Mobil City Car Hatchback Matic Terbaik yang Cocok untuk Perempuan 2019

  • Whatsapp

Mobil City Car Hatchback Matic Terbaik yang Cocok untuk Perempuan

All New Brio 2019

Rekor teririt yang pernah dicapai Honda Brio, adalah 28,1 km untuk 1 liter bensin, yaitu pada 2016 silam saat berlangsung liga irit Honda Brio di kawasan BSD, Tangerang. Nah, rekor tersebut akhirnya terpecahkan pada Rabu (20/3) lalu, dalam ajang All New Honda Brio Brake The Limit, yang mengambil rute start dari markas PT Honda Porspect Motor (HPM) di kawasan Sunter, Jakut, lalu fnish di sirkuit Sentul, Bogor. Perolehan konsumsi bahan bakar terbaik yang dicapai generasi terbaru (All New) Honda Brio Satya ini adalah mecapai 30,11 km/liter (pada layar MID). O iya, All New Brio Satya yang digunakan bertransmisi CVT. Disusul urutan kedua dan ketiga, yang masing-masing mencatat 29,9 km/ liter dan 29,6 km/liter. kami sendiri membukukan angka 28,6 km/liter, namun turun jadi 28,2 km/liter saat menyetuh garis fnish, dengan total jarak tempuh 71 kilometer. Padahal dengan dimensi yang lebih melar dari generasi Brio sebelumnya, membuat bobot kosong Brio terbaru ini lebih berat 45 kg, yakni mencapai 975 kg (Brio lama 930 kg).

Kalau dipikir secara logika, seharusnya akan membuat konsumsi bahan bakarnya jadi lebih boros. Apalagi Honda masih menjejali dapur pacu lama berkode L12, dengan kepasitas 1.200 cc, SOHC 16 katup, berteknologi i-VTEC + DBW, yang tenaga maksimumnya mencapai 88,7 dk di 6.000 rpm dan torsi 110 Nm Tapi, kami langsung teringat penjelasan LPL (Large Project Leader) All New Brio, Mr. Tsutomu Harano, saat launching mobil ini di ajang GIIAS 2018 silam. Harano San mengatakan bahwa Honda melakukan perubahan pada transmisi CVT-nya, yang membuat tarikan awal lebih smooth, namun betenaga di putaran atas. Makanya, tak heran bila LCGC andalan Honda ini mampu berlari 50 – 60 km/jam hanya pada putaran 1.200 rpm. Ini yang membuat konsumsi BBM-nya bisa sangat irit. Tak hanya irit dan kencang tarikan atasnya, perubahan pada bagian suspensi dan pemanjangan sumbu roda sebanyak 60 mm, membuat manuvernya lebih stabil dari generasi sebelumnya. Kami membuktikannya sendiri dalam lomba mini slalom di halaman parkir Sentul International Circuit, Bogor, selepas ajang Battle of Efciency, dengan berhasil keluar sebagai juara pertama. Mobil ini begitu lincah saat kami ajak meliuk-liuk di antara deratan kun. Berputar membentuk angka 8 sambil gas dibejek pol dan sedikit ‘main’ rem tengan, sama sekali tak terasa gejala limbung. Kami pun sukses meraih catatan waktu 23,668 detik dalam menyelesaikan soal yang diberikan, dan berhasil parkir dengan memutar All New Brio Satya 180 derajat, sehingga mendapat nilai sempurna (4 ban masuk ke dalam garis, tanpa ada kun yang terjatuh). Mantab abis! •

Baca Juga  Modifikasi Motor Honda Tiger

Suzuki Karimun Wagon R Otomatis

Suzuki berusaha menggabungkan karakter transmisi manual dan otomatis pada varian berlabel AGS AGS (Auto Gear Shift). Wagon R AGS menggunakan mesin tipe K10B dengan kapasitas 998 cc 3-silinder. Dapur pacu ini mampu menghasilkan tenaga 68 dk di 6.200 rpm dan torsi maksimum 90 Nm di 3.500 rpm. Untuk transmisi sendiri masih sama persis dengan manual, yakni 5-speed. Kecuali  nal gear yang naik dari 4,388:1 ke 4,705:1. Pada dasarnya AGS adalah transmisi jenis Automated Manual Transmission (AMT). Di era 1990an, transmisi jenis ini pernah dijual sebagai produk aftermarket. Meski begitu, animo masyarakat tidaklah besar mengingat belum terlalu dibutuhkan dan teknologinya masih sangat sederhana.

Baca Juga  Mobil Mewah dengan Pintu Geser Alternatif Alphard Harga Lebih Murah

Sebenarnya teknologi AGS milik Suzuki tidak berbeda dari transmisi AMT lainnya. Di sini mobil memakai girboks dengan kopling kering layaknya mobil manual. Mekanisme kerja kopling tidak lagi berdasarkan injakan kaki pada pedal kopling, tapi dikendalikan oleh pompa yang diatur secara elektronik. Hasilnya, kaki kiri pengemudi terhindar dari aktivitas melelahkan. Indikator pada tuas persneling hanya ada R, N, D, dan M (+/-) di sebelah kirinya, tanpa ada indikator P (Parking). Pedal di kaki hanya ada gas dan rem. Peranan kopling sudah diganti oleh Transmission Control Module (TCM) yang mengontrol kinerja kopling dan transmisi. Sama dengan mobil transmisi matik pada umum nya, Anda harus me ng injak pedal rem AGS ketika menyalakan mesin. Tidak perlu khawatir dengan tidak adanya posisi P karena begitu masuk N, kopling akan sepenuhnya melepas kontak mesin dan transmisi.

Pola kerjanya sama dengan transmisi otomatis normal. Gigi akan naik sesuai dengan respons terhadap injakan pada pedal gas. Terasa jeda yang cukup lumayan ketika modul bekerja mengoperasikan kopling. Indikator posisi gigi di panel instrumen mem bantu pengemudi mengetahui posisi gigi. Sedikit mengganggu ke tika mobil harus mengurangi laju. Seperti menghadapi lampu lalu lintas atau darurat. Katakan, ketika itu mobil berada di gigi 4. Saat pengereman, transmisi tidak melakukan downshifting seperti biasa terjadi pada transmisi matik. Baru setelah pedal gas ditekan untuk melaju kembali, gigi turun ke-3. Respons transmisi tertinggal dan mobil ke hilangan efek engine brake.

Baca Juga  Kenapa Mobil Bermesin Turbo di Larang Minum Premium ? Ini Alasannya

Baca Juga : Kekurangan Mobil Xpander Shockbreaker Bocor dan Apa Solusinya

Sayangnya lagi, butuh waktu untuk menurunkan gigi meski sudah dilakukan kickdown pada pedal gas. Mengakalinya, di lain kesempatan kami memindah kan tuas transmisi ke M dan menurunkan gigi secara manual sesuai kebutuhan. Di lain sisi, saat di posisi M atau manual, perpindahan gigi terasa kurang menggembirakan. Tidak seperti ketika di D, saat tuas transmisi digerakkan, upaya perpindahan gigi berlangsung lebih lambat dan putaran mesin turun cukup jauh. Harapan kami akan respons transmisi yang lebih sigap berkurang di sini. Wagon R GS AGS telah dibekali roof spoiler. Gril juga sudah berlapis krom dan terdapat emblem garuda di belakang. Selain itu terdapat lis pada bodi samping dan lampu depan yang desainnya lebih ditarik ke samping yang terkesan seperti mata elang.

Masuk ke dalam, tidak banyak perbedaan, baik pada desain dasbor, jok atau setir. Power window hanya ada di bagian depan sedang belakang masih memakai engkol seperti Karimun Wagon R lainnya. Leg room kursi depan cukup baik, tapi untuk kursi belakang terbilang sempit. Memang headroom-nya lega, tapi tidak ada headrest dan bangku berbahan vynil terasa panas di badan. Suzuki Karimun Wagon R dengan transmisi AGS tersedia pada seluruh tipe Wagon R, yaitu GL, GX, GS, dan Dilago. Tipe GL AGS dijual Rp 113 juta. Sementara tipe GX AGS Rp 120 juta, GS AGS Rp 121,5 juta, dan Dilago AGS Rp 122 juta.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.