok bakau hijau dan tebaran koral yang berwarna-warni.

Ada pula berbagai jenis ikan seperti butterfly fish, anemone fish, damselfish, file fish, big eye fish, surgeon fish, wrasse, parrot fish, dan lain-lain. Air di pantai pulau ini pun masih cukup jernih sehingga tidak sulit melihat dasarnya. Pulau berikutnya adalah Sironjong Kecil, yakni pulau kecil yang memiliki banyak bebatuan cadas. Di sini Anda bisa menguji nyali dengan melakukan cliff jumping atau meloncat dari tebing dan terjun bebas ke laut. Tapi untuk melakukannya, Anda harus berhati-hati. Sebab, tinggi tebing ini tidaklah main-main, sekitar 15 meter! Cukup membuat nyali menciut. Untuk melakukan cliff Jumping, Anda harus memanjat tebing dengan menggunakan tali. Kalau cara naiknya saja sudah cukup menantang, bagaimana dengan jumping-nya? Tapi bila tidak berani cliff jumping, Anda masih bisa menikmati “menu-menu” yang ada di pulau ini dengan melakukan snorkeling di sekitar laut Sironjong Kecil. Selanjutnya, Anda dapat menikmati sunset di Pulau Cubadak. Di pulau ini terdapat sebuah resort berkelas premium yang menawarkan fasilitas mewah dan lengkap dengan “rasa” italia.

Baca Juga  Inilah Daftar Makanan Unik di Jepang

Dengan tarif mulai dari Rp 1,5 juta per malam, Anda sudah dapat menikmati berbagai fasilitas, termasuk alat snorkeling dan canoe. Bila menginginkan penginapan yang t a r i f n y a l e b i h t e r j a n g k a u , A n d a b i s a mengunjungi sebuah cottage yang ada di Teluk Sikulo, atau mendatangi homestay di pesisir selatan kawasan Pantai Carocok Painan, Kecamatan IV Jurai. Harga yang ditawarkan di homestay ini hanya sekitar Rp 100 ribu per malam. Dan bila ingin mendapatkan penginapan yang lebih murah lagi, Anda bisa kemping di pulau-pulau berpenghuni di kawasan ini. Tapi ingat, Anda boleh berkemah di sini asalkan sudah melapor kepada warga dan penanggung jawab setempat demi keamanan bersama.

 

  •  HARI KETIGA Air Terjun Sungai Gemuruh

Pagi hari, saat matahari mulai muncul di ujung timur dan peralatan penting sudah dima sukkan ke dalam t a s, kini sa atnya Anda mengunjungi Desa Kapo-Kapo. Untuk m e n c a p a i ny a , k a p a l m o t o r y a ng A n d a tumpangi harus melewati sebuah lorong yang kiri kanannya adalah hutan mangrove. Saat menyusurinya, Anda akan merasa seolah-olah sedang membelah jalan raya di tengah-tengah taman hijau.

Lalu, Anda akan berhenti di sebuah dermaga kecil yang menempel pada sebuah perkampungan. Itulah Desa Kapo-Kapo. Dinamakan demikian karena, konon, nenek moyang penduduk desa ini bernama Mak Kapo dan berasal dari Mentawai. Makamnya pun masih ada di desa ini sampai sekarang. Tapi, ada juga sebagian penduduk yang berpendapat nama kapo-kapo muncul karena banyaknya pohon kapo-kapo di desa ini. Rumah-rumah penduduk di Desa KapoKapo umumnya sangat sederhana dan terbuat dari kayu. Biasanya wisatawan yang datang ke desa ini disambut dengan suguhan kelapa muda yang langsung diambil dari pohonnya. Dan yang tak boleh dilewatkan, Anda harus mencicipi kuliner khas desa ini yang sudah terkenal, yakni rendang gurita atau gulai gurita. Dari Desa Kapo-Kapo, tujuan berikutnya adalah kawasan Pulau Setan yang terletak di sebelah barat Sungai Pisang dan di sebelah timur Pulau Pasumpahan.

Baca Juga  Kaca Film Terbaik untuk Rumah dan Gedung

Kawasan Pulau Setan memiliki tiga buah pulau, yakni Pulau Setan, Pulau Setan Gadang, dan Pulau Setan Ketek. Walaupun nama-namanya terkesan angker, tapi sebenarnya tiga pulau ini tidak menyeramkan. Pulau Setan Ketek, misalnya, justru memiliki pasir yang lembut dan pantai yang airnya sangat tenang. Bahkan di antara pulau-pulau di sekelilingnya, Pulau Setan Ketek menjadi pulau yang paling sering dikunjungi wisatawan. Di Pulau Setan Ketek juga tersedia warungwarung yang menjual makanan dan minuman dengan harga yang sangat “bersahabat”. Di sini, Anda juga dapat menelusuri pantai atau bermain air. Dan bila beruntung, Anda bisa menemukan penyu-penyu yang sedang berenang atau yang sedang berdiam di pasir pantai. Bahkan pada hari-hari tertentu, pulau ini menyediakan permainan water sport seperti banana boat, donat, dan jet ski. Setelah puas “gentayangan” di kawasan Pulau Setan, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Sungai Gemuruh. Di sepanjang sungai ini, Anda bisa melakukan aktivitas susur sungai di antara rerimbunan hutan mangrove. Susur sung a i a k a n memb aw a A nda ke sebuah air terjun di Kampung Nyalo. Di bagian bawah air terjun yang tidak terlalu tinggi ini, Anda dapat berbasah-basahan sepuas-puasnya. Air terjun ini menjadi akhir dari perjalanan tiga hari Anda di Mandeh sebelum kembali ke Pelabuhan Tarusan. Tapi sebelum menuju bandara, mampirlah kembali ke Puncak Mandeh sebelum malam. Sangat disayangkan bila Anda melewatkan pertunjukkan matahari terbenam di kawasan nan rancak bana ini.

 

 

Mandeh adalah sebuah kawasan wisata di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat yang menawarkan pesona alam serupa Raja Ampat. Wilayah berupa gugusan puluhan pulau di Teluk Carocok ini dinobatkan sebagai destinasi pariwisata prioritas Provinsi Sumatera Barat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.