Perbandingan Mobil Matic CVT vs AT Konvensional

  • Whatsapp

Perbandingan Mobil Matic CVT vs AT Konvensional – Transmisi Matik CVT vs Konvensional Transmisi otomatis sudah jadi ‘menu wajib’ bagi para pemilik mobil saat ini. Kemacetan yang semakin parah membuat banyak orang beralih memilih mobil bertransmisi otomatis, terutama yang tinggal di kota besar seperti Jakarta. Transmisi otomatis kenyataannya memang bisa ‘memangkas’ kelelahan kaki kiri dari menginjak kopling lebih dari 50%. Dengan begitu, Anda sudah tidak terlalu lelah begitu tiba di tujuan kan?

Namun jangan salah, kelelahan kaki kiri Anda tadi seperti pindah ke transmisi otomatis ini. Artinya, transmisi otomatis mobil Anda pun perlu dirawat juga agar tidak cepat rusak. Apalagi saat ini teknologi transmisi otomatis sudah smakin canggih. Sejatinya transmisi otomatis ini ada 2 macam, konvensional dan CVT. Transmisi otomatis konvensional sudah sejak lama dikenal, sedangkan CVT mulai ramai di Indonesia sejak hadir di Honda Jazz GD3 generasi awal tahun 2004 di Indonesia. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Biaya perawatannya pun berbeda, meski tidak terlalu signifkan. Nah, untuk lebih jelasnya, silahkan simak tulisan berikutnya ya!

Baca Juga  Modifikasi Motor Yamaha Vixion

KELEBIHAN KEKURANGAN CVT vs AT Konvensional

Transmisi otomatis CVT dikenal sebagai matik yang ‘halus’, karena perpindahan giginya tidak terasa, sebaliknya dengan matik konvensional masih ada entakan setiap perpindahan gear. Menurut Bowo, Manager Honda Bintaro, “Transmisi otomatis CVT kelebihannya adalah minim entakan, lebih halus dan berpengaruh ke konsumsi BBM yang lebih irit. Sedangkan matik konvensional kelebihannya interval ganti oli lebih panjang, perawatan lebih mudah dan lebih murah, juga performa mesin lebih terasa,” jelasnya panjang lebar.

Sementara Holil dari bengkel spesialis Wani Matic di kawasan Ciledug, “Kelebihan CVT selain minim entakan dan irit BBM, juga lebih mudah dideteksi bila ada kerusakan. Perawatannya juga lebih mudah karena part-nya lebih sedikit dibanding matik konvensional,” tuturnya “Pada matik CVT jika terjadi kerusakan, biaya perbaikannya lebih mahal dibandingkan yang konvensional. Selain itu, olinya pun harus yang khusus CVT. Jika tidak, akan menimbulkan kerusakan,” ulas Bowo. Sedangkan pada matik konvensional, Entakan masih terasa dan teknologinya masih lebih modern yang CVT. Ditambah konsumsi BBM tidak seirit kalau pakai CVT,” ucap Holil

Baca Juga  Inilah Mobil Hybrid Irit BBM Mewah dan Canggih dari Lexus

BIAYA PERAWATAN CVT vs AT Konvensional

Di bengkel resmi Honda, oli khusus CVT dijual dengan harga Rp 350 ribu/galon isi 3,5 liter. “Satu galon untuk 1 transmisi, diganti setiap 40.000 km. Di beres Honda, tidak terkena biaya jasa, jadi hanya beli oli CVT saja,” ujar Bowo. Begitu juga dengan matik konvensional, biayanya sama loh! “Hanya saja intervalnya lebih lama, yaitu sampai 80.000 km. Tapi kalau di 50.000 km mau ganti, kita layani juga,” tukasnya. Sedangkan di Wani Matic, Holil mematok harga oli CVT mulai dari Rp 350 ribuan. Sedangkan oli matik konvensional mulai dari Rp 40 ribuan. Untuk jasa, Holil memberi harga Rp 200 ribu baik untuk kuras oli matik CVT ataupun konvensional

Baca Juga  Review Spesifikasi Harga Honda ADV150

HARGA TRANSMISI MATIK BARU VS LIMBAHAN CVT vs AT Konvensional

Jika memang sudah terlalu parah kerusakan transmisinya, baik pihak bengkel resmi maupun bengkel spesialis akan memberikan opsi ganti 1 unit assy utuh. Nah, untuk yang satu ini, biayanya lumayan kuras tabungan nih! Contohnya pada Honda Jazz GD3 yang pakai CVT. Jika di bengkel spesialis unit limbahan siap pakai sampai terpasang dikenakan biaya sekitar Rp 9,5 juta, maka di bengkel resmi harga 1 unit transmisi assy baru bisa mencapai Rp sekitar 40 jutaan. Itu pun masih harga perkiraan, karena transmisi ini biasanya harus dipesan dulu. Sedangkan matik konvensional seperti pada Toyota Alphard 2014, “Saya jual Rp 35 juta sampai terpasang. Di beres saya sempat tanya harga assy-nya sekitar Rp 93 jutaan,” ucap Holil. Itu kan mobil premium, untuk sekelas All New Suzuki Ertiga, harga transmisi matik konvensional assy-nya mencapai Rp 60 jutaan. Weww..!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.