Ban Mobil Apa sih yang Irit BBM ?

  • Whatsapp
[Total: 0    Average: 0/5]

Ban Mobil Apa sih yang Irit BBM ?

Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk semakin ramah lingkungan, ­­ membuat atensi terhadap konsumsi bahan bakar kian penting. Produsen mobil pun berlomba menciptakan produk yang semakin efsien. Selain teknologi mesin, para produsen pun menciptakan teknologi artifsial yang mampu menghemat bahan bakar. Mulai dari mode eco, auto engine start-stop, hingga teknologi yang mampu menonaktifkan beberapa silinder mesin saat dianggap tidak perlu. Cara lain untuk menekan konsumsi bahan bakar, adalah dengan menggunakan ban yang mampu menghemat konsumsi bahan bahan bakar. Yup, ban dengan label eco kini mulai banyak ditemukan di pasar. Ban ini diklaim mampu menekan konsumsi bahan bakar, berkat rolling resistance yang rendah. Apa itu rolling resistance atau hambatan gulir? Rolling resistance adalah tenaga yang menghambat laju sebuah objek. Intinya, saat terjadi kontak antara ban dengan permukaan jalan, friksi yang dihasilkan itu sebenarnya menghambat laju sebuah kendaraan.

  • ApA ITu BAn Eco?

Cara paling mudah untuk mendeteksi sebuah ban eco atau tidak adalah dengan melihat keterangan produk pada ban. Jika ada sematan kata eco atau keterangan lain yang merujuk pada maksud efsiensi, dapat dipastikan ban itu adalah ban eco. Ban eco memiliki rolling resistance yang lebih rendah dibanding ban konvensional. Untuk bisa mencapai rolling resistance yang rendah, beragam cara dilakukan produsen. Nah, karena telapak ban menjadi bidang kontak antara ban dengan permukaan jalan, maka area inilah yang paling banyak mendapatkan paling banyak ubahan dibanding ban konvensional. Caranya adalah dengan mencampurkan lebih ba­nyak kandungan silica pada thread compound. Silika (silica) adalah material yang juga terkandung dalam kaca. Mengapa silika? “Permukaan kaca itu licin ketika dipegang. Nah, dengan kandungan silika lebih banyak, ban diharapkan lebih mudah menggelinding dan tidak terlalu memberikan rolling resistance yang besar saat dipakai berkendara,” ujar Zulpata Zainal, Proving Ground Manager PT Bridgestone Tire Indonesia. Untuk membandingkan performa antara ban eco dan ban konvensional, adalah dengan mengukur siapa yang melaju paling jauh saat mobil dilepaskan pada jalan menurun dengan kondisi mesin mati. Nah, ban Ecopia EP150 diklaim memiliki hambatan gulir 23,2% lebih baik dibanding dengan ban Bridgestone B250 (non eco). Jika dikonversi jadi angka konsumsi bahan bakar, ban eco ini diklaim mampu lebih hemat 3% dibanding ban Bridgestone B250.

Baca Juga  Ini Solusi dari Masalah Rem ABS pada Yamaha NMAX

 

  • RollIng REsIsTAncE vs gRIp

Telah disinggung sebelumnya, bahwa ban dengan rolling resistance rendah itu mampu menggelinding lebih mudah. Karena kandungan silika yang lebih banyak, ban dibuat seolah lebih licin layaknya permukaan kaca. Lalu bagaimana dengan grip yang harus tetap baik? Meski harus ‘licin’, grip atau daya cengkram ban pada permukaan jalan harus tetap baik. Karena jika tidak, performa ban tidak akan optimal bahkan mengancam keselamatan. Terutama saat hujan dan pengereman menjadi tidak mumpuni. Untuk itu, desain pattern atau motif kembangan ban dan konstruksi ban secara keseluruhan juga direkayasa untuk mendapatkan ban ‘licin’ namun dengan grip yang tetap baik. Contohnya pada ban Ecopia EP150, pattern tengah telapak ban menggunakan desain bernama Rib­Linked Blocks. Dengan itu, grip ban saat melakukan pengereman khususnya di kondisi jalan basah tetap baik. Selain itu, pada ujung pattern tengah juga terdapat sedikit cerukan. Cerukan ini diberi nama 3D Block Shape yang mampu meminimalkan terjadinya hilang kontak antara ban dengan permukaan jalan. Sedangkan pada ban Ecopia MPV1, diterapkan desain pattern asymmetric. Desain ini juga diklaim mampu meningkatkan grip, khususnya di permukaan jalan yang tidak rata.

Baca Juga :

Bagaimana Kriteria Kabel Aki yang Baik dan Awet

  • BAn Eco ATAu BAn BIAsA?

Jika Anda termasuk pribadi yang memberi orientasi pada kehematan bahan bakar, maka memilih ban eco atau ecotyre adalah langkah terbaik. Namun, bukan berarti langkah ini selalu menjadi pilihan paling tepat. Soal desain misalnya. Kendati sudah semakin banyak ban eco di pasar, termasuk Bridgestone Ecopia, Dunlop Enasave, GT Radial Champiro ECO, namun belum semuanya memiliki tampilan yang sporti atau keren. Umumnya ban­ban eco punya profl lebih tebal dan pattern yang tidak sedinamis ban performa tinggi. Hal ini, bagi mereka yang suka dengan gaya sporti, menjadi masalah tersendiri. Soal ini juga tak lepas dari kenyataan bahwa kebanyakan ban­ban eco lebih menyasar konsumen mobil­mobil penumpang yang massal. Grip juga demikian. Ban eco bukannya buruk, tapi jika dibanding ban khusus performa tinggi, ban eco jadi biasa saja. Meski di titik ini ia sudah bisa setara dengan ban­ban nonperforma tinggi. Artinya, memilih untuk menggunakan ban eco adalah hal efektif berikutnya jika Anda berusaha meraih kehematan berkendara. Teknologi yang digunakan pun sudah kian meyakinkan untuk mampu memberi kompromi terbaik antara grip bagus dengan rolling resistance rendah. Tapi yang perlu diperhatikan adalah sesuaikan ukuran ban dengan ukuran ban asli. Atau jika ingin mengganti ukuran, pastikan agar diameter ban (outer diameter) tetap sama dengan ban standar.

 

  • HARgA BAn Eco vs BAn BIAsA

Selain mampu menghemat bahan bakar, harga ban eco juga mampu menghemat pengeluaran. Sebagai gambaran, Bridgestone B250 ukuran 196/65 R15 dijual seharga Rp 1,037 juta. Sedangkan Bridgestone Ecopia EP150 dengan ukuran yang sama, dijual seharga Rp 896 ribu. Sedangkan GT Radial Champiro GTX ukuran 195/65 R15 dijual seharga Rp 636 ribu. Bagaimana dengan GT Radial Champiro Eco? Dengan ukuran yang sama, ban eco ini dijual seharga Rp 598 ribu

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.