Bantuan Pemerintah untuk Rakyat Miskin

 Lain-Lain

Bantuan Pemerintah untuk Rakyat Miskin

Kementerian Sosial membuat terobosan dengan menghadirkan gerai e-warong. Warung elektronik yang bekerja sama dengan perbankan ini, selain memberikan manfaat langsung, juga dapat menggerakkan ekonomi dari bawah. Para penerima bantuan diberikan bantuan sosial dan pangan secara nontunai sehingga menciptakan perputaran uang. Amanat Presiden Joko Widodo untuk pengentasan masyarakat dari kemiskinan ialah memberikan bantuan sosial secara nontunai. Melalui kerja sama dengan perbankan, bantuan sosial berikan secara langsung sehingga tak perlu mengkhawatirkan adanya pemotongan. Kementerian Sosial (Kemensos) beranggapan selain akan lebih tepat sasaran dan tepat guna, juga memberikan peluang untuk memutarkan uang di daerah-daerah penerima bantuan tersebut. Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos, Andi Z.A.



Dulung mengatakan, penyaluran bantuan sosial secara nontunai ini dilakukan agar penyaluran mudah dikontrol, mudah diawasi, dan mencegah kebocoran bantuan. Program keluarga harapan (PKH) yang diselenggarakan oleh Kemensos ini awalnya diberikan di kantor-kantor pos. Kemudian dialihkan ke sistem nontunai melalui kerja sama dengan bank-bank pemerintah. Direktorat Jenderal Kemensos ini mencatat bahwa penerima manfaat dari PKH sebanyak 678.576.000 keluarga, dan tersebar di 68 kabupaten/kota. PKH selain memberikan uang, juga memberikan bantuan pangan. Bantuan pangan nontunai, kata Andi, sebetulnya merupakan bisnis, sebab di dalamnya ada proses jual-beli barang. Namun Kemensos melihat ini sebagai peluang untuk menggerakkan perekonomian di bawah. Hal ini dilakukan agar terjadi perputaran uang di lingkungan mereka sendiri. Kemensos menyediakan gerai-gerai penyaluran bantuan pangan nontunai melalui cara yang mandiri, yang dilakukan di tempat para penerima manfaat itu. E-warong (warung elektronik) diciptakan di rumah-rumah para penerima bantuan melalui kerja sama dengan bank-bank pemerintah. Andi Dulung mengungkapkan, hampir satu tahun program ini berjalan, dan sudah dapat menunjukkan manfaat yang luar biasa.

Baca Juga  Jam Tangan Mewah Artis Indonesia

 

Misalnya, selain bantuan dapat lebih tepat sasaran, masyarakat juga dapat dengan mudah memperoleh pangan yang dibeli melalui bantuan nontunai ini. ‘’Melalui kartu bantuan nontunai, masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok seperti telur, beras, dan lainlain,’’ ujarnya. Saat ini, untuk suplai bahan kebutuhan pokok (pangan) masih bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog). Keberadaan gerai e-warong ini dapat menstabilkan harga sehingga memberikan nilai lebih Bulog untuk masyarakat ‘’Tak menutup kemungkinan, barang kebutuhan pokok seperti sayur-mayur yang berasal dari masarakat sekitar dapat dibeli di sini (e-warong),’’ kata Andi. Ada 102 e-warong yang telah dijalankan. Dan dalam waktu dekat ini akan bertambah menjadi 112. Target hingga tahun 2016 ada 300 gerai e-warong yang diciptakan. Tahun 2017 target e-warong mencapai 3.000 gerai, dan tersebar di kantung-kantung masyarakat penerima bantuan sosial. Perputaran uang tercipta jika e-warong ini termanfaatkan dengan baik.

Baca Juga  Harga Jam Tangan Artis Indonesia 2017

 

Harapannya, selain dapat memutus mata rantai kemiskinan, program PKH ini dapat InfoDITJEN PENANGANAN FAKIR MISKIN Kementerian Sosial membuat terobosan dengan menghadirkan gerai e-warong. Warung elektronik yang bekerja sama dengan perbankan ini, selain memberikan manfaat langsung, juga dapat menggerakkan ekonomi dari bawah. Para penerima bantuan diberikan bantuan sosial dan pangan secara nontunai sehingga menciptakan perputaran uang. memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok. Keberadaan e-warong tak mengharuskan penerima manfaat untuk pergi ke gerai e-warong di saat membutuhkan. Sebab, para penerima manfaat bantuan ini sudah saling mengenal, sehingga dapat dilayani kapan pun waktunya. Dengan kecanggihan teknologi para penerima manfaat dan pemilik e-warong hanya berkomunikasi melalui ponsel. Awalnya, kata Andi, ada kekhawatiran para penerima bantuan karena pemanfaatan teknologi perbankan ini. ‘’Tapi, keraguan ini terbantahkan. Bahkan kini masyarakat ekonomi bawah pun sudah familiar dengan mesin ATM. Ini yang namanya ekonomi inklusi,’’ ia menegaskan. Andi berharap program ini dapat dimanfaatkan dengan baik.

Baca Juga  Apa Perbedaan Pemimpin dengan BOS

 

Meskipun memutus mata rantai kemiskinan tak mudah dan membutuhkan cukup waktu. ‘’Minimal kita dapat mengangkat anak-anaknya. Sehingga anak-anak yang sudah besar dan berpendidikan ini berbalik akan mengangkat perekonomian keluarganya,’’ kata Andi. Program PKH yang disalurkan secara nontunai dan pemberian pangan nontunai ini memberikan sejumlah bantuan kepada penerima manfaat yang berada di kondisi ekonomi rendah. Penerima manfaat terdiri dari beberapa kategori, seperti Ibu hamil, menyusui, dan keluarga yang memiliki anak-anak usia sekolah. Dengan bantuan sosial ini para penerima manfaat sudah dapat hidup lebih mandiri. Sehingga, bantuan ini dapat dialihkan bagi keluarga lain yang membutuhkan

Artikel yang kamu Cari ga ktemu? Cari disini. Teknorus.com

Author: 

No Responses

Leave a Reply