Cara Aman Menerjang Banjir Agar Mobil Tidak Mogok dan Rusak

  • Whatsapp

Cara Aman Menerjang Banjir Agar Mobil Tidak Mogok dan Rusak

Musim hujan selalu identik dengan genangan air. Nah, bukan tidak mungkin saat hujan lebat, jalur yang biasa Anda lewati tergenang air. Saat kondisi seperti ini, biasanya ada dua pilihan, putar balik atau nekat menerobos genangan air. Namun sebelum melakukan itu, sebaiknya simak tips and trik berikut ini, agar tidak berisiko merusak mobil Anda. Pertama, sebelum memutuskan untuk menerobos genangan air, ketahui terlebih dahulu komponen mobil Anda yang rentan bermasalah ketika terkena air. “Paling penting adalah posisi air intake atau jalur pasokan udara menuju mesin,” ujar Rudi Gayadi, Service Advisor Astrido Toyota Pondok Gede. Sebab, jika posisi air menyentuh air intake, maka akan sangat berisiko air akan masuk ke dalam mesin. Sehingga dapat mengakibatkan water hammer dan mesin bisa jebol loh sob!. Soalnya sifat air bila terkena kompresi di ruang bakar, efeknya seperti palu. Sehingga bisa membuat piston dan setang piston jebol. Kalau sudah begini, biaya perbaikannya akan sangat mahal. Posisi air intake pada setiap mobil, tentu bervariasi. Khususnya untuk mobil jenis sedan, city car dan LCGC, yang memiliki ketinggian lebih rendah dari MPV atau SUV. “Batas aman ketinggian air adalah setengah pelek. Lebih dari itu akan sangat berisiko air dapat masuk ke mesin lewat air intake,” ujar Agung Saputro, Workshop Manager Honda Megatama, Kalimalang, Jakarta Timur.

Baca Juga  Harga Mitsubishi Triton Terbaru, Offroad, New Triton Exceed AT

Baca Juga : Mobil 4×4 Diesel Terbaik yang Cocok untuk Offroad dan Pertambangan

AMATI KETINGGIAN AIR

Langkah aman kedua, sebelum memutuskan untuk menerobos genangan air, amati dulu ketinggian genangan airnya. “Apabila tinggi genangan air lebih dari setengah tinggi ban kendaraan, atau trotoar sudah tak terlihat lagi, pertimbangkan untuk mencari tempat aman atau menunda perjalanan demi keselamatan pengemudi,” saran Sony Susmana, instruktur Safety driving Consultant indonesia (SdCi). “Usahakan perhatikan dulu mobil yang sama saat lewat genangan air tersebut. Misalnya pakai sedan, lihat apakah ada sedan lain berani menerobos atau tidak. Jika ada yang berani, ketika kita lihat kentinggian air sudah menutupi roda dan bumpernya, sebaiknya urungkan niat menerobos genangan air itu. Mending putar balik cari rute lain,” wanti Rudi. ingat, mobil bukan perahu Sob! Tapi bila kita nekat menerobos genangan air, usahakan pertahankan kecepatan. “Jangan terlalu cepat, karena aliran air akan semakin mudah masuk ke ruang mesin. Kecepatan ideal antara 10 hingga 15 km/jam dan jaga agar kecepatan agar tetap konstan,” tambah Agung. Nah, jika mesin mati mendadak saat menerobos genangan air, jangan panik dan jangan berusaha untuk menyalakan mesin. “Karena ada kemungkinan air sudah masuk ke mesin, jika distart, maka rentan water hammer,” wanti Agung. Segera minta pertolongan, untuk meminggirkan mobil dan segera bawa ke bengkel dengan ditowing. Jika berhasil menerobos genangan air, jangan langsung memacu mobil. Lakukan cek dan ricek kondisi mobil. “Khususnya rem, karena paling rentan terkena air. Lakukan pengetesan rem dengan cara berjalan pelan, diiringi menginjak pedal rem beberapa kali, agar rem cepat kering. Lihat juga panel dasbor, apakah indikator rem ABS menyala atau tidak. Jika tak ada masalah, silakan lanjutkan perjalanan,” ujar Rudi. Setelah melintas ruas jalan yang tergenang air, menurut Agus dan Rudi, ada baiknya Anda memeriksa kendaraan Anda ke bengkel. Hal itu penting untuk memastikan tidak ada masalah yang bisa muncul belakangan. “Ketika melakukan pengecekan di bengkel, bisa sekalian melakukan pembersihan dan pemeriksaan terutama pada rem, suspensi dan komponen kelistrikan. Karena bisa jadi air akan mengundang korosif dan menimbulkan karat jika didiamkan dalam waktu lama,” pungkas Rudi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.