Spesifkasi Harga Review Toyota CHR Mobil SUV Terbaru dari Toyota

  • Whatsapp

Spesifkasi Harga Review Toyota CHR Mobil SUV Terbaru dari Toyota

Setelah diluncurkan resmi sejak awal April lalu, baru Toyota ini belum banyak menampakkan diri di crossover show room. Kemunculan keduanya, terlihat saat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 bulan lalu. Perkenalan pertamanya pada publik ini ternyata direspons sangat baik. Menurut Rouli Sidjabat, Public Relation Manager PT. Toyota Astra Motor, “Pemesanan unit tercatat sudah mencapai 126 SPK, hasil awal yang cukup baik dari dari target yang hanya 120-140 unit perbulan.” Padahal crossover baru ini harganya dibilang banyak orang ‘kemahalan’, karena nyaris menyentuh angka Rp 500 juta alias setengah M. Harga ini sama dengan harga yang ditawarkan di negeri tetangga seperti Thailand dan Malaysia. Melihat angka target tersebut memang jauh berbeda dengan model-model lain yang volume maker seperti Avanza, Rush dan Innova. Bicara segmen yang disasar, kami jadi ingat kata Product General Manager PT. Toyota Astra Motor, Bansar Maduma saat peluncuran C-HR awal April lalu. Ia menyebut, “Segmen pertama adalah orang-orang yang senang sekali nyetir sendiri. Namun juga ingin tampil beda, jadi tidak biasa. Orangorang seperti apa? On going process to be success, itu yang utama. Kalau bahasa Indonesia-nya, ya eksekutif muda dan pebisnis muda,” katanya. Ini yang kemudian membuat kami penasaran, seperti apa rasanya berada dibalik kemudi C-HR. Maka undangan menjajal crossover terbaru Toyota ini di Ancol, (2/5) lalu kami manfaatkan untuk mendapatkan impresi awal berkendaranya. Berikut review singkat frst drive C-HR.

Baca Juga  Jumlah Airbags di toyota Fortuner VRZ

Baca juga : Mobil Terbaru Harga 100 Jutaan Terbaik, Toyota Calya

 

  • DRIVING IMPRESSION

Duduk di balik kemudi, terasa tidak ada yang cukup mengganggu visibilitas ke depan, sebaliknya, dengan desain bodi C-HR seperti kupe ini pandangan ke belakang agak terbatas karena desain kaca belakang yang kecil, untungnya Toyota menambahkan kamera mundur untuk membantu kala parkir. Setir bisa diatur naik turun (tilt steering) dan maju mundur (telescopic). Desain joknya terasa tebal nyaman memegang tubuh. Sayangnya, pengaturan eletrik pada jok hanya untuk bagian lumbar support saja, sedangkan untuk naik turun, maju mundur dilakukan secara manual. Hanya ditawarkan satu tipe transmisi saja, C-HR menggunakan tipe 7-speed CVT. Tinggal masukkan tuas transmisi ke posisi D, kami langsung mencoba berkeliling trek seputaran Pantai Karnaval Ancol, tempat sesi frst drive dilaksanakan. Tarikan awal termasuk responsif, kami langsung kick down untuk merasakan sensasi mesin 2ZR-FBE 1.800 cc-nya. Menggunakan CVT sehingga perpindahan gigi terasa halus, namun ada penurunan rpm sepersekian detik, yang memang sengaja dibikin Toyota agar memberikan sedikit sensasi perpindahan gigi ala manual. Respons setir juga sangat baik, terasa sangat natural, sehingga feeling berkendaranya menyenangkan. Ini yang mungkin menjadi salah satu pembeda C-HR dari model Toyota kebanyakan yang dijual di Indonesia. Keasyikan mengemudi mobil ini, kami rasakan lebih banyak. Bahkan terasa lebih asyik dibandingkan Toyota Yaris. Sayangnya, di kolom setir tak ada paddle shift yang bikin perpindahan gigi terasa sporty. Di ujung trek lurus, kami melewati jalanan paving block yang permukaannya tak rata dan banyak lubang. Sengaja kecepatan disetel tak terlalu pelan. Peredaman suspensi, terutama bagian belakang termasuk sangat baik. Ini dimungkinkan dengan penggunaan suspensi belakang tipe double wishbone. Tipe ini termasuk suspensi paling ideal untuk meredam guncangan pada mobil. Desainnya mampu menjaga posisi roda tetap tegak lurus dengan permukaan jalan. Ini yang kami tengarai mampu meredam getaran dengan baik saat melewati permukaan tak rata. Termasuk menambah kenyamanan pada penumpang baris kedua

Baca Juga  Head Unit Terbaik 2 Din untuk All New Toyota Rush

  • MENJADI PENUMPANG

Kami setuju kalau dikatakan C-HR dirancang untuk ‘maximize driving pleasure’, atau cocok banget buat yang doyan mengemudi. Lantaran desainnya yang punya kesan berotot terutama pada bagian bahu-nya, ini bikin penumpang yang duduk di bangku belakang, yang terasa sedikit amblas. Ini lantaran posisi batas kaca bagian bawah, lebih tinggi dibandingkan bahu orang yang punya tinggi badan sekitar 167 cm. Apalagi dengan jok bagian depan yang desainnya sporty model semi bucket, membuat pandangan ke bagian depan juga agak terbatas. Walaupun begitu ruang kaki ukurannya termasuk lega

  • PIlIhan Warna

C-HR ditawarkan dalam satu tipe saja, namun dengan dua pilihan warna, single tone atau two tone. Single tone, ada 3 pilihan warna, White Pearl Crystal Shine, Metal Stream Metallic dan Altitude Black Mica. Sedangkan yang two tone, ada dua pilihan saja, yaitu Blue Metallic dengan atap warna Sporty Black, dan Red Mica dengan atap warna Sporty Black

  • FITUR
Baca Juga  Inilah Ban Mobil Terbaik untuk MPV Seperti Avanza Ertiga Mobilio

Dari sisi ftur, terdapat keyless entry dengan tombol engine start/stop, Multi Information Display (MID) ukuran 4.2 inci, dual zone climate control dengan pengatur AC digital, kamera mundur serta auto dimming rear-view mirror. Fitur safety sense juga melengkapi C-HR, terdiri dari Blind Spot Monitor, Rear Cross Traffc Alert, 7 buah air bag serta Vehicle Stability Control (VSC), hingga Hill Start Assist (HSA). Lantaran C-HR yang masuk ke Indonesia, didatangkan dari Thailand, sehingga fturnya banyak kesamaan dengan C-HR yang dijual di Malaysia dan Thailand (untuk tipe 1.8L). Yang berbeda di setiap negara adalah tipe head unit-nya. Untuk pasar Indonesia, diberi tambahan kamera mundur.

Spesifikasi : Mesin: 2ZR-FBE 4 silinder segaris, injeksi, DOHC, VVT-I , Kapasitas: 1.798 cc, Tenaga Maksimum: 140 dk @ 6,400 rpm, Torsi Maksimum: 170 Nm @ 4.000 rpm, Layout Mesin: Mesin Depan Penggerak Roda Depan, Transmisi: 7-speed CVT, Dimensi (P x L x T): 4.360 mm x 1.795 mm x 1.565 mm, Sistem Kemudi: Power Assisted Steering Rack & Pinion, Suspensi Depan: MacPherson Strut, Suspensi Belakang: Double Wishbone , Rem Depan/Belakang: Cakram Berventilasi/Cakram , Rem Parkir: Electric Parking Brake dengan Auto Brake Hold, Ukuran Ban: 215/60 R17, Kapasitas Tangki: 50 liter

Harga : 

(OTR Jakarta & Sekitarnya)
Single Tone : rp 488.500.000
Two ToNe : rp 490.000.000

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.